Archive for July, 2007

157 Meteran Air PDAM Dicuri

July 29, 2007

*Modus Pencurian Baru di Balikpapan
*Dalam Dua Hari, 15 Meteran Air Hilang

Balikpapan, Tribun -Mungkin ini menjadi pelajaran penitng bagi pelanggan PDAM. Pasalnya, sebanyak 157 meteran air (water meter) PDAM yang berada di sejumlah rumah milik warga Balikpapan hilang dicuri. Meteran Air yang hilang itu terhitung sejak awal Januari lalu hingga Juni 2007. Sedangkan pada bulan Juli hingga sekarang, Selasa (3/7), sudah 15 unit meteran air milik warga hilang. Demikian dikatakan Humas PDAM Balikpapan Gazali Rakhman dalam jumpa persnya, Selasa (3/7).

Titik-titik lokasi pencurian meteran air itu berada di jalur pelanggan PDAM wilayah III, yang meliputi perumahan Impres II dan IV, Jl Gunung Satu dan Gunung Empat, Sumberjo, Jl Soekarno-Hatta, Jl Letjen Suprapto, Jl Adil Makmur, Gunung Samarinda, Strat I, III dan IV, Gunung Belah dan JL S Parman. Sedangkan 15 materan air yang hilang baru-baru ini berada di daerah perumahan Graha Indah, Adiguna dan Impres.

Terhadap aksi pencurian bermodus baru itu, Gazali menghimbau kepada para pelanggan yang kehilangan meteran airnya agar segera melaporkannya. Karena bila tidak melaporkannya akan dianggap menghilangkan barang bukti. Menurut Gazali, masalah meteran air memang menjadi tanggung jawab pelanggan sendiri. Karena batas tanggungjawab PDAM adalah pipa dinas atau pipa induk ke sebelum meteran. Sedangkan meteran air dan seterusnya merupakan tanggungjawab konsumen sendiri.

Selain itu, Gazali juga meminta warga yang kehilangan meteran airnya agar tidak memanfaatkan momen itu untuk menyambungkan langsung pipa airnya ke jaringan pipa PDAM. Karena tindakan itu sama dengan perbuatan ilegal dan merugikan PDAM.

Menurut Gazali, ada dua macam kerugian yang diderita akibat pencurian meteran air itu. Pertama kerugian di pihak pelanggan. Karena harga setiap meteran air Rp 246.000. Sehingga warga yang kehilangan meterannya bisa menggantinya lagi dengan yang baru dengan harga itu. Sedangkan kerugian yang diderita PDAM sendiri adalah air. Akibat hilangnya meteran air itu, banyak sekali air PDAM yang terbuang.

“Jika ada ditemukan warga mengambil air dengan  menyambungkan langsung pipa rumahnya ke pipa induk PDAM, maka akan dikenakan denda. Denda yang dikenakan berupa membayar 12 kali rekening tagihan tertinggi selama satu tahun, ditambah tunggakan air yang belum terbayar,” tuturnya.
Untuk mengantisipasi pencurian itu, Gazali meminta kepada sekuruh pelanggan PDAM agar sama-sama menjaga meteran air dirumahnya masing-masing.(joi)

Data Meteran Air Hilang
Bulan            Jumlah Hilang
Oktober-Desember    60 unit
Januari-Juni        157 unit
Juli-sekarang        15 unit(joi)

Lezatnya Ikan Bakar Bumahai

July 29, 2007

*Ditambah Es Kelapa Jahe dan Jamur Krispi
*Akan Gran Opening 7-07-2007

Balikpapan, Tribun -Rumah makan Buamahai memang tidak asing bagi masyarakat Balikpapan. Rumah Makan yang terletak di Sepinggan ini menyajikan berbagai menu ikan bakar, seperti kerapu, trakulu, kakap, patin dan ikan sungai dan masih banyak ikan lainnya. Lokasinya yang strategis membuat rumah makan ini banyak dikunjungi oleh pekerja perkantoran dan keluarga. Sebelumnya, rumah makan yang akan grand opening pada tanggal 7 Juli 2007 ini berada di pinggir Jl Marsama Iswahyudi Balikpapan.

Namun karena ingin mengedepankan pemandangan yang rindang, lokasinya digeser sedikit ke belakang. Dihidangkan di bawah atap jerami, ikan bakar Bumahai terasa memiliki ciri khas yang nikmat, apalagi dengan ditimbah dengan sambal yang pedas dan daun lalapan daun signkong dan timun yang segar.

Rumah makan Bumahai merupakan perpaduan antara masakan khas Bugis dan Manado. Salah satu menu yang sangat digemari pengunjungnya, yakni perkedel jagung. Hampir setiap pengunjung selalu membugnkus menu yang satu ini. satu lagi yang tidak pernah dilupakan pengunjung, yakni menu jamur krispy. Menu yang juga menjadi masakan favorit ini merupakan hasil kepandaiannya Ny Yetty Tahir, mengolah jamur dengan resep kres-kres. “Jamur ini biasa kita dapatkan di pasar, tapi akan lebih nikmat lagi bila disajikan dengan saus mayonize. Dan menu inilah yang banyak dicari orang, karena harganya juga satndart,” kata Yetty, yang dikenal cukup ramah kepada para pengunjungnya.

Minuman yang menjadi ciri khas Bumahai adalah Es kelapa muda jahe, minuman ini juga hasil kreasi Rumah Makan Bumahai. Satu produk minuman Bumahai yang sangat terkenal saat ini adalah lemon Cui. “Minuman ini diproduksi di Balikpapan tapi saat ini masuk di pasaran Jakarta, sehingga minuman ini sangat terkenal di sana,” kata M Tahir, suami M Yetty yang juga dikenal cukup ramah.(joi)

Pernah Diterjang Badai Ekor Taipon

July 29, 2007

*Danlanal Baru Balikpapan Letkol Laut (P) Ahmadi Heri Purwono

SOSOK Danlanal Balikpapan Letkol Laut (P) Ahmadi Heri Purwono dikenal cukup ramah di lingkungan maritim Balikpapan. Pengganti Kolonel Laut (P) Suselo, baru sekitar satu bulan menjabat  Komandan Lanal Balikpapan. Sebagai seorang pelaut yang pernah membawahi berbagai jenis kapal perang, ternyata Heri memiliki segudang pengalaman menarik ketika berda di lauatan. Salah satu diantara pengalaman itu adalah ketika ia dan ke-80 anak buahnya diterjang ekor badai taipon, saat perjalanan dari Manado menuju Surabaya.

Peristiwa yang terjadi pada tahun 1999 itu kontan membuat seisi  kapal dan awaknya kocar-kacir. KRI Soputan yang ditumpanginya saat itu baru menjalankan tugas di Ambon. Namun pada saat singgah di Manado dan akan melanjutkan perjalanan ke Surabaya, kapalnya diterjang ekor badai taipon, yang saat itu menuju Philipina. “Saya tidak bisa apa-apa karena seluruh anak buah saya sudah pada teler, dan muntah-muntah,” kata Heri sambil mengenang. Pada peristiwa itu Heri hanya bisa pasrah dan berdoa meminta perlindungan sang pencipta.

“Saat itu saya berada di dek belakang kapal, berdzikir dab berdoa, ya Alllah bila saya punya salah, saya mohon hukumlah saya tapi jangan anak buah saya,” ujar pria kelahiran Semarang Jawa Tengah ini. Sepenggal cerita itulah rupanya tidak bisa dia dilupakan hingga kini. Namun kini Heri memiliki tugas baru, yakni menjaga perairan Balikpapan dan sekitarnya, dengan bermarkas tidak di dek kapal lagi yang selalu bergoyang terkena ombak, melainkan di Lanal Balikpapan.

Sebagai pendatang baru dalam kancah Muspida Balikpapan, sosok Heri tidak seserem satuannya.   Namun sebaliknya, lulusan Akademi AL tahun 1988 ini ternyata dikenal cukup familier dan ramah. Keramahannya itu ditunjukkan saat ia menggelar minum kopi bersama instansi maritim di kompleks Lanal Balikpapan, Kamis (28/6). Dalam kesempatan itu Heri mengajak seluruh undangan untuk latihan menembak bersama di lapangan Lanal. Sehingga even itu menjadi saat yang paling mengesankan bagi para undangan, karena jarang sekali dilakukan di institusi militer lain.

Sebagai komandan yang bertugas memberi dukungan kapal-kapal perang, yang beroperasi di Ambalat dan Alur Laut Kepulauan Indonesia (Alki) II, Heri dan jajarannya akan berupaya proaktif dalam menegakkan hukum di laut wilayah Balikpapan, yang luasnya dari Tanjung Aru, Paser hingga Tanjung Santan dan Selat Makassar. “Kemampuan kapal-kapal kami di Lanal ini hanya sampai wilayah itu, tetapi sebenarnya tanggung jawab kami seluruh perairan Indonesia,” kata alumni Akademi AL tahun 1988 ini.

Untuk mengamankan peraiaran Balikpapan, Heri akan selalu bekerjasama dengan seluruh instansi maritim untuk melakukan patroli bersama. Ia juga berharap adanya dukungan informasi dari semua pihak, mengenai segala bentuk kegiatan ilegal di laut. “Kalau ada informasi kegiatan ilegal di laut, silahkan hubungi kami,” ujarnya. Tugas lain yang diemban Lanal Balikpapan adalah membina potensi kekuatan nasional maritim, dan bersinergi dengan masyarakat nelayan, terutama menyangkut keluhan  para nelayan di laut. “Kita sosialisasi kepada masyarakat nelayan tentang cara menangkap ikan yang baik dan benar,” ujarnya.(joi)

Nama Lengkap : Ahmadi Heri Purwono
Pangkat     : Letkol Laut (P)
Jabatan     : Danlanal Balikpapan
TTL        : Semarang, 28 Oktober 1965
Nama Istri     : Dwi Astuti Rahayu
Anak         : -Rendy (13)
-Shandy (9)
Pendidikan terakhir    : Sesko AL
Pengalaman Penugasan :-Komandan KRI Soputan
-Komandan KRI Sura
-Komandan KRI Singa
-Komandan KRI Badik
-Pabanrem SOPS Armatim
-Komandan Lanal Balikpapan(joi)

Hargailah Perasaan Model

July 29, 2007

*Teknik Photography ala Hary Subastian

Balikpapan, Tribun -Sebagai seorang fotografer, sosok seorang model merupakan obyek paling menarik untuk dijadikan hiasan lensa. Apalagi fotografer yang berkecimpung di dunia fashion photograpy. Wanita cantik seolah-olah memiliki daya tarik tersendiri, apalagi saat berpose di depan lensa kamera. Namun, keberadaan seorang model harus tetap menjadi sebuah icon yang harus dihargai.
Itu lantaran profesinya yang juga manusia biasa seperti kita.

Dengan demikian, seorang fotografer itu harus bisa menghargai dan menjaga perasaan setiap model yang dipotretnya, agar tidak tersinggung. Demikian dikatakan Hary Subastian, dalam Photography workshop yang diselenggarakan Total Photography Club (TPC), di Ballroom Hotel Blue Sky, Balikpapan, Sabtu (23/6). Dihadapan sekitar 50 pecinta fotograpy di Balikpapan, Hary menceritakan berbagai pengalamannya di dunia potret memotret.

“Jadi, kalau dia (model ‘red) cantik terus terang saja katakan cantik. Kalau ada bagian tubuhnya yang menarik, katakan apa adanya, agar model bisa lebih senang dan percaya diri,” kata lelaki yang juga ftografer majalah Cosmopolitan ini. Namun sebaliknya juga demikian, lanjut Hary, bila sang model itu ada yang kurang atau kurang bagus, maka katakanlah apa adanya. Tetapi yang wajar, yang tidak menyinggung perasaannya. Menurut Hary, metode seperti itu tidak pernah ada dalam teori, tetapi  berdasarkan pengalamannya, yakni untuk menjalin hubungan yang baik antara fotografer dan model.
“Jadi, bila sang model haus, ya diambilkan minum,” ujarnya.

Workshop yang mengambil tema Fashion and Glamour Photography itu, Hary memaparkan lebih  dalam lagi dunia permodelan. Bila terjun di dunia swim wear photograpy, ungkap Harry, seorang fotografer harus memiliki sentuhan khusus, dan jangan pernah berfikir ‘ke arah situ’. “Bersikaplah secara wajar dan jangan nafsu. Bila nafsu, jangan ditunjukkan,” katanya. Karena, menurut Hary, terkadang ada model yang tidak cocok dengan cara-cara fotografer memotret.

Dalam workshop itu, Hary juga menjelaskan secara detail teknik memotret model, tata rias, busana dan komposisi bagroud yang tepat, sehingga menghasilkan gambar yang bagus. Acara workshop itu juga diisi dengan sesi pemotretan model. Dua sesi ini dilakukan di dalam dan di luar ruangan, seperti di sesi pemotretan di kolam renang Hotel Blue Sky.

Ketua Panitia workshop photography TPC Ali Ridwan sebelumnya mengatakan, kemampuan seorang fotografer dinilai dari hasil fotonya. Apakah hasilnya mampu mengangkat atau menjual apa yang dipotretnya. Dalam pemotretan fashion and glamour, fotografer harus bisa menampilkan keindahan seorang model, pakaian yang ia kenakan, pernak-perniknya dan tata rias yang ia kenakan.(joi)

*Tarif dari 100 USD Hingga 200 USD per Malam

July 29, 2007

Melihat Samboja Lodge BOS

BILA kita mengunjungi kawasan konservasi satwa Borneo Orangutan Survival (BOS), pasti kita akan menemukan sebuah penginapan yang sangat rindang dan asri. Lokasi Samboja Lodge BOS masuk kira-kira 7 km dari Jl Balikpapan-Handil Km 44 Kelurahan Margomulyo Samboja, Kutai Kartanegara. Di area konservasi yang luasnya sekitar 1850 ha, berdiri bangunan tinggi yang di dalamnya memiliki 26 ruangan.
Karena lokasinya berada di area konservasi, pengelola BOS sengaja mendesian bangunan ini sangat natural, ditambah lagi ornamen-ornamen dari kayu dan taman yang sangat sejuk dipandang. Bagian atap bangunan berbentuk huruf T ini juga dilapisi ijuk yang membuat suasana semakin dingin. Belum lagi suara percikan air mancur, yang berada di halam depan pintu masuk menuju lodge ini, seolah-olah membuat kita berada di daerah aliran sungai kecil. Suasana alami juga terlihat jelas di bagian receptionist Samboja Lodge. Selain meja dan barang perabotannya terbuat dari kayu, bagian tembok dua area receptionist ini disusun dari batu-batuan, menyerupai dinding bangunan kuno. Seleuruh ruangan bangunan penginapan ini menghadap ke dua arah, yakni hutan rimbun hasil rehabilitasi BOS sejak berdiri 2000 lalu.
Berbagai perabotan di dalamnya pun juga terbuat dari sampah kayu, seperti kursi dan meja makan di resort, serta hiasan-hiasan didinding lainnya. Dari 26 ruangan, sebanyak 22 ruangan standart dengan tarif permalam 100 USD. Dua rungan lain yang berada di paling ujung bangunan, yakni Queen Sweet Room bertarif 150 USD. Sedangkan dua rungan lagi yang berada di menara paling atas bangunan itu, yakni Tower Sweet Room tarifnya 200 USD.
Menurut Manager Samboja Lodge BOS Rafaella Commitante, penginapan itu sengaja dibangun untuk memeprsiapkan BOS apabila suatu saat nanti yayasan ini harus berdiri sendiri, tanpa bantuan donatur dari pihak asing.
Selain untuk umum, Samboja Lodge juga biasa ditempati para ekspatriat atau sukarelawan asing yang melakukan penelitian di tempat itu. “Setengah dari pemasukan lodge ini digunakan untuk opersional penginapan ini, dan setengahnya lagi untuk program BOS,” kata Rafaella. Menurut wanita asal Italia ini, Samboja Lodge BOS sudah berdiri sejak awal Januari 2007 lalu, namun pendiriannya saat ini tinggal menunggu ijin dari pemerintanh Kukar.
Seorang wanita asal Amerika Serikat Brooke Duling, yang sedang melakukan penelitian di tempat itu mengatakan, bahwa penginapan itu merupakan tempat hunian yang sangat menarik dan alami. “Pemandangannya cukup menarik. Ini baru pertama kali saya menemukan penginapan di tengah hutan seperti ini,” kata Brooke.(joi)
Daftar Ruang :
-Tower Sweet Room    200 USD
-Queen Sweet Room     150 USD
-Standart Room     100 USD(joi)

Orangutan pun Cerdas Seperti Manusia

July 29, 2007

TERNYATA tidak hanya manusia yang mempunyai akal, orangutan pun juga memiliki pemikiran yang cerdik layaknya manusia. Buktinya, orangutan yang direhabilitasi di Borneo Orangutan Survival (BOS) Samboja, Kukar. Di kawasan BOS yang luasnya, sekitar 1850 ha ini terdapat enam pulau buatan. Pulau-pulau ini digunakan sebagai tempat merehabilitasi orangutan yang sakit hepatitis, dan tidak bisa dilepas liarkan atau dicampur dengan kawan-kawannya.

Namun di dalam area pulau buatan yang dikelilingi sungai itu, orangutan ‘penyakitan’ ini nampaknya cukup cerdas sekali. Mereka seringkali keluar dari area itu, baik dengan cara menyeberangi air hingga atau menggunakan batang pohon sebagai jembatan. Sebatang pohon yang telah mengering misalnya. Pohon ini mereka ayun-ayunkan hingga roboh, lalu digunakan sebagai hembatan untuk menyeberangi sungai, yang lebarnya kira-kira 2-3 meter. Situasi seperti itu tentu saja membuat, operator lapangan BOS kocar-kacir. Karena mereka tidak menyangka, bagaimana orangutan bisa keluar dari tempat tinggalnya.

Cara lain yang dipakai orangutan untuk keluar dari pulau itu adalah dengan mengukur kedalaman sungai. Bila mereka menemukan dahan pohon yang jatuh, orangutan biasanya akan menggunakan kayu itu untuk mengukur kedalaman sungai. Dan bila kedalaman sungai itu tidak melebihi lehernya, para orangutan itu nekat ‘nyebur’ dan keluar dari pulau. “Jadi petugas kita setiap hari berpatroli mengontrol area itu, untuk menyingkirkan dahan-dahan pohon yang jatuh, agar tidak dipakai orangutan untuk yang keluar dari pulau itu,” kata Manager Project of Wanariset Paramita Ananda.

Untuk memberikan tempat yang nyaman bagi orangutan dan anak-anaknya, pengelola BOS sengaja melengkapi pulau-pulau itu dengan berbagai mainan, seperti ayunan, tali yang menghubungkan satu tiang dengan tiang lain dan juga tempat berteduh. Saat ini, jumlah orangutan yang direhabilitasi di BOS sekitar 218 ekor, yang umurnya bervariasi dari  1 bulan hingga 20 tahun.

Ada juga cerita menarik lain mengenai orangutan di tempat itu. Gayatri misalnya. Orangutan yang baru berusia 1 bulan ini terpaksa harus tinggal bersama-sama dengan baby sitter. Gayatri ditinggalkan Golam, ibunya, yang usianya juga masih relatif muda, yakni sekitar 7 tahun. Menurut Paramita, Golam tidak mau menyusui Gayatri lantaran ‘ia’ merasa risih dan ‘kagok’, karena usianya yang masih relatif muda. Akibat perlakuan itu, baby sitter yang bekerja selama 24 jam mengurusi bayi-bayi orangutan, harus menyusuinya. Susu yang disuapkannya pun juga sama dengan bayi manusia, yaitu susu SGM 1 dan 3.

Selain enam pulau yang digunakan untuk menampung orangutan panyakitan. Di kawasan BOS juga terdapat sekolah hutan. Sekolah hutan yang berada jauh dari akses manusia ini hanya diperuntukkan bagi anak-anak orangutan yang usianya 2 hingga 5 tahun. Sayangnya, area ini tidak bisa dikunjungi, karena merupakan daerah terlarang untuk manusia, kecuali tenaga teknisi.(jo

TNI dan TDM Amankan Perbatasan Bersama

July 29, 2007

Effendi : Solve This Problem Take It Cool

Balikpapan, Tribun – Tentara Diraja Malaysia (TDM) dan TNI AD melakukan patroli bersama, di sepanjang perbatasan antara RI dan Malaysia. Di sepanjang 2004 km, yang melintang dari Kalimanatan Barat hingga Kaltim itu, TNI bersama-sama dengan TDM membangun sebanyak lebih dari 40 pos-pos patroli. Demikian disampaikan Panglima I Div TDRM Letjen Dato Muhammad Effendi, dalam kunjungannya ke Markas Kodam VI/Tpr, Kamis (14/6).

Untuk sebuah pos pantau yang berada di sepanjang perbatasan wilayah Indonesia, dijaga oleh satu peleteon pasukan TNI dan satu regu tentara Malaysia. Sebaliknya, di perbatasan wilayah Malaysia dijaga oleh satu peleton TDM dan satu regu TNI. Hal ini, lanjut Effendi, bertujuan untuk menjaga kedaulatan kedua negara secara bersama. “Kita satu rumpun, tidak ada perbedaan, seharusnya kita saling merapat, memahami dan bekerjasama demi kedaulatan nusantara. Ini adalah misi pak Lah (nama panggilan Perdana Menteri Malaysia, Abdullah Baidawi), dan visi presiden Indoneisa agar keharmonian itu harus terjamin demi kedaulatan dan kemakmuran nusantara,” kata Effendi.

Labih jauh, Effendi tidak ingin bahwa keberadaan media akan menjadi persoalan lebih besar. “Makanya yang kita worry (kuatirkan) adalah media massa. Jadi setiap masalah-maslaah kecil seperti itu tidak perlu dibesar-besarkan. Kalau sensisitf itu akan menyebabkan International fear, gak perlu dibesar-besarkan. Solve this problem, take it cool,” ujarnya, saat duduk persis disamping Pangdam VI/Tpr Mayjen TNI GR Situmeang.

Ditanya mengenai keberadaan patok di wilayah perbatasan itu, memang ada indikasi bahwa patok-patok itu hilang, bergeser, bahkan rusak. Namun bergesernya patok itu disebabkan oleh faktor alam, jadi bukan manusia. Dalam setiap patroli bersama, lanjut Effendi, pasukannya dan TNI akan melaporkan kepada masing-masing konsulat apabila menjumpai patok yang rusak. Demikian pula sebaliknya. Sehingga dengan saling koordinasi seperti itu hubungan kedua negara bisa saling terjaga.

Disinggung mengenai tentaranya di perbatasan yang terlibat ilegal logging, jenderal yang tiba bersama 20 asisten dan stafnya ini mengatakan, pihaknya akan menindak prajuritnya yang terlibat kegiatan ilegal logging.
Begitu pula dengan Pangdam VI/Tpr Mayjen TNI GR Situmeang. Menurut Situmeang, pihaknya sudah memroses pasukannya yang terlibat kegiatan ilegal logging di perbatasan. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, pasukan TNI yang bertugas di pos perbatasan melolosakan pembalakan liar. Kasus itu, lanjut Situmeang, masih ditangani POM TNI AD. Rencanya, dua bulan kedepan Kodam VI/Tpr dan jajarannya akan melakukan lawatan balik ke Malaysia. Usai kunjungan itu, Effendi dan jajarannya melanjutkan perjalanannya ke markas Kompi Raider 600 yang terletak di Manggar.(joi)

Menjadi Surga Para Satwa

July 29, 2007

*Melihat Rehabilitasi Lahan

“Bila menjelang sore atau malam, kita sering jumpai kancil, kijang, babi hutan, macan dahan, bahkan ular piton yang besarnya seukuran paha manusia. Satwa-satwa itu saat ini menjadikan area ini tempat tinggal yang nyaman,”kata Nanang, karyawan Borneo Orangutan Survival (BOS), yang biasa lalu lalang di kawasan konservasi yang terletak di Km 44 Samboja, Kukar.

SUDAH hampir tujuh tahun, BOS beroperasi dan merehabilitasi lahannya di Kelurahan Margomulyo, Samboja, Kutai Kartanegara. Mungkin bisa dibayangkan, bagaimana kondisi area itu sebelumnya. Seperti halnya bukit-bukit yang berada daerah Batakan, Manggar dan Gunung Tractor Balikpapan, lokasi BOS ini dulunya hanya berupa alang-alang terbuka, yang didalamnya jarang sekali dijumpai binatang.
Maklum saja, 50 tahun silam, area terbuka ini merupakan tempat pembalakan kayu terbesar pertama di Indonesia. Kemudian, para penjarah itu meninggalkan tempat ini begitu saja, tanpa merehabilitasinya kembali.

“Sebelumnya ‘nol’, jangankan kehidupan, serangga pun gak ada, jadi panas telinga,” kata President Director BOS, Willie Smits. Kontan saja, kondisi yang demikian itu membuat kancil, kijang, babi hutan dan ‘kawan-kawannya’ ogah mendiami tempat seluas 1850 ha itu. Belum lagi kepunahan yang saat itu mereka (satwa ‘red) derita, akibat tidak adanya sarana tinggal yang nyaman dan minimnya sumber makanan.

Namun kini suasananya sudah berbeda. Beberapa jenis pohon khas Kalimantan sudah tumbuh dan berkembang di dataran Kukar ini. Lahan kritis yang dulunya berupa alang-alang, kini sudah beruba berubah seolah-olah tertutub oleh rerimbunan. Sudah lebih dari 732 jenis tanaman dan pohon, termasuk pohon fast growing (tanaman cepat tumbuh) berkembang di area ini. Akibat rehabilitasi massive ini, beberapa satwa liar juga sudah mulai kembali.
Seperti yang dikatakan Nanang di atas, beragam satwa seperti king kobra, piton, biawak, bekantan, lutung merah, beruk dan lebih dari 98 spesies burung sudah hadir di tempat ini. “Bahkan generasi elang juga sudah terlahir di sini,” ujar Smits.

Pemulihan lahan kritis ini dilakukan secara bertahap. “Awalnya, tahun 2000 lalu, luas lahan ini cuma 60 ha, kemudian diperluas 90 ha, 180 ha dan akhirnya sekarang 1850 ha,” kata Ishak Yasir. Untuk merubah iklim mikro di daerah itu, BOS melakukan penanaman jenis-jenis buah dan fast growing.     Sehingga, lanjut Ishak, dengan adanya perubahan itu diharapkan satwa-satwa yan dulunya mendiami kawasan itu akan kembali.
Selain menjadi surga bagi satwa liar, dampak lain dari rehabilitasi itu adalah memperbaiki fungsi hidrologis di kawasan itu. Sehingga kandungan air dalam tanah di kawasan itu kini sudah mencapai 50 juta meter kubik. Dan jumlah itu bisa menjadi lebih besar lagi, jika nantinya rehabilitasi sudah benar-benar terpenuhi 100 persen.
“Tiga tahun terakhir ini banjir di Margomulyo sudah mulai berkurang. Padahal dulu di kawasan ini sering  banjir bila hujan lebat,” kata Ishak.
Namun ada satu hal yang disayangkan. Jalan yang menjadi askes utama menuju lokasi BOS, yang juga tempat penelitian ini sangat memprihatinkan. Pihak BOS sendiri sudah sering meminta bantuan ke pemerintah Kukar, namun hingga kini belum terealisasi. Kondisi ini menyulitkan para pelajar, termasuk instansi yang akan berkunjung ke lokasi yang jaraknya 7 Km dari ruas jalan Balikpapan-Handil.(joi)

Liburan, Dharma Lautan Tawarkan Paket Menarik

July 29, 2007

*Dari Wisata Arung Jeram Hingga Diskon Bagi yang Berprestasi

Balikpapan, Tribun -Perusahaan pelayaran swasta, PT Dharma Lauatan Utama (DLU) membuka paket menarik menjelang musim liburan mendatang. Paket liburan yang dikemas dalam Dharma Ceria 2007 ini diantaranya, pemberian diskon dari 10 hingga 15 persen untuk penyeberangan kendaraan sepeda motor dan jenis sedan, diskon tiket 50 persen untuk juara kelas I, II dan III serta paket menarik yaitu wisata petualangan arung jeram, di sungai Pekalen Probolinggo, Jawa Timur.

Demikian disampaikan Kepala Cabang PT DLU, Herman Fajar, dalam jumpa pers di kantornya, Rabu (13/6). Untuk sebuah aket petualangan arung jeram, DLU bekerjasama dengan Songa Rafting akan menggelar wisata menelusuri sungai Pekalen Probolinggo dengan menggunakan perahu karet. Paket ini cocok untuk remaja yang menyukai tantangan, dan bisa dilakukan secara berkelompok atau tim. Tarif per orang  dikenakan Rp 350.000, termasuk harga tiket yang besarnya 25 persen dari harga itu. “Harga ini termasuk akomodasi penginapan, transportasi darat dan lainnya,” kata Herman.

Selain Dharma Lautan adventure, DLU juga menawarkan paket liburan murah bersama keluarga, dengan diskon 10 hingga 15 persen. Tidak hanya itu, bagi sekolah yang akan mengadakan studi badning atau kunjungan ke luar pulau, akan diberi potongan khusus tiket sebesar 10 persen, minimal 25 orang. Bagi siswa-siswi yang berprestasi, DLU juga memberikan potongan tiket sebesar 50 persen. Paket ‘Sang Juara’ ini diberikan kepada mereka yang naik kelas atau lulus dengan peringakat I, II dan III. Untuk menghindari kebosanan selama pelayaran, PT DLU juga menyelenggarakan berbagai hiburan di atas kapal, seperti lomba panco, menggambar, mewarnai dan pemutaran film box office, serta pembagian door prize.

Program yang dikeluarkan DLU tersebut merupakan program tahunan yang dilakukan secara nasional. Tujuannya adalah untuk memebrikan pelayanan kepada kostumer DLU dalam menjelang musim liburan. “Harapan kami, dengan adanya paket ini, para pengguna jasa kami bisa memanfaatkan dengan kesempatan ini, khususnya para pelajar,” kata Herman.(joi)

Paket Dharma Ceria 2007 :
Jenis layanan             Harga/potongan    Tanggal
-Liburan bersama keluarga    Diskon 10-15 persen     10 Juni-31 Juli 2007
-Paket Sang juara        Diskon 50 persen    21 Juni-28 Juli 2007
-Wisata Arung Jeram         Rp 350.000 + tiket    14 Juni-3 Juli 2007
-Paket Studi Banding         Diskon 10 persen    *) minimal 25 orang

Jadwal rutin kapal :
Kapal         Tujuan         Setiap Kamis
KM Kirana     Balikpapan-Surabaya    Pukul 18.00 Wita
KM Mutyara    Balikpapan-Makassar     Pukul 12.00 Wita(joi)

Pelabuhan Semayang Akan Terapkan Single Window

July 29, 2007

Balikpapan, Tribun -Pelabuhan Semayang Balikpapan sebantar lagi akan menerapkan sistem Nasional Single Windows (NSW). NSW merupakan sistem elektronik yang mampu melayani pengajuan dan pengolahan data serta informasi, pengambilan keputusan kepelabuhanan, kebandarudaraan dan kepabeanan secara terpadu. Sehingga dengan penerapan sistem baru tersebut, maka kecepatan pelayanan dan efisiensi. Demikian disampaikan Humas PT Pelindo Balikpapan Armin Alwi, sehari setelah menerima tim monitoring dari Dirjen Hubla, Jumat (8/7).

Dasar hukum pembentukan NSW tersebut sesuai Keppres No 24 tahun 2005 tentang tim koordinasi peningkatan kelancaran arus barang ekspor dan impor. Sehingga dengan penerapam sistem informasi baru tersebut, pelayanan di pelabuhan Semayang Balikpapan bersama pelabuhan lain di Indonesia bisa diaskes langsung oleh pelabuhan di seluruh wilayah Asean. “Saat ini pelabuhan di Indoneisa yang sudah uji coba sistem NSW adalah Batam. Sedangkan di Semayang tergetnya pada 2008 sudah harus selesai dan diterapkan,” kata Armin.

Dengan diterpakannya sistem Single Windows ini, maka berbagai cara manual seperti pantauan terhadap kapal-kapal asing yang masuk dari luar negeri, isi muatan dan volumenya dapat diakses dengan mudah, baik oleh PT Pelindo, Bea Cukai maupun kantor Administrator pelabuhan.

Sementara itu, tim yang melakukan monitoring langsung ke PT Pelindo Balikpapan adalah Kasi Pertambangan, Pariwisata dan TKBM Simson Sinaga dan Staf Subbid Angkutan Laut Luar Negeri Een Nuraini dari Departemen Perhubungan Pusat. “Kedatangan kami kesini saat ini masih dalam rangka pendataan perangkat-perangkat yang dimiliki pelabuhan Semayang, dan memantau sejauh mana peralatan yang ada disini. “Jika ini sudah bisa dipalikasikan, nanti manfaatnya akan dirasakan pemerintah, regulator, operator dan pengguna jasa pelabuhan sendiri,” kata Simson.

Menurut Simson, seluruh proses kegiatan yang terkait dengan lalu lintas barang impor dan ekspor dari dan ke Indonesia dapat dilakukan atau diselesaikan hanya melalui single portal, yang dapat diaskes melalui internet di lokasi masing-masing. Sehingga seluruh sistem pelayanan di semua instansi dan institusi yang terkait dengan barang eksport import, akan terintegrasi menjadi satu sistem terpadu.(joi)

Manfaat Single Windows :
-Mempercepat kelancaran arus barang dan dokumen.
-Meningkatkan daya saing produk di pasar Internasional
-Mengurangi birokrasi dalam pengurusan perizinan ekspor, impor dan kepabeaan.
-Meningkatkan transparasi untuk menghilangkan penyalahgunaan wewenang.
-Meningkatkan informasi publik mengenai kebijakan ekspor dan import
-Mencegah under invoicer dan menciptakan measurable cost.
-Mengurangi adanya penyelundupan.(joi)