Depkeu Puji Sistem Perencanaan Pembangunan Balikpapan

Balikpapan, Tribun – Staf Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan memuji sistem perencanaan dan impelentasi perencanaan pembangunan Balikpapan. Bahkan menganggap perkembangan investasi di Balikpapan sangat maju dibandingkan kabupaten/kota lain di Kaltim. Indikatornya terlihat semakin banyaknya investor yang tertarik masuk ke Balikpapan.
“Kami memilih Balikpapan untuk daerah Kaltim karena perencanaan pembangunannya cukup bagus. Hal ini penting karena kita ingin tahu dampak desentralisasi fiskal terhadap daerah, khususnya perkembangan investasi dan kendala-kendala yang dialami. Ternyata di bandingkan daerah lain investasi di Kaltim sangat bagus. Kendala hanya persoalan pembebasan lahan saja,” terang staf Depkeu Ria Sartika Azhari sesaat menuju keberangkatannya ke Jakarta di Bandara Sepinggan, Rabu (18/7).
Ditambahkan Ria, pihaknya tak terlalu menyinggung persoalan kemampuan fiskal Balikpapan, tetapi lebih mengarah kepada alokasi transfer dana dari pusat. Pasalnya, apabila perkembangan pembangunan akibat kebijakan desentralisasi fiskal ini cukup pesat, maka alokasi transfer dana dari pusat akan cukup berperan.
“Kita meminta masukan-masukan dari beberapa daerah pantau untuk kemudian dikaji. Penelitian kita ada sekitar sembilan daerah. Di Kalimnatan yang terpilih hanya Balikpapan. Pilihan daerah melalui keterwakilan daerah melaluis kondisi fiskal daerah dan provinsi,” ujarnya.
Ada keterkaitan dengan rencana penghapusan Dana Alokasi Umum terhadap Kaltim?”Tidak ada. Ini keterkaitan desentralisasi fiskal secara umum. Memang tadi dikaitkan dengan DAU, tapi sudah kita klarifikasi bahwa pengertian di daerah DAU akan dihapus mulai tahun 2008. Kami jelaskan kebijakan penghapusan DAU tidak dilakukan sama sekali. Hanya mungkin menerima kurang atau lebih dari sebelumnya,” ucapnya.
Dijelaskan Ria bahwa alokasi DAU sangat tergantung kondisi fiskal dan jumlah pegawai di daerah masing-masing. Setelah itu baru dihitung secara nasional apakah akan ada penurunan atau peningkatan. Ria meyakinkan kajian yang mereka lakukan bukan menjadi penilaian untuk penghapusan DAU. “Tidak secara langsung ada hubungannya. Dan penghapusan DAU sangat tergantung pada kondisi data dari daerah masing-masing, baik data-data fiskal dan data-data dasar lainnya. Yang kita lakukan ini khusus untuk investasi, kedepannya seperti apa? Kendala dan kemudian perencanaan investasi di Balikpapan seperti apa? Kita juga menyinggung masalah investasi, perizinan dan sebagainya,”tegas Ria.(lia)

-Delapan pertanyaan berupa sistem administrasi perizinan satu atap, paket insentif investasi, pembangunan infrastruktur, kebijakan ekonomi lokal dan pengembangan UKM, strategi penanggulangan kemiskinan, strategi pemberdayaan ekonomi desa, strategi promosi investasi, struktur organisasi di bidang ekonomi dan pembangunan daerah dan strategi kerjasama antar daerah.
-Tujuannya untuk mengetahui dampak desentraliasi fiskal. (lia)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: