Pelanggaran yang cukup menonkol selain nakroba dan lalu linas adlaah desersi atau lari dari kesatuan. Hingga saat ini sudah 49 orang desersi.
Archive for the ‘Military’ Category
49 Anggota Kodam Desersi
September 28, 2007Kodam IV/Tpr Waspadai Eksodus Pemuda Perbatasan Ke Malaysia
September 22, 2007* Berkaitan Perekrutan Menjadi Tentara Malaysia
* Proses Perekrutan Tentara dari Pemuda Perbatasan Terkendana Dana Transportasi
* Canangkan 10 persen jatah bagi pemuda perbatasan pada Seleksi Sidang Caba 48 orang
Balikpapan, Tribun - Pangdam VI/Tanjung Pura Mayjen TNI George Robert Situmeang mengatakan, kondisi perbatasan Indonesia-Malaysia yang saat ini sedang diwaspadai Kodam VI/Tpr adalah migrasi pemuda perbatasan yang pindah ke Malaysia untuk dipekerjakan menjadi tentara malaysia. Perpindahan pemuda perbatasan ke Malaysia akan mempengaruhi kekuatan pertahanan perbatasan di wilayah negara Republik Indonesia yang selama ini terkendala jumlah persnonel yang terbatas. Kodam VI Tanjung pura menerapkan kebijakan baru untuk pemberdayaan pemuda perbatasan itu untuk meredam eksodus pemuda perbatasan tersebut.
“Kita menghadapi malaysia yang sedang giat-giatnya kampanyekan brigade perbatasan laskar wataniah yang menjaga perbatasan ada brigabe perbatasan. Rencananya tahun 2010 akan merekrut pemuda di perbatasan. bisa terjadi kemungkinan pemuda kita tersedot ke sana. Kalau sampai itu direkrut kan bisa lari ke sana pemuda kita. Makanya kebijakan mengutamakan pemuda perbatasan ini kaitannya dengan hal tadi,” katanya, Rabu (19/9).
Pernyataan dikemukakan Pangdam saat ditemui pada seleksi penilaian terakhir daerah calon bintara Prajurit Karir 2007 (Pantukhirda Caba) di aula Makodam VI/Tpr, Rabu (19/9).
Menyikapi ancaman eksodus pemuda perbatasan itulah Kodam VI/ Tanjung Pura memberikan kesempatan khusus kepada pemuda perbatasan berkarir sebagai bintara prajurit karir TNI yang diseleksi melalui penerimaan Calon Bintara (caba) tahun 2007. Dialokasikan minimal jatah 10 persen bagi pemuda perbatasan untuk penerimaan caba tersebut.
GR Situmeang menerangkan, kendala yang dihadapi pemuda perbatasan dalam seleksi itu antara lain minimnya pengetahuan putra daerah dalam mengikuti proses ujian dan seleksi. Hal ini berkaitan minimnya fasilitas publik dan pendidikan membuat putra daerah kalah bersaing dibandingkan peserta daerah lain.
GR Situmeang membantah ada perlakuan istimewa bagi pemuda darah terkait prioritas penerimaan pemuda perbatasan itu. Yang dilakukan kodam untuk memperbesar peluang penerimaan dari putra daerah adalah training khusus bagi putra daerah untuk mengatasi kesenjangan dengan peserta daerah lain. Sebelum pemuda perbatasan akan diberangkatkan mengikuti seleksi di Jakarta, mereka lebih mendapatkan penataran dan pendidikan dari koramil setempat. Masing-masing koramil mendidik dan mengajarkan putra daerah untuk mencapai standar seleksi Calon Bintara. “Kami bantu membuat program penataran itu. Kita biayai dan tampung sendiri,” jelasnya
Kendala yang dihadapi untuk perekrutan putra daerah di perbatasan Indonesia-Malaysia itu antara lain masalah mahalnya transportasi. Selama ini upaya seleksi terhadap putra darah di perbatasan untuk direktutr menjadi bintara difasilitasi Kodam dengan menyediakan pesawat yang mengangkut mereka menuju lokasi seleksi penerimaan. Jatah penerimaan bintara dari putra daerah yang tinggal di perbatasan Indonesia-Malaysia itu mencapai 10 persen.
GR Situmeang menerangkan, target penerimaan prajurit karir dari pemuda perbatasan dua negara itu berkaitan peningkatan pembangunan kekuatan di perbatasan yang mengutamakan pemberdayaan dari tentara lokal. Penempatan prajurit dari putra daerah itu diharapkan tak ada lagi tentara yang pindah pindah dari tempat tugasnya. Di perbatasan dua negara itu sudah dibangun dua brigade. Ditempatkan dua batalyon di Putusibo, Malinau dan simanggaris. Sejauh ini telah ditempatkan 650 personel di perbatasan Kalimantan Timur, dan kalbar untuk menjaga perbatasan sepanjang 204 kilometer. Ada 42 pos dimana tiap pos ditempatkan personel yang jumlahnya variasi antara 20-30 orang.
Penjagaan perbatasan itu kini diperkuat oleh pengerahan brigade mobil di Kutai Barat yang bergerak secara berpindah untuk mengawasi perbatasan termasuk memonitor dan memberantasan aksi pencurian kayu.
Kepala Penerangan Kodam VI / Tanjung Pura Letkol Inf Andi Suyuti mengatakan sidang seleksi penilaian terakhir daerah wilayah seluruh kalimantan. Dari Kalimantan Timur diikuti 182 peserta terdiri dari 152 calon bintara dari Balikpapan dan 30 caba dari Tarakan. Peserta yang mengikuti sidang seleksi Pantukhirda dari Kalimantan Selatan sebanyak 143 orang. Dari Kalimantan Kalimantan Barat sebanyak 46 orang dan 61 calon bintara dari Kalimantan Tengah.
Calon bintara yang lulus seleksi penilaian terakhir daerah Kalimantan akan dikirim mengikuti seleksi tingkat pusat yang akan bersaing memperebutkan jatah formasi penerimaan tahun 2007 yang ditetapkan 250 orang.(rid/lia)
Tapal Batas Perbatasan Indonesia-Malaysia Rawan Pergeseran
September 22, 2007* Kodam VI/ Tanjung Pura Tingkatkan Kordinasi Dengan Juru Pemetaan Malaysia
Balikpapan, Tribun – Indonesia paling sering dirugikan mengenai masalah perbatasan antara Indoensia dan Malaysia di wilayah Kalimantan. Banyak tapal batas Indonesia yang berpotensi berkurang akibat pergeseran patok batasan kedua negara tersebut. Potensi kehilangan daran di kawasan perbatasan itu sering ditemukakan jajaran TNI. Kodam Vi Tanjung Pura berupaya meningkatkan pelanggaran tapal batas itu dengan berkordinasi dengan komite perbatasan yang melibatkan tim pemetaan dari kedua negara.
Pangdam VI/Tpr Mayjen TNI GR Situmeang mengatakan, pergeseran patok perbatasan itu timbul dari banyak faktor terutama hilangnya patok batas akibat aktifitas pembalakan (illegal logging) dan pengerjaan proyek negara tetangga.
“Pasukan kami di perbatasan cek satu persatu. Ada bebrapa patok di gunugn lasantuan. Yan patah kita perbaiki. Ketika ada patok yang bergeser kami berkordinasi tentang patok yang asda berdasrakan catatan di kedua belah pihak (kedua negara-red),,” katanya, Rabu (19/9).
GR Situmeang menerangkan, potensi kehilangan luasan daratan di perbatasan berhasil dicegah. hal itu berkat penggunaan teknologi Global Positioning System (GPS) yang memantau perubahan tapal batas. Apabila ditemukan adanya pelanggaran tapal batas, permasalahan itu dibahas bersama antara komite perbatasan antara kedua negara. Apabila ditemukan perubahan tapal batas, GPS akan memetakan ulang lokasi tapal batas untuk pengembalian tapal batas tersebut.
“Ada forum GBC (General border comitte) dari Malaysia dan Indonesia.Kalau ada masalah perbatasan akan dilaporkan dan dibahas. Di Malaysia ada Jupem (Juru pemetaan) yang bersama komite perbatasan Indonesia membahas perbatasan.,’ jelasnya.
Kodam telah menempatkan sejumlah pos antara Pos di Lempekong yang salah satu fungsinya juga mengawasi pergeseran patok batas kedua negara tersebut. Saat terjadi patok tapal batas yang hilang maka komandan TNI AD di perbatasan akan berkordinasi dengan komandan tentara diraja malaysia membicarakan pemulihan tapal batas tersebut.(rid)
GR Situmeang Ajak Warga Laporan Praktek Siap Penerimaan Prajurit TNI
September 22, 2007Balikpapan, Tribun – Pangdam VI/Tanjung Pura Mayjen TNI GR Situmeang mengajak masyarakat Balikpapan berpartisipasi untuk memberantas praktek pungutan liar dan percaloan dalam penerimaan prajurit di jajaran TNI tersebut. Masyarakat diharapkan melaporkan apabila ada pihak tertentu yang meminta uang saat proses seleksi TNI
“Ini tak dipungut bayaran. Jadi kalau ada yang dipungut bayaran laporkan saya,” katanya saat ditemui wartawan pada seleksi Pantukhirda Calon Bintara Prajurit Karir di Aula Makodam Vi/Tanjung Pura, Rabu (19/9).
Pemberantasan terhadap pungutan liar itu merupakan bagian dari komitmen TNI untuk menciptakan transparansi dalam proses penerimaan calon prajurit baru.
Pada seleksi kemarin (19/9), GR Situmeang memimpin langsung penilaian terhadap 48 calon bintara yang mengikuti seleksi penilaian tersebut. Pangdam sempat berdialog dan memerintahkan sejumlah calon bintara untuk melakukan olahraga fisik guna menilai stamina calon bintara tersebut. hadir pada proses itu beberapa pejabat tinggi Kodam antara lain Kepala Penerangan Kodam VI/TPr yaitu Kepala Penerangan Letkol Inf Andi Suyuti, Asintel Kasdam, Kasdam dan bebrapa asisten Kodam lain.(rid).
TNI Buka Pendaftaran Perwira Prajurit Karier
September 18, 2007Tentara Nasional Indonesia memanggil para pemuda baik pria dan wanita wilayah Kalimantan Timur yang berminat untuk dididik menjadi Perwira Prajurit Karier TNI Tahun ajaran 2007. Pendaftaran dibuka pada minggu ke-3 Bulan Agustus sampai dengan minggu ke-4 bulan September 2007 melalui pengumuman Aspers Kasdam VI/Tpr nomor Peng/3/VIII/2008 tanggal 30 Agustus 2007 tentang penerimaan calon perwira prajurit karir TNI tahun ajaran 2007 wilayah panitia daerah Kalimantan.
Ketentuan dan persyaratan pendaftaran antara lain Warga negara Indonesia, bukan personil TNI-POLRI maupun PNS. Berijazah Profesi Sarjana (S1) Diploma (D3), usia pada masuk pendidikan tanggal 2 Januari 2008 tidak lebih 25 tahun bagi berijazah D3, 27 tahun bagi berijazah S1 dan D3 Anestesi, dan tidak lebih dari 32 tahun yang berijazah profesi dokter apoteker dan psikologi.
IPK (akumulasi dengan ujian negara untuk perguruan tinggi swasta) tidak kurang dari 2,4 untuk profesi dokter umum, apoteker, dan psikolog. Nilai 2,8 yang berijazah S1. Nilai 2,7 yang memegang ijazah D3.
Para calon berasal dari perguruan tinggi swasta harus sudah lulus ujian negara dengan melampirkan tanda lulus yang dilegalisasi oleh Kopertis. Belum pernah nikah dan sanggup tidak nikah selama pendidikan kecuali untuk pendaftar profesi dokter diperbolehkan nikah belum punya anak dan sanggup tidak mempunyai anak atau hamil selama dalam pendidikan pertama.
Berkelakuan baik dan tidak kehilangan hak untuk menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap disertai surat keterangan dari kepolisian setempat.
Sehat jasmani dan rohani. Tinggi badan Pria minimal 163 sentimeter. Tinggi Badan untuk wanita minimal 155 sentimeter dengan berat badan yang seimbang. Melaksanakan Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 tahun sejak dilantik menjadi perwira TNI.
Bagi karyawan harus mendapat persetujuan dan sanggup membuat pernyataan diberhentikan dengan hormat dari pimpinan instansi yang bersangkutan bila lulus seleksi dan masuk pendidikan pertama TNI. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta tidak terikat perjanjian ikatan dinas dengan instansi lain.
Tempat pendaftaran untuk wilayah Kaltim di Ajendam VI/Tpr Balikpapan dan Ajenrem 091/Asn Samarinda. Untuk wilayah Kalimantan Selatan di Lanal Banjarmasin dan Ajenrem 101/Ant. Untuk Wilayah Kalimantan Tengah bisa mendaftar di Ajenrem 102/Pjg. Untuk wilayah Kalimantan Barat di Lanud Supadio Pontianak dan Ajenrem 121/Abw
Para calon diharap datang sendiri dengan membawa administrasi asli yang meliputi KTP calon, akte kelahiran, STTB/Ijazah SD, SLTP, SLTA dan S1/D3 serta transkrip studi dengan nilai IPK dan photo copynya masing-masing 2 lembar serta pas poto hitam putih terbaru ukuran 4×6 sebanyak 4 lembar. Persyaratan kurang jelas para calon bisa mendatangi tempat pendaftaran yang telah ditentukan panitia daerah wilayah kalimantan. Demikian siaran pers dikeluarkan oleh Kepala Penerangan Letkol Inf Andi Suyuti.
TMMD ke-79 Rampung Bangun Infrastruktur di 6 Lokasi
September 18, 2007* Hasil Program TNI pada TMMD ke-79 Diserahkan pada pemerintah pada penutupan TMMD
Setelah bekerja keras selama 21 hari sejak 21 Agustus 2007 akhirnya personil TNI yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD ke-79 di wilayah Balikpapan dapat melaksanakan seluruh sasaran kegiatan TMMD dengan baik sesuai dengan rencana. Demikian antara lain laporan Dandim 0905/Balikpapan Letkol Arm Supriyoso pada cara penutupan TMMD ke-79 di halaman Samsat Sepinggan Balikpapan (10/9). Bertindak sebagai inspektur upacara adalah wakil walikota Balikpapan H Rizal Effendi SE
Dalam amanat tertulis yang dibacakan wakil walikota H Rizal Effendi SE, Pangdam VI/Tpr Mayjen TNI GR Situmeang antara lain mengatakan, kegiatan TMMD ke-79 merupakan salah satu kegiatan yang tepat untuk semakin mempererat kemanunggalan TNI – Rakyat yang akan bermuara pada terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa yang semakin kokoh
Kordinasi dan kerjasama yang terwujud dalam kegiatan TMMD diharpkan dapat menjadi acuan dan barometer bagi program-program lain. Sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara TNI, Pemerintah Daerah, Dinas Instansi terkait serta masyarakat.
Adapun sasaran yang telah dicapai oleh TNI pada TMMD ke-79 di wilayah Balikpapan secara rincinya. Pembuatan Parit di RT 61,64 dan RT 65 Kelurahan Karangrejo Kecamatan Balikpapan Tengah 100 persen dengan panjang 450 meter dan lebar 2 meter.
Untuk kelurahan Sepinggan di RT 24, pengaspalan badan jalan Tesoro panjang 350 meter lebar 3 meter ditambah pembuatan jembatan panjang 6 meter lebar 5 meter dengan hasil 100 persen.
Masih di kelurahan Sepinggan di RT 27 membuat parit panjang 500 meter dan lebar 2 meter dengan 100 persen. Untuk kelurahan Manggar bertempat di RT 36 mengerjakan pengaspalan badan jalan proklamasi panjang 600 meter dan lebar 4 meter hasil yang dicapai seratus persen.
Pada bagian akhir amanatnya, Pangdam VI/Tpr Mayjen TNI GR Situmeang menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para gubernur, bupati, walikota beserta jajarannya dan instansi terkait, tokoh masyarakat yang telah memberikan dukungan dan kerjasama yang baik seluruh kegiatan TMMD dapat berlangsung baik dan lancar.
Hadir pada acara penutupan TMMD ke-79 serta penyerahan hasil program TNI pada TMMD di wilayah Balikpapan antara lain para pejabat asisten Kasdam VI/Tpr, Kabalak, Danlanud Balikpapan, Danlanal Balikpapan serta para pejabat Polres setempat serta para pegawai pemkot. Rampungnya pembangunan infrastruktur pada enam lokasi dikemukakan melalui siaran pers ini dikeluarkan Kepala Penerangan Kasi Pensus Mayor Chb Santoso.
Angkatan Laut
September 16, 2007KRI SBU Sandari Pelabuhan Semayang
* hari ini Open Shiip Untuk Umum
Letkol Laut (P) Suhartono bersama 102 anak buangnya mengarungi samudera mengemukana KRI Surabaya yang berlayar dari Korea Selatan Asal kapal perang jenis Landing Platform Docking (LPD) ini. Kapal ini dipesan dari Korsel.
Suhartono menceritakan perjalannya selama di lautan dari Korsel menuji Indonesia. Mulai dari pengawasal dari patroli pengamanan Jepang sampai tidak dizinkan pemerintah Filifina singgah.
Seluruh prajurit yang mengawaki kapal itu telah menjalni pendidikan selama dua bulan. Pelatihan meliputi border trial, crue han over dan commander inspector
Kapal ini berfungis pengangkut tank, rantis, heli, LCU dan pasukan.
Spesifikasi KRi Surabaya
Jenis Kapal : Landing Platform Dock Kapal angkut personel, logistic, heli
Buatan : Busan, Korea Selatan
Peluncuran : 23 Maret 2007
Penyerahan : 3 September 2007
Panjang/lebar : 122 meter / 22 meter
Kecepatan : 15 Knot
Senjata : 1 meriam bofors 40 mm dan mitraliur Oerlikon 20 mm
Daya angkutan : 100 kru, 351 pasukan, tamu 11, staf 45, 22 unit tank, 15 truck, 3 heli, 2landing craft unit (LCU) dan 4 kapal pendarat serba guna. (berbagai sumber)
49 Anggota Korem 091/ASN Desersi
September 15, 2007* Selama 2004-2007
* Pengaruh Ekonomi dan PErgaulan
Komandan Detasemen Polisi Militer (danden POM) VI/1 Samarinda Mayor CPM WIsnu W mengungkapkan 49 anggota TNI di lingkungan Komando Resort Militer (Korem) 091/ASN dinyatakan dserta atau meninggalkan tugas tanpa izin lebih dari batas waktu tertentu. Jumlah ini adalah kasus sejak tahun 2004-2007.
Desersi disebabkan kesulitan ekonomi, kondisi satuan yang kurang nyaman, kondisi pergaulan terutama hubungan dengan perem. Ini berdasarkan analisis BAP (berita Acara Pemeriksaan)
Anggota Desersi (Korem 091/ASN Samarinda)
2004= 9 orang
2005= 14 orang
2006= 11 orang
2007= 15 orang.
Pomdam VI/TPR Buka Posko Pengaduan
September 7, 2007* Oknum TNI melanggarkan Adukan ke Nomor 0542-421042
Polisi Militer Kodam VI/TPR membuka informasi layanan baru bagi masyarakat. Layanan berupa tempat pengaduan yang menampung dan menindaklanjuti tindakan pelanggarn oknum TNI angkatan Darat. Posko di Jalan tanjung pura I Balikpapan, pengaduan dapat disampaikan mellaui nomor 0542-421042
Angkatan udara
September 2, 2007Skuadron Udara 3 Gelar Operasi di Ambalat
* Tiga AUnsur TNI adakan latihan Komlek
Tiga pesawat tempur F-16 Fighting Falcon mengelar latihan di atas wilayah udara perairan Ambalat dan jalur laut kepulauan Indonesia (ALKI). Latihan bersandi Operasi Ambalat itu dipimpin Komdam Skuadron Udara 3 Letkol Pnb Age Wiraksono didukung heikopter Puma SA330.
“latihan ini hanya operasi rutin tahunan. Tujuan pengawasan wilayah perbatasan. “
Bila pada latihan kita temukan pelanggar ya kita laporkan ke atas. Tugas kita sebagai identifikasi visual” kata Pnb Rianto