Archive for the ‘Film’ Category

Ulasan Film bioskop

September 16, 2007

Februari 29 Tayang Di Glora Theatre

* Film Horor Asia

Di bulan September, Bioskop Gelora Theatre kembali memutarkan film honor. Kali ini film Asia berjudul februari 29. Filim ini menceritakan gadis penjaga pintu tol yang dibunuh. Psa sauatu tengahmalam 29, ketika si Yeon sedang bertugas tiba-tiba saja rungan menjadi gelap krena listrik padam.

Pada tengah malam yang mencekam, adamobil melewati pos tempat Yeon bertugas. Si pengendara misterius menyerahkan karcis tol yang ernyata berlumuran darah. Keesokan harinya, Yeon baru mengetahui bahwa seseorang petugas tol yang berjak 10 meter dari tempat yeon bertugas telah dibunuh dengan keji.

Semntara itu, setiap empat tahun sekali pada tanggal 29 fenruari, pembnuh tersebut selalu datang. Sejak hari itulah yeon meras ada seseorang yang selalu membayanginya

:Cerita film asia ini cukup seram dan menengakan, Jadi bagipengemar film saying kalau film ini dilewatkan” ujar Susi pengeola bisokop Gelora Theather.

Selain Febuari 29, Glora Theater juga memutarkan dua film Inodnesai yang menigsahkan tentang percintaan. Bukan Bintang Biasa dan Selamanya. Kedua filmini masing2 ditayangkan di Theater 1 dan 2.

Bahkan bagi mahasiwa dan pelajar yang igin menonton film diskon Rp 5.00. Dengan menunjkkan kartu pelajar.

Drama Musikal Abut dan Inang DIpentaskan

August 20, 2007

* Di Dome Balikpapan pada 9 September

Sukses melakukan dua klai audisi beberapa waktu alu, akhirnya 75 siswa-siswi Balikpapan terpilih untuk mengikuti pementasan Operet The Adventure of Abut and Inang. Operet drama musical yang dipsersembangkan Star English Course, akan dilaksanakan mInggu (/9) pukul 15.00 di Balikpapan Sport and Convention Center Dome Balikpapan

Pementasan Operet The Adventure of Abut and Inang menceritakan tentang petualangan dua anak bernama Abut dan Inang. Kedua anak yang berasal dari suku Dayak Kenyah. Berpetualang dengan membawa dua orang wisatawan asing. Dua orang wisatan itu berjaln untuk melihat kenindahan alam dan kebudayaan daerah

Untuk peran Inang diperankan Revita, siswi kelas 2 SMPN 14 Balikpapan. Sedangkan peran Abut dimainkan Rifki siswa kelas 5 SDN 001 Balikpapan. Untuk peran pendukung lain dimainkan para siswa dan siswi SD dan SMP Balikpapan. Antara lain SDN 006,010, SD Patra Dharma

Bagi anda yang ingin menyaksikan drama musibah ini dapat membeli tiket di Star English Course. Ada harga tiket yang ditawarkan. Untuk kelas festival seharga Rp 15.000, Tribun Rp 25.000, Silver Rp 75.000, dan Gold Rp 100.000

“Tiket yang kami jual sangat terbatas. Jadi kalau mau beli, silahkan mulai dari sekarang,” ujar Chandra Pemilik Star English Course.

Chandra mengatakan, siswa yang mengikuti pementasan telah melakukan berbagai persiapan muali dari laithan mental acting, tari, dan menyanyi. Mereka dibina Pembina yang berpengalaman.

Acara ini didukung Pemkot Balikpapan, Dinas pendidikan balikpapan, Siswo Bosch Mixer, Speedy, Telkom Flexi, Dragon Phoenix, X Mini market, Sangat Grandy Roti Tiam, dan Mazi Swalayan.(jnh/adv).

Terjual 700 Keping CD

August 17, 2007

* Hari pertama peluncuran Album, Website dan NSP

Album pusamania pecinta beat Persisam putra diborong saat peluncuran perdana. Album yang dikemas dalam compact disc (CD) itu dibandrol Rp 15.000

Terjual 700 keping hari itu

Syuting Film “The Saman” dimulai Hari Ini, Rabu (8/8)

August 8, 2007

> Lokasi di Bandara Sepinggan, Pantai Manggar dan Kutai Barat
Balikpapan, Tribun – Bagai kacang tak lupa kulitnya, peribahasa yang sangat tepat ditujukan pada Yayang dan Ayu. Meski berkarir di industri perfilman di Jakarta, dua orang penting di Indika Entertainment, produsen film dan sinetron ternama, tidak melupakan tanah leluhur mereka. Dalam welcome party bertajuk “Selamat Datang Artis Pendukung dan Cres The Saman” yang digelar semalam, Selasa (7/8) di Atlantic Palace Restaurant Hotel Pacific, Yayang membuat seluruh hadirin menganggukkan kepala saat memberi sambutan.
“Kenapa saya tertarik mengambil lokasi di Kaltim, karena ayah saya merupakan kelahiran Semboja, Kutai Kertanegara,” ujar pria yang bertindak sebagai produser The Saman.
Sementara Ayu, bagian Marketing The Saman, juga didaulat naik ke atas panggung untuk memberi kata sambutan.
“Saya tidak asing lagi dengan Balikpapan, karena saya ini lahir dan besar di Balikpapan,” tutur perempuan yang ternyata putri mantan Ketua KNPI Balikpapan Rendy Ismail dan keponakan Ketua DPRD Kota Balikpapan Andi Burhanuddin Solong.
Yang menarik, salah satu artis senior pendukung The Saman yaitu Piet Pagau, naik ke atas panggung menari Tari Perang dari Dayak Bahau, diiringi denting musik sampek. Piet yang datang mengenakan jas, langsung melepas pakaian resminya hingga tatoo di tangan kanan dan kirinya terlihat. Dengan mengenakan kaos oblong, ia naik ke panggung dan berlenggak-lenggok sembari memegang perisai dan pedang. Para undangan terlihat terpukau melihat gerak tubuh Piet yang luwes dan gemulai.
Selain pesta sambutan yang dihadiri Wakil Walikota Balikpapan Rizal Effendi, acara ramah tamah dan makan malam tersebut menjadi ajang perkenalan 30 artis pendukung asal Kaltim yang lolos audisi, terdiri dari 18 pemeran wanita dan 12 pemeran pria. Setelah melalui seleksi ketat yang diikuti 63 peserta, Kamis (2/8), juga di Hotel Pacific Balikpapan, ke-30 artis lokal Kaltim melenggang di panggung diiringi house music bak peragawan di atas catwalk.
Sayangnya, artis utama yang ditunggu-tunggu yaitu Oka Antara, Nadine Chandrawinata dan Vicky Nitinotonegoro belum bisa hadir dalam welcome party semalam.
“Mereka baru besok pagi (hari ini, Red.)datang dan langsung syuting di Bandara Sepinggan,” ujar Darwis M Noor, Ketua Dewan Kesenian Balikpapan (DKB).
Sementara itu, menurut Ketua Persatuan Artis dan Film Indonesia (PARFI) Kaltim Zaenal Abidin, film The Saman tak hanya menarik dari sisi komersial, melainkan juga sisi edukasi dan sisi sejarah.
“Film adalah dokumentasi yang kokoh dan bertahan lama, terutama dibanding sinetron. Mengapa, karena film diputar di bioskop, lalu ditayang ulang di televisi, dibuat VCD dan DVD sehingga semakin banyak yang menikmatinya,” ujar Zainal.
Menurut rencana, syuting hari ini akan digelar di Bandara Sepinggan, Pelabuhan Semayang, Pantai Manggar, dan dilanjutkan di Kutai Barat.
The Shaman yang disutradarai Raditya Sidharta berkisah tetang mitos yang berkembang di masyarakat tentang budaya dan adat istiadat di Kalimantan. Ryan, seorang dokter dari Jakarta, mendapat tugas pertamanya di pedalaman Kalimantan. Ryan ternyata tipe pria yang kurang peduli dengan peringatan masyarakat mengenai perbedaan kultur tradisional. Di pedalaman, Ryan harus berhadapan dengan Aziz, dukun yang memiliki kekuatan supranatural. Saat berlibur ke suatu tempat bersama teman- temannya, ia dihadapkan pada situasi mencekam. Satu per satu temannya hilang secara misterius. Ryan juga sering mendapat mimpi buruk dan mengalami kejadian mistis yang mengerikan. (fix)

ada fotonya:
Piet Pagau, aktor senior pendukung The Saman, ternyata piawai menari Tari Perang dari Dayak Bahau.

Tentang Film The Shaman
- Produsen    : Indika Entertainment
- Sutradara    : Raditya Sidharta
- Genre    : Thriller Adventure
- Durasi    : 90 menit
- Pemain     : Oka Antara, Nadine Chandrawinata, Farah Debi, Vicky Nitinotonegoro, Kemal
Vivaveni, Pit Pagau, Julia Peraz, Dirly Indonesian Idol,  Kimidia Radisti
- Syuting    : Agustus – September 2007
- Premier    : September 2007 (tentatif) (fix)

Pendaftaran Terakhir 1 Agustus

August 4, 2007

Audisi Pemeran Figuran The Shaman

Audisi yang dibuka PARFI kaltim untuk pemeran figuran film The Sman akan ditutup besok Seni (1/8). Audisi dibuka untuk waga klatim berusia 14 hingga 24 tahun.

Sampai saat ini 40 peserta mendaftar. “kesempatan yangmasih kami buka hingga 1 Agustus. Audisinya akan digelar pada 2 Agustus di Hotel Pacific pukul 2 siang,” ujar Zainal Abidin Ketua PARFI Kaltm senin (30/7).

Pemeran figuran yang dibutuhkan 20 orang. 12 perempuan dan 8 laki-laki

“kami yakin banyak remama di Kaltimj yang berbakat di bidang seni peran,” ujarnya.

Syarat mendaftarm cukup dengan mengisi formulir pendaftaran yang ada di Dewan Kesenian balikpaan di Gunung Psir, foto close up terbaru dan foto berwarna 3×4

“Ini peluang emas jangan dilearkan apalagi gilkm ini banyak bertabur bintang nasional”, ucapnya.(jnh)

Film News #1

July 17, 2007

Antasari Theatre ‘Tayang’ Kembali
* Setelah 10 Tahun
* Di Jl A Yani
Balikpapan, Tribun -
Bioskop Antasari Theatre ‘tayang’ kembali, Minggu (4/3). Setelah 10 tahun tak beroperasi. Berlokasi di depan Restoran Bondi Balikpapan, kemarin cukup menyita perhatian sebagian orang yang melintas di sepanjang kawasan Jalan Ahmad Yani. Maklum, selama ini orang lebih banyak mengenal Gelora Theatre yang berada di samping Taman Bekapai Klandasan.
Untuk mesosialisasikan dibukanya kembali Bioskop Antasari Theatre, pengelolanya mengajak para wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik di Balikpapan untuk datang dan menikmati pemutaran film perdana di bioskop ini. Dengan memutar film D’Bijis yang tengah digandrungi.
“Kami ingin mengabarkan pada masyarakat Balikpapan, terutama penggemar film nasional, bahwa Antasari Theatre kini telah buka kembali dengan konsep baru dan suasana yang lebih baik. Selain memutar film D’Bijis, kami sudah merencanakan untuk memutar dua film horor terbaru yaitu Terowongan Cassablanca dan Lewat Tengah Malam,” ujar pria yang akrab disapa Yadi.
Kemarin, hanya wartawan yang datang. Pasalnya, sang pengelola memang memberi waktu spesial untuk para kuli tinta ini.
Kini, warga Balikpapan, tak perlu lagi harus ke Samarinda untuk menonton film favoritnya. (fix)
Harga Tiket Selasa-Minggu Rp 20.000
Senin (nonton hemat) Rp 10.000
Buka Pukul 14.00, 16.00, 20.00

“Antasari Theatre Putar D’Bisjis”
> Launching Perdana Undang Para Wartawan
Balikpapan, Tribun – Bagi penggemar film di Kota Samarinda, gegap gempita pemutaran film D’Bijis yang dibintangi antara lain Tora Sudiro, Darius, Indra Birowo dan Rianti Cartwright bisa jadi telah berlalu. Film ini diluncurkan awal Februari lalu di Cineplex 21 di seluruh Indonesia, termasuk Samarinda.
Namun, launching D’Bijis di Balikpapan baru digelar kemarin siang, Minggu (4/3), bertempat di Bioskop Antasari Theatre yang berlokasi di depan Restoran Bondi Balikpapan. Bioskop yang sempat tutup selama hampir sepuluh tahun ini, cukup menyita perhatian sebagian orang yang melintas di sepanjang kawasan Jalan Ahmad Yani. Maklum, selama ini orang lebih banyak mengenal Gelora Theatre yang berada di samping Taman Bekapai Klandasan.
Untuk mesosialisasikan dibukanya kembali Antasari Theatre, pengelolanya mengajak para wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik di Balikpapan untuk datang dan menikmati launching D’Bijis secara eksklusif.
“Kami ingin mengabarkan pada masyarakat Balikpapan, terutama penggemar film nasional, bahwa Antasari Theatre kini telah buka kembali dengan konsep baru dan suasana yang lebih baik. Selain memutar film D’Bijis, kami sudah merencanakan untuk memutar dua film horor terbaru yaitu Terowongan Cassablanca dan Lewat Tengah Malam,” ujar pria yang akrab disapa Yadi. (fix)