Hadiah, Mengubah Tangis Menjadi Tawa

> 33 Anak Ikuti Khitanan Massal

Allahu Akbar ! Aduh Pak ! Aku ndak mau lagi ! Jerit kesakitan meluncur bebas dari bibir Azhanza Ariendra. Kaki dihentakkan, tangan mulai meronta, kepala ikut bergerak ke kanan dan ke kiri. Kata-kata menghibur tak putus dilontarkan perawat untuk menenangkan Azhanza.

DI dalam sebuah ruang tertutup, pelajar kelas III SD yang baru saja menyelesaikan ulangan kenaikan kelas ini berteriak menahan sakit saat dua buah gunting menjepit kemaluannya. Bersama tiga teman sepermainan di Kelurahan Damai,  ia ikut serta dalam kegiatan sunatan massal yang digelar oleh Indosat Balikpapan bekerjasama dengan Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) dalam rangka HUT ke 4 Mal Fantasi, Minggu (10/6).
Tak lama berselang, tangis dan jerit kesakitan tak terdengar lagi. Sambil memegang ujung sarung dengan tangan kiri, Azhanza keluar dari ruang tertutup. Di tangan kanan, sebuah tas berisi aneka souvenir ia jinjing.  Disela air mata yang masih menggenangi pelupuk matanya, senyum gembira terkuak melihat banyaknya hadiah yang diperoleh usai dikhitan.
Tak hanya Azhanza, tetapi ada 33 anak lainnya dari berbagai sudut Kota Balikpapan, ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Dan sebagian dari mereka melakukan hal yang sama, menjerit dan menangis kesakitan ketika jarum suntik mulai beraksi.
Bahkan di tengah kegiatan, dua peserta khitanan sempat pingsan. Seorang pingsan sebelum dikhitan, karena gugup mendengar jeritan dan tangis teman yang sedang khitan. Sementara seorang lagi, pingsan usai dikhitan. “Dia tadi tidak bersuara sama sekali waktu dikhitan. Sakit yang dirasa hanya dibawa berdoa. Mungkin setelah keluar sesak,” ungkap salah seorang ibu yang ikut menemani anak tersebut.
Marcomm PT Indosat Balikpapan, Fenti Irawati mengaku, keikutsertaan perusahaan seluler tempatnya bekerja merupakan bagian dari program Indosat peduli. “Kebetulan dalam perayaan HUT ke 4 Mal Fantasi menggelar Khitanan Massal, sehingga kami ikut memberi support di dalamnya,” ungkap Fenti.
Hal senada diungkapkan Erna, Staf Humas RSPB, rumah sakit yang mendukung aksi sosial garapan Mal Fantasi ini. Bahkan dalam melakukan khitan, mereka juga memperkenalkan alat baru menggunakan laser yang katanya bisa langsung kering usai proses khitan. (sar)

200 Anak Ikuti Khitanan Chevron
Balikpapan, Tribun – “Allah Akbar, Allah Akbar, Allah Akbar” kata-kata itu terdengar perlahan dari mulut seorang bocah yang dibajunya terdapat lingkaran kertas bertuliskan 017. Sesekali nada mengaduh terdengar lirih dari mulutnya. “Sakit dok, sakit dok,” ujarnya seraya menutup wajahnya dengan kopiah.

“Tenang, lemaskan badannya biar ngga terasa sakit,” kata sang seorang dokter yang sibuk memotong sebagian alat kelamin anak tersebut. Orang-orang disekitarnya pun turut memberikan semangat kepada anak itu.

Tak jauh dari meja operasinya, seorang bocah bernomor 10 mengalami hal yang sama. Namun, bocah ini nampak tak sabar. Berkali-kali kepalanya ia dongakkan untuk melihat apa yang sedang terjadi dengan alat kelaminnya. Setelah itu, ia menarik sarung dan menyembunyikan wajahnya yang ketakutan di sarung itu.

Di luar auditorium RABC Pasir Ridge, panitia penyelenggara dari Badan Dakwah Islamiyah (BDI) Chevron Kalimantan Operation (KLO) memberikan semangat kepada sekitar 200 anak yang akan mengikuti khitanan massal. “Saat di dalam jangan lupa mengucapkan ayat-ayat Al-Quran. Biar ngga sakit, ngga terasa saat di khitan,” ujarnya. Namun, wajah anak-anak itu tampak tegang. Tak sedikit, yang masih berpelukan dengan ibunya saat akan masuk ke dalam ruangan atau minta ditemani orang tuanya saat operasi khitanan berlangsung. Bahkan, ada seorang anak yang masuk kemudian terdiam cukup lama saat melihat prosesnya. Setelah sempat dibujuk ahkirnya ia mau untuk ke meja operasi.

“Saya katakan kepada anda semua, bahwa khitanan adalah kejadian yang tak akan kita lupakan dalam hidup. Saya masih ingat waktu di khitan. Tempatnya dimana, kejadiannya dan sebagainya. Apa yang ada rasakan hari ini pasti anda ingat seumur hidup,” kata Manager Health, Environment and Safety (HES) Chevron Arief Yunan yang mengaku kakeknya pingsan saat melihat dirinya dikhitan.

Sementara itu, Ketua BDI Chevron KLO Sudarmo mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program tahunan dari BDI. Menurutnya, sejak tahun 1980 sekitar 2.700 orang yang umumnya berasal dari keluarga tak mampu dan dekat dengan daerah operasi Chevron telah mengikuti program ini. “Kalau hitungannya tahun 1980-an sekitar 30 sampai 50, kemudian naik menjadi 100 dan 200 pada tahun-tahun terakhir. Mungkin jumlahnya ada sekitar 2.700. Anggaplah yang kita khitan sekitar 100 anak per tahun,” ujarnya. (m18)

Khitanan Massal Sambut HUT ke-50 Pertamina
Menyambut Hari Ulang Tahun Emas (50 Tahun) PT Pertamina, Pertamina UP V Balikpapan menyelenggarakan Khitanan Massal kepada 161 anak di klinik Ibnu Sina, Minggu (24/6). Khitanan ini sengaja diselenggarakan untuk seluruh masyarakat Balikpapan. Informasinya mengenai Khitanan ini diumumkan Pertamina melalui pengurus masjid sampai kelurahan.
Informasi disampaikan di kelurahan Prapatan, Kelurahan Karang Jati, Kelurahan Margomulyo, Kelurahan Margasari, Kelurahan Baru Ilir, Kelurahan Muara Rapak dan Sungai Wain yang juga merupakan tempat pendaftaran bagi peserta khitanan. Khitanan massal ini diselenggarakan bekerjasama dengan Poliklinik Ibnu Sina Muara Rapak.
Ada 32 petugas medis dan dokter yang menangani anak-anak. Khitanan massal ini diselenggarakan sebagai wujud komitmen kepedulian Pertamina kepada warga disekitar area operasional kilang UP V Balikpapan.(*/lia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: