* Dipicu lambannya pengerukan timbunan pasir
Balikpapan, Tribun – Warga yang rumahnya menjadi korban banjir di RT 49 Gunung Sari Ilir nyaris berdemo ke Pemkot Balikpapan. Keinginan itu dipicu oleh lambannya pengoperasional excavator yang ditunggu warga sampai siang belum juga beroperasi. Keinginan demo itu akhirnya batal setelah usai shalat Jumat, excavator dioperasikan untuk mengeruk timbunan pasir di wilayah bekas musibah tersebut.
Alam, Sutio dan Supriyadi warga RT 49 yang rumahnya menjadi korban banjir mengatakan, warga setmpat sudah lama menunggu janji Pemerintah kota Balikpapan untuk membersihkan timbunan pasir di lokasi bekas banjir. Kesabaran warga korban banjir tak tertahankan setelah melihat lambannya pengerukan pasir dengan excavator. Pernah terlintas mereka akan berdemo guna mendesak pemkot segera membersihkan timbunan pasir itu pakai excavator.
“Kalau sampai hari ini excavator tidak dioperasikan untuk mengeruk pasir, kami akan demo. Apalagi kami melihat ada timbunan pasir yang berada di luar kampung yang justru dibawa keluar pakai truk. Kami menginginkan agar tidak ada pasir yang dibawa keluar karena diperulkan warga untuk uruk tanah,” ujar Alam warga RT 49 yang diiyakan warga sekitarnya yang ditemui di lokasi musibah di RT 49, Gunung Sari Ilir, Jumat (21/9).
Sutio, korban musibah RT 49 lain menambahkan, mereka merasa kecewa atas pelaksanaan pengerukan untuk membersihkan timbunan pasir di lokasi musibah tersebut. Karena apa yang diinginkan warga tidak sesuai dengan yang dilakukan pelaksana lapangan. Keinginan berdemo pada siang hari itu akhirnya batal setelah mesin excavator mulai doperasikan mengeruk timbunan pasir.
Warga setempat mendesak agar pembersihan timbunan pasir itu segera dituntaskan yang dilanjutkan pembenahan lingkungan dan perbaikan parit. Selama ini warga setempat telah melakukan pembersihan bekas banjir dengan bekerja bergotong royong pada malam hari untuk membersihkan timbunan pasir yang berada di sekitar gang sampai ke lorong . Untuk perbaikan pasir yagn menumpuk di rumah warga dikerjakan sendiri pemilik rumah dibantu warga lain.
Tiap malam sekitar 20 warga bergotong royong membersihkan timbunan pasir dalam gang. Warga menginginkan agar pembersihan timbunan pasir yang berada di sekitar pemukiman yang didukung pengerukan timbunan pasir dengan excavator.
“kalau di lorong sudah ada warga yang mengerjakan. Tapi kalau di luar lorong kami harap dikerjakan alat excavator. Yang mendesak sekarang ini adalah pembenahan fasilitas jalan umum dan parit terutama pengerukan timbunan tanah yang menutupi septic tank dan parit agar segera difungsikan,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan Tribun di lokasi bekas musibah, pengerukan timbunan pasir itu mengerahkan satu unit exravator yang dikerjakan beebrpa operator. Sejumlah warga nampak memantau proses pengerukan tersebut. Sebagian lagi nampak membersihkan pasir yang dapat dikerjakan yang berada di sekitar rumah.(rid)