Archive for the ‘Education’ Category

Syahrumsyah : Awal 2008 Lahan Sudah Bebas

September 23, 2007

Rencana SMAN 8 Menjadi Sekolah mangrove

Pusatpembelajaranmangrove dijaidkan pusat ekowisata Rencana Penetapan SMAN 8 Sebagai Sekolah Mangrove

* Sosialisasi ekosistem pesisir dan composting

* Sosialisasi pengelolaan dan rencana peruasan hutan kota mangrove

* Pembuatan jembatan pagar mangrove

* Pembanguna pagar pada zzona inti seluas 3,2 ha

* Pembangungn tempat parker SMAN 8

* Pembanungn tempat pembibitan mangrove

* Pembuatan mateir porses pembelajaran ekosistem dan psiir

* Peningkatan kapasits SDM pelajarn SMAN , guru dan masyarakat

Penggunaan Dana BOS Balikpapan Diaudit

September 18, 2007

Badan pengawasan keuangan dan pembangunan (BPKP)  melakukan audit terhadap penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang diterima 50 sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Tim BPKP beranggotakan dua orang itu memeriksa kepala sekolah dan bendaharawan sekolah perihal penggunaan pembiayaan sekolah.
Kepala Seksi Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Balikpapan Farida Ibrahim mengatakan, dana operasional sekolah yang diaudit BPS mencakup seluruh penggunaan bantuan BOS pusat selama setahun tahun anggaran 2006.
“BPKP melakukan pemeriksaan terhadap 30 SD dan 20 SMP penerima bantuan BOS. Audit dilakukan untuk klarifikasi penggunaan dana dan SPJ (Surat pertanggung jawaban-red) atas penggnuaa dana,” katanya saat ditemui di kantor Disdik Balikpapan, Jumat (14/9).
Audit terhadap pemakaian dana BOS berlangsung sejak 10 September sampai dengan 17 September 2007. Sejak senin lalu tim BPKP telah mendatangi sekolah untuk pemeriksaan pembukuan keuangan sekolah. Pemeriksaan maraton pemakaian dana BOS dilanjutkan di ruang Rapat Dinas Pendidikan  ota Blikpapan mulai Jumat (14/9) untuk verifikasi berkas rincian laporan penggunaan bantuan operasional sekolah serta verifikasi jumlah siswa penerima BOS tahun 2006.
Farida Ibrahim menerangkan pengawasan penggunaan dana BOS itu dilakukan untuk meneliti kelayakan pemakaian dana bos yang diberikan pada sekolah yang dihitung berdasarkan jumlah siswa.
Pada penyaluran BOS tahun 2006 alokasi bantuan BOS tingkat sekolah dasar sebesar Rp 235.000 per orang selama setahun. Untuk BOS tingkat SMP dialokasikan bantuan BOS ke sekolah sebesar Rp 325.000 per siswa selama setahun. Dana bantuan operasional sekolah disalurkan pusat ke sekolah itu untuk membiayai kebutuhan pembelajaran mulai dari biaya penerimaan siswa baru, ulangan umum, alat tulis kantor,  honor guru, remedial, pengayaan,  buku dan perbaikan ringan ruangan kelas.

Subsidi Satu dari Tiga Buku Wajib
Pemberlakuan bantuan operasional sekolah yang membiayai kebutuhan biaya belajar mengajar di sekolah menimbulkan reaksi dari kalangan orang tua murid. Banyak orang tua murid yang mempertanyakan penggunaan dana BOS dari pusat tersebut. Karena pihak orang keberatan kalau mesti membeli buku yang seharusnya ditanggung dari subsidi BOS pusat tersebut.
Kepala Seksi Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Balikpapan Farida Ibrahim mengatakan, pihaknya pernah menerima keluhan tentang masih adanya kewajiban membeli buku sekolah tersebut. Umumnya orang tua mempertanyakan untuk apa penggunaan dana BOS pusat kalau orang tua harus membeli buku juga.
“Masalah itu yang masyarakat kadang pertanyakan. Padahal dalam aturan penggunaan dana BOS pusat memberikan subsidi pengadaan satu satu dari tiga buku wajib yaitu Matematika, Sains dan Bahasa Indonesia,” katanya, Jumat (14/9).
Farida menjelaskan, pihaknya telah mengintruksikan agar seluruh sekolah mengoptimalkan dana BOS dari pusat itu dengan menggunakan dana tersebut sesuai peruntukan yang diatur dalam petunjuk penggunaan BOS. Dana bantuan operasional sekolah disalurkan pusat ke sekolah itu untuk membiayai kebutuhan pembelajaran mulai dari biaya penerimaan siswa baru, ulangan umum, alat tulis kantor,  honor guru, remedial, pengayaan,  buku dan perbaikan ringan ruangan kelas.
Dalam penetapan pengalokasikan penggunaan dana BOS tersebut harus disepakati melalui rapat antara Kepala sekolah, dewan guru yang disetujui oleh komite sekolah.  Pengalokasian anggaran BOS itu yang telah disepakati semua pihak itu dituangkan dalam RAPBS (rancangan anggaran penerimaan dan belanja sekolah = RAPBS). Segala pengeluaran dana BOS termasuk realisasi pembelian buku mana dari mata pelajaran wajib  dibeli sekolah  harus memperoleh pengesahan dari komite sekolah.

Hari Ini 251 Mahasiswa Tridharma Diwisuda

September 11, 2007

* Wisudawan didominasi lulusan FKIP

Balikpapan, Tribun – Hari ini Sabtu (8/9) sebanyak 251 mahasiswa Universitas Tridharma diwisuda
pada pengukuhan Wisudawan Wisudawati Sarjana S1 Universitas Tridharma ke-28 di Grand Ball Room Novotel Balikpapan. Lulusan yang dikukuhkan sebagai sarjama berasal dari Fakultas Hukum, Teknik, Ekonomi, Fakultasi ilmu sosial dan ilmu politik (Fisipol) , Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Program studi Matematika dan Biologi. Pengukuhan gelar sarjana perguruan tinggi tersebut didominasi lulusan FKIP.
Persiapan pengukuhan gelar sarjana diawali Gladi Resik yang digelar Jumat (7/9). Saat itu seluruh mahasiswa yang akan diwisuda memperoleh pengarahan dan simulasi prosesi wisuda.  Panitia penyelenggaraan wisuda Syarifuddin Odang mengatakan, simulasi  wisuda itu memperagakan prosesi kegiatan pengukuhan mahasiswa sesuai dengan agenda yang disebarkan pada undangan. Agenda wisuda tersebut meliputi laporan rektor, prosesi wisuda dan sambutan kepala yayasan dan tokoh akademik lain. Dijadwalkan wisuda akan dihadiri  Kordinator kopertis wilayah XI Kalimantan Dra Sudarmi, Walikota Balikpapan Imdaad Hamid, dan Pangdam VI/Tpr Mayjen GR Situmeang. Wisuda akan digelar mulai jam 8.
Pelaksanaan wisuda ke-28 kali ini mencetak paling banyak lulusan FKIP. Dari 251 lulusan yang akan diwisuda, 85 wisudawan diantaranya berasal dari  Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP Jurusan MIPA) Program studi Matematika dan Biologi. Sisanya adalah   63 wisudawan dari Fakultas Hukum, 13 lulusan dari Fakultas Teknik, 58 lulusan dari Fakultas Ekonomi, 32 lulusan dari Fakultas Ilmu sosial dan ilmu politik (FISIP).
Ketua Yayasan Pendidikan Miliana pemilik Universitas Tridharma Hj Soedarmi Aisyah mengatakan, pelaksanaan wisuda 251 lulusan Tridharma merupakan wujud komitmen partisipasi perguruan tinggi dalam bidang pendidikan dengan mencetak sumber daya manusia yang siap pakai untuk kesuksesan pembangunan di daerah.
“Sebagai perintis perguruan tinggi di Kaltim, kami mencetak  mutu sumber daya manusia dengan semaksimal mungkin meningkatkan kualitas lulusan,” jelasnya ketika ditemui menjelang gladi resik di Hotel Novotel Balikpapan, Jumat (7/9).
Rektor Universitas Tridharma Drs  Achmad Bunnasa MM MH menerangkan, Universitas yang berdiri 28 Februari 1978 telah terakreditasi Badan Akreditasi nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) telah mencetak ratusan mahasiswa yang sebagian besar terserap di dunia kerja. Dengan pengukuhan 251 wisudawan baru ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja serta meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam berbagai sektor pembangunan. “Kami tetap berkomitmen untuk memberikan kontribusi pada pembangunan dalam hal pengembangan sumber daya manusia,” terangnya.
Achmad Bunnasa membenarkan lulusan terbanyak berasal dari FKIP diharapkan memenuhi kebutuhan kualitas guru bergelar S1 yang bisa memberikan kontribusi bagi pengembangan dunia pendidikan.
Panitia pelaksana Wisuda Universitas Tridharma  Syarifuddin Odang mengatakan, untuk menjamin kelancaran proses wisuda, seluruh calon wisudawan menjalani gladi resik yang melatih pragaan proses wisuda. Simulasi wisuda itu mulai dari persiapan prosesi, pengukuhan sarjana dan agenda lain.
Pelaksanaan wisuda akan dipimpin langsung rektor Universitas Tridharma Drs  Achmad Bunnasa MM MH didampingi  Pembantu Rektor I Drs Kuswadi, Pembantu Rektor II Ir Sutadiantara, Pembantu Rektor III Ir Riseptridarma. Turut hadir Dekan 5 fakultas yaitu Dekan fakultas hukum Andi Mansyur Fakir SH MM, Dekan Teknik Risep Tridarma, Dekan Ekonomi Dra Farida Mallu MM, Dekan Fisip Drs Syarifuddin Odang dan Dekan FKIP Surata Spd. Acara dilanutkan sambutan dan ramah tamah antara civitas akademik dan kalangan rektorat. Pengukuhan wisudawan Perguruan Tinggi tersebut diisi  pidato ilmiah oleh Prof Drs Nambah F Hartimbul Bintang SH MM mengangkat sumber daya manusia (SDM) dalam pembagnunan partisipasi dan good governance (sautu dampak dalam otonomi daerah).(rid)

5 Wisudawan  Raih IPK Tertinggi
Balikpapan, Tribun – Lima lulusan Universitas Tridharma yang akan diwisuda Sabtu (8/9)  meraih predikat cumlaude dan sangat memuaskan berkat keberhasilan meraih indeks prestasi tertinggi dan terbaik. Dari lima lulusan terbaik tersebut, dua lulusan meraih predikat cumlaude dan tiga meraih predikat sangat memuaskan.
Wisudawan dengan indeks pretasi terbaik itu diraih Pajrinur lulusan Fakultas Hukum, Sunyoto luulsan Fakultas Teknik, Ivarida lulusan Fakultas Ekonomi, Siti Marhayati lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan Sutarman lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Pajrinur meraih predikat Cumlaude dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,64. Ivarida menyabet predikat Cumlaude dengan IPK 3,64. Sunyoto meraih predikat sangat memuaskan atas IPK 3,15 yang diraihnya, Siti Marhayati  meraih predikat sangat memuaskan dengan IPK 3,2. Sutarman memperoleh predikat sangat memuaskan dengan IPK 3,28.
Pada pelaksanan Wisuda hari ini (8/9) mengukuhkan 251 lulusan Universitas Truidharma yang rata-rata telah menempuh pendidikan 4-5 tahun dengan pencapaian SKS antara 140-160 SKS.
Rektor Universitas Tridharma Drs  Achmad Bunnasa MM MH menyatakan, pengukuhan wisudawan angkatan ke-28 ini merupakan wujud komitmen perguruan tinggi tersebut untuk mengembangkan sumber daya manusia yang dapat memenuhi kebutuhan dunia kerja serta meningkatkan mutu sumber daya manusia.
Ketua Yayasan Pendidikan Miliana pemilik Universitas Tridharma Hj Soedarmi Aisyah menerangkan, untuk memenuhi kebutuhan pendidikan pada sektor pembangunan, perguruan tinggi telah membuka tambahan program studi pada Fakultas FKIP yaitu jurusan Bahasa Ingris, Bahasa Indonesia, Olahraga, Perawat dan Akta IV Keguruan. Selama ini FKIP memiliki program studi  Biologi dan Matematika.(rid)

5 Wisudawan Terbaik Raih Penghargaan
Balikpapan, Tribun – Pelaksanaan wisuda sarjana angkatan XXVII Universitas Tridharma Balikpapan berlangsung khidmat di Hotel Novotel Balikpapan, Sabtu (8/9). Mengenakan toga dan jubah, wisudawan dan wisudawati dikukuhkan sebagai sarjana oleh  Rektor Universitas Tridharma Drs  Achmad Bunnasa MM MH. Pada prosesi pengukuhan sarjana tersebut diumumkan lima lulusan terbaik dari Fakultas Hukum, Teknik, Ekonomi, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), dan Fakultas Keguruan dan Pendidikan (FKIP). Prosesi pengukuhan diawali pembukaan Rapat senat terbuka universitas Tridarhama Wisuda sarjana Angkatan XXVIII tahun 2007. Hadir Guru besar Universitas Tridharma Prof Dr Sulaeman Sukmalana SE MM, wakil Walikota Rizal Effendi dan jajaran muspida Balikpapan.
Achmad Bunnasa menyerahkan penghargaan pada lima peraih prestasi terbaik yang terdiri dari  dua peraih IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) berpredikat cumlaude dan tiga peraih berpredikat sangat memuaskan. Wisudawan yang meraih predikat cumlaude diraih Fajrinur wisudawan fakultas Hukum dengan IPK 3,64 dan Ivarida fakultas Ekonomi dengan IPK 3,64. Pengukuhan Wisudawan/i  Universitas Tridharma megnakat tema dalam rangka wisuda sarjana universitas Tridarma Balikpapan kita tingkatkan perhatian dan peran serta warga Kota Blaikpapan dalam menyambyut kota vokasi dan kota hijau lestari. Pelaksanaan wisuda mencetak 285 lulusan  terdiri dari  65 lulusan Fakultas Hukum, 18 lulusan Fakultas teknik, 85 lulusan Fakultas ekonomi, 30 lulusan Fisip, 87 lulusan FKIP.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Tridharma Drs  Achmad Bunnasa MM MH mengatakan, kondisi perekonomian terpuruk pasca  krisis ekonomi yang sampai saat ini belum mereda yang menimbulkan  masalah kemiskinan merupakan tantangan bagi para sarjana termasuk wisudawan untuk memberikan sumbangsih bagi perbaikan hidup masyarakat. Achmad Bunnasa berpesan agar seluruh wisudawan mengamalkan semua ilmu yang diperoleh dari pendidikan di tengah masyarakat sesuai bidang pekerjaan  masing-masing. karena sebagian besar wisudawan wisudawati  sudah bekerja. Sasaran prioritas yang dilaksanakan civitas akademika Universitas Tridharma dalam peningkatan mutu sumber daya manusia adalah peningkatan kualitas mutu kurikulum dan silabus, menambah jumlah tenaga pengjar, melengkapi sarana dan prasarana, dan penciptaan kuliah yang intensif dan inovatif.
Ketua Yayasan Pendidikan Miliana pemilik Universitas Tridharma Hj Soedarmi Aisyah yakin, persaingan tenaga kerja yang semakin ketat menuntut sumber daya manusia berkualitas. Lulusan universitas Tridharma diyakininya mampu bersaing dalam dunia kerja. Seiring kemampuan intelektual dan berpikir ilmiah yang diperoleh dari perguruan tinggi tersebut disertai pengalaman kerja  yang diperoleh di tempat kerja masing-masing wisudawan.
Rusliadi Kabag Akademik dari Kopertis XI Kalimantan  menerangkan,   permasalahan pembangunan dan kehidupan masyarakat yang semakin pelik seiring dinamika pembangunan menuntut ketersediaan sumber daya manusia berkualitas. Pendidikan  merupakan wahana strategis untuk mencetak sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan tehnologi. Universitas Tridharma dinilai turut berperan meningkatkan mutu dan meningkatkan relevansi pemenuhan kebutuhan dunia industri dan tenaga kerja.
Sutarman Spd, seorang perwakilan lulusan terbaik mewakili seluruh wisudawan menyatakan, siap mengemban amanah untuk mengamalkan ilmu di dunia kerja sesuai bidang pekerjaan masing-masing wisadawan. Wisudawan Universitas Tridharma bertekad untuk membuka jalan menuju perbaikan kehidupan masyarakat melalui pekerjaan yang mereka tekuni. Selain itu, wisudawan yang dikukuhkan saat ini siap mengisi pembangunan di Balikpapan t ermasuk mendukung pencanangan Balikpapan sebagai kota vokasi (kejuruan),hijau dan kota sehat. Pada kesempatan itu, lulusan menyatakan terima kasih pada seluruh civitas akademika Tridharma yang sealam ini membantu keberhasilan pencapai penyelesaian pendidikan.
Wakil Walikota Balikpapan Rizal Effendi menerangkan,  pencetakan sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam pembangunan adalah yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang memadai. Oleh karena itu dia berpesan agar wisudawan benar-benar menerapkan ilmu yang berguna bagi masyarakat.
Pelaksanaan wisuda diwarnai  penyampaian pidato  Ilmiah yang disampaikan Prof Drs Nembah F Hartimbul Ginting SH MM yang mengangkat makalah berjudul   Sumber daya manusia dalam pembangunan partisipasi dan good governance (suatu dampak dalam otonomi daerah). Dalam makalahnya, Nembah menilai modernisasi pembangunan banyak dipengaruhi oleh tekanan modal asing yang mendikte perekonomian indonesia. Penggeseran kepentingan masyarakat lokal disebabkan ketergantungan pada kekuatan modal asing membuat indonesia terjebak hutang..  Akibatnya kebijakan pemerintah lebih  berpihak pada sekelompok kecil pengusaha yang mengabaikan kepentingan masyarakat lokal sekitar.  Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, maka konsep pembangunan terbaik adalah melalui peningkatan mutu sumber dana manusia.  Di Kota besar membutuhkan tenaga kerja yang memiliki ijazah legal formal. Tapi untuk daerah dibutuhkan tenaga kerja terampil yang tidak butuh ijazah tapi kemampuan mengelola sumber daya alam daerah. Untuk mendukung konsep itu membutuhkan pola kebijakan pembangunan partisipatif yang mengutamakan kebutuhan masyarakat dan peningkatan mutu sumber daya manusia daerah yang memerlukan dukungan  political will pemerintah, dekungan finansial dan pemerataan pendidikan.(rid)

Daftar Peraih Prestasi Terbaik penerima penghargaan dari Rektora Universitas Tridarma

Nama            Fakultas        IPK        Predikat
Pajrinur        Hukum        3,64        Cumlaude
Ivarida            Ekonomi        3,64        Cumlaude
Sunyoto        Teknik            3,15        Sangat Memuaskan
Siti Marhayati        FISIP            3,2        Sangat Memuaskan
Sutarman        FKIP            3,28        Sangat Memuaskan.(rid)

300 Siswa Adu Kebolehan IPTEK

September 11, 2007

Balikpapan, Tribun – Sebanyak 300 siswa dari tingkat SD dan SMP mengadu kemampuan penguasan ilmu pengetahuan dan teknologi pada Learning Festival yang digelar memperingati HUT YSN KPS di SMP Nasional KPS Balikpapan, Sabtu (8/9). Peserta mengikuti perlombaan bernuansa teknologi yaitu Edugames, pesawat kertas,  kapal kertas, parasut buatan, pembuaetan menara tusuk gigi, roket, kontruksi jembaetan, Edugame dan perancangan teknologi dasar roket. Materi perlombaan memadukan antara kreatifitas dan bidang studi masing-masing tingkatan pendidikan.
Budi Prasetyo kordinator panitia learning festival mengatakan, aneka perlombaan dikmeas untuk meningkatkan penguasaan siswa terhadap teknologi dasar  (Basic Technology Education) terutama penguasaan pada bidang sains. Peserta berasal dari SMPN 1, sekolah  Istiqomah, sekolah RK, SMP KPS dan sekolah lain.
“Perlombaan ini dikemas untuk pengembangan desain teknologi sejak usia dini sekaligus pembelajaran penerapan teknologi tepat guna yang memanfaatkan alam sekitar.Kami gelar permainan yang menyenangkan dan menantanga agar mereka lebih kreatif,,”ujarnya.
Peserta lomba adalah siswa kelas 1 SD sampai kelas 9 SMP yang melombakan penciptaan teknologi aerodinamis, maritim dan kontruksi. Penilaian lomba adalah intelektual dan kerjasama tim.
Fahri panitia lain menambahkan, perlombaan lain yang dikhususkan untuk guru adalah lomba karya tulis
tingkat SD dan SMP se-Kota Balikpapan yang diikuti 24 peserta. Tema lomba menyangkut inovasi pembelajaran dengan hadiah pila dan uang pembinaan. Juri penilai adalah Dewan Pendidikan Kota Balikpapan Subiyanto, Yayasan  lingkar pena dan Disdik.(rid)

Pemenang Lomba
Juara I     Supriono Spd        SMP Nasional KPS    Lomba Karya Tulis Tingkat Guru

KELAS 7
lomba disain pesawat kertas juara 1  Kevin; juara 2 Meyer; juara 3 andi
lomba rancang menara  juara 1 Devi dkk,  juara 2 Fiki dkk,  juara 3 Aulia dkk
lomba roket air juara 1 Adrian-teo-floren;  juara 2 umar-faisal;  juara 3 SMPIT Istiqamah

KELAS 8
lomba disain pesawat kertas juara 1  Iqra; juara 2 Reno; juara 3 Umar
lomba rancang menara  juara 1 SMPIT Istiqamah;   juara 2 Danang,  juara 3 SMPN 1
lomba roket air juara 1 Lutfi-Desi,  juara 2 Yasser-Victprius;  juara 3 Socca – tio

KELAS 9
lomba disain pesawat kertas juara 1 Armihadi ; juara 2 Abby; juara 3 Raka
lomba rancang menara  juara 1 Syahban ;   juara 2 Fahd Ramadhan ,  juara 3 Yolanda
lomba roket air juara 1 Keenan-Doni ,  juara 2 SMP RK;  juara 3 Aldila-Fuadzaki.(rid)

Ujian

September 10, 2007

Peserta tidak diperkenankan Bawa HP dan Kalkulator
* 17 Gakin dan Putus Sekolah Ikuti Ujian Paket B

Balikpapan, Tribun – Pelaksanaan ujian paket B setara SMP yang diselenggarakan serentak mulai hari ini tidak hanya diikuti siswa yang gagal ujian nasional pasda ujian reguler. Warga miskin dan pekerja putus sekolah juga turut berupaya menamatkan pendidikan tingkat menengah tersebut dengan mengikuti ujian di lokasi khusus di PKBM. Penyelenggaran ujian bagi kalangan warga miskin dan pekerja putus sekolah itu tersebar pada 15 Pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM)  di seluruh Balikpapan. Dua diantaranya adalah PKBM Sepinggan Berdikari dan PKBM Pengayoman mengujikan 20 siswanya di Gedung Indotrend Jalan Marsma Iswahyudi RT 26 Blok C Sepinggan Selasa (26/6).
M Sidik Ketua PKBM (Pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Sepinggan Berdikari mengatakan, dari 20 peserta yang terdaftar sebagai peserta ujian paket B, pada hari pertama hanya 17 peserta yang hadir. Selama ujian diawasi 2 pengawas.
Ada 5 mata pelajaran yang diujikan yaitu matematika, PPKN, Bahasa Indonesia, IPS dan Bahasa Inggris yang berlangsung 3 hari. Ujian hari pertama mengujikan Bahasa Inggris dan PPKN. Masa ujian tiap mata pelajaran selama 1,5 jam.  Peserta tidak diperkenanakan membawa kamus, kalkulator, HP dan perangkat bantu lain. “Yang boleh dipakai hanya pensil, penghpaus dan alat tulis,” jelasnya.
Sidik menjelaskan, yang mengikuti ujian paket adalah siswa yang telah mengikuti belajar selama tiga tahun di pusat kegiatan belajar masyarakat. Ujian paket PKBM ini rata-rata diikuti dari kalangan tertentu yang berbeda dibandingkan ujian paket reguler lain.
“Kebanyakan dari gakin yang tidak mampu mengikuti pembelajaran formal karena masalah biaya.
Ada sebagian yang punya kesadaran mau bersekolah kembali. peserta ujian paling tua 32 tahun, tapi hari ini tidak hadir,” jelasnya.
Edy Kordinator PKBM Pengayoman menerangkan, pihaknya juga menyelenggarakan ujian semesteran bagi narapidana  Lembaga pemasyarakatan (Lapas)
Balikpapan. Sebanyak 40 napi mengikuti ujian semester setara kelas 2 SMP di Lapas Balikpapan bertepatan pada hari pertama ujian paket B. Matae paljaran yang diujikan pada ujian semester yaitu IPA dandan Bahasa Indonesia.(rid)

Status Akreditasi terancam Turun

September 10, 2007

* Untuk Sekolah swasta yang paling banyak siswa tak lulus Unas

Balikpapan, Tribun – Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan  Badaruddin mengatakan resiko ketidak lulusan siswa pada Ujian Nasional tahun 2007 ini diperkirakan didominasi siswa sekolah swasta. Kekhawatiran itu didasarkan pada sampai sekarang suilt untuk memantau  kesiapan sekolah swasta dan tidak ada laporan dari sekolah swasta tentang perkembangan pendidikannya. Sehingga sulit diketahui  perkembangan mutu pendidikan untuk meningkatkan peluang kelulusannya pada ujian nasional yang dimulai Mei 2007.
Beberapa langkah pemantauan  sekolah swasta untuk persiapan Unas mulai dilakukan. Termasuk dari segi evaluasi terhadap program kerja, manajemen sekolah, kesiapan tenaga guru, dan mutu pendidikan. Upaya Pembinaan terhadap sekolah swasta itu bertujuan agar sekolah swasta terkena sanksi dalam hal akreditasi sekolah
“Setiap 4 tahun dilakukan penilaian akreditasi terhadap  sekolah swasta. Sedangkan tiap tahun dilakukan evaluasi. Bagi sekolah swasta yang siswanya nilainya anjlok pada unas, kita beri attention terhadap kualitas sekolah itu. kalau sampai banyak nilai Unas anjlok, sanksinya bisa akreditasinya turun” katanya di kantornya Senin (12/3)
Sanksi turunnya status akreditasi sekolah swasta itu merupakan langkah terakhir apabila pembinaan mutu kurikulum, manajemsn sekolah, pembenahan sumber daya guru dan arahan lain dari Dinas Pendidikan Kota Balikpapan diabaikan pihak sekolah swasta.
Dijelaskan, Disdik memberlakukan aturan ketat mengenai pemberian akreditasi sekolah swasta itu. Mengingat sekolah swasta dianggap sekolah yang banyak menyerap  biaya pendidikan dari orang tua murid dibandignkan  sekolah negeri.  Disdik  menginginkan agar output pendidikan yang dihasilkan sekolah swasta sesuai dengan biaya pendidikan yang diterapkan sekolah tersebut.
Badaruddin menerangkan ada tiga sekolah swasta yang kini menjadi perhatian Disdik terkait masalah itu. Sampai saat nii tiga sekolah itu masih dalam tahap pembinaan. namun apabuila pada unas tahun ini belum ada perbaikan tingkat kelulusan siswannya maka sekolah itu terancam status akreditasinya turun.
Dari empat tingkatan akreditasi sekolah swasta yang berlaku secara nasional yaitu A,B,C dan D. Secara umum sekolah swasta di Balikpapan rata-rata menduduki peringkat A,B dan C. “Tidak ada sekolah swasta di Balikpapan yang akreditasinya D. ini berarti akreditasi sekolah swasta disini masih bagus” jelasnya.
Dia mennerangkan jumlah sekolah swasta yang berada di Balikpapan terdiri dari 26 sekolah swasta SMA dan 25 sekolah swasta tingkat SMK.(rid)

Minat Program PGSD Masih Minim

September 9, 2007

* Dari target 400 yang dapat 60 guru SD

REncana Dinas pendidikan kota takaran untuk menyekolah guru sekolah dasar yang belum memiliki kualifikasi S1 kurang mendapatkan sambutan positif dari para guru. Yang daftar 60 guru dari 400 guru yang dimasukkan program pendidikan Guru SD.

Perpustakaan

September 7, 2007

Arsip pemkot Tarkan Sistem Digital
* Perpustakaan Manfatkan TI untuk manajemen pemerintahan

Pemkot Tarkan menerapkan penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi untuk pengarsipan dan manajemen pemerintahan Tarakan. Pengarsipan system digital ini merpakan implementasi E-Government. Data lebih cepat di –update. Kalau terjadi kerusakan data, masih punya back-up.
Semua arsip telah diubah dibentuk digital dengan cara di-scan.

Perpustakaan

September 7, 2007

Miliki 500 Koleksi buku dan Majalah
* Masih perlukan Relawan
Rendahnya minat baca generasi muda serta mnim fasilitas untukmembaca mendorong Yayasan Jendela Dunia. Ketua Yayasan Jendela Dunia Chlora Apriyanti beradal di Gedung Puskib Jl Jenderal A Yani balikpapan.
Sekertaris Yaysan Jendela Dunia di Jalan Durian RT 18 Nomor 29 Gunung Sari Ilir Balikpapan Telp 733948
Kooleksi buku mencapai 500 buku fiksi dan nonfiksi. Kami berikan permainan edukatif dan mendongeng agar merkea merasakan suasana menyanangkan.

421 Pekerja Anak Sekolah Lagi

September 2, 2007

Program pengpusan Bentuk pekerjaan terburuk anak (BPTA) dilakukan ILO IPEC (international Programme on the elimination of Child Labour. Hasilnya 421 anak berhasil ditarik dari peertambangan emas tradisional dan kembali bersekolah.