Tiga Belas ABK Masih Terapung di Laut

* Kapal Tangker Quito Evakuasi Kapal Kandas

Balikpapan, Tribun -Seorang ABK kapal kayu yang terapung-apung selama 30 hari di Laut Jawa, berhasil diselamatkan kapal tangker Quito Jaya, Minggu (25/6), pukul 11.00 waktu setempat. ABK bernama Dedi Mulyadi di selamatkan awak kapal tangker pengangkut minyak mentah, yang bergerak dari Dubai menuju  Balikpapan. Setibanya di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Rabu (27/6), Dedi yang sebelumnya terkatung-katung di Laut Jawa beserta 13 abk lainnya itu, diserahkan ke Kantor Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Balikpapan. Sementara ketiga belas abk lainnya, termasuk seorang kapten masih di tengah lautan.

Kapal kayu yang ditumpangi abk dari Madura, yakni KM Eka Jaya mengalami kerusakan mesin sekitar sebulan lalu. Kapal pengangkut sapi itu bergerak dari pelabuhan Kendawangan, Kalimantan Barat menuju Surabaya. Namun baru satu hari bertolak dari dermaga, mesin kapalnya mengalami kerusakan sangat parah. Sehingga sang kapten yakni Alekdin, terpaksa melego jangkar di lautan yang jaraknya sekitar 65 notical mil dari daratan. “Mesin kapal kami seperti lengket dan sudah tidak bisa digunakan lagi,” kata Dedi.

Di lautan lepas itulah, Dedi dan ketiga belas rekannya menghabiskan waktu hingga satu bulan. Padahal selama terapung-apung banyak sekali kapal, baik itu kapal besar maupun kapal kecil melintas di sekelilingnya.  “Habis gak ada kapal yang mau berhenti menolong. Padahal kami sudah mengibarkan bendera putih dan memberi aba-aba meminta pertolongan,” kata Dedi saat ditemui di kantor KPLP. Untungnya, persedian logistik berupa beras, mie instan dan air masih mencukupi. Sehingga tidak membuat keempat belas ank kelaparan. Saat ditanya tanggal berapa kapalnya bertolak dari Kalbar, Dedi pun tidak bisa menjawab, karena sudah lupa.
Beruntung, Minggu (25/6) lalu, sebuah kapal tangker pengangkut minyak mentah yang bergerak dari Dubai menuju Balikpapan melintas di dekatnya. Saat itu pula, para abk kapal naas meminta pertolongan. Kapal sepanjang 180 meter, yang dikapteni Agustinus Lepong juga tidak langsung datang menolong. Karena waspada dengan aksi perompakan di laut, kapten kapal meminta abk kapal kayu naas itu untuk melambaikan bendera merah putih. Setelah bendera itu dinaikkan, salah seorang ABK kapal langsung menembakkan tali ke kapal kayu tersebut.

“Awalnya kapal mereka minta ditarik. Tapi kapal kami tidak didesain untuk menarik kapal lain. Dan kapal kita panjang, tidak mungkin bisa mendekati mereka, seharusnya kapal mereka (kapal kecil ‘red) yang mendekati kami. Tapi karena mesinnya rusak ya terpaksa mereka yang harus berenang ke kapal kami,” kata Agustinus, saat ditemui di anjungan Kapalnya di Teluk Balikpapan. Setelah mengetahui kondisi aman itulah, akhirnya kapten kapal ini mengevakuasi Dedi. Sedangkan ketigabelas ABK lain masih dibiarkan di tengah laut, sambil menunggu bala bantuan dari tim SAR.

Kapal tangker Quito Jaya tiba di Teluk Balikpapan sekitar pukul 09.30 Wita. Saat tiba itulah kemudian Agustinus menginformasikan kejadian tersebut pada KPLP dan KP3 Semayang. Kemudian personel  KP3 Semayang meluncurkan satu unit speed boatnya untuk menjemput Dedi.(joi)

Langsung Menginformasikan ke Pusat

KABID Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Pelabuhan Semayang Balikpapan, Gajah Rooseno mengatakan, setelah mengetahui informasi kandasnya kapal kayu yang ditumpangi 14 ABK itu, pihaknya langsung mengirimkan telegram ke KPLP Jakarta Pusat dan Basarnas, untuk segera mengevakuasi ketiga belas ABK lainnya. Menurut laporan yang ia peroleh, posisi kapal naas itu kini berada di 4 derajat 06,3 menit lintang selatan dan 110 derat 31,01menit bujur timur.

“Kami juga telah menghubungi pihak Pelabuhan Telaga Biru Madura, agar informasi ini bisa segera di sampaikan ke pemilik kapal yang kandas,” kata Gajah, saat menerima Dedi, ABK Kapal Eka Jaya yang terapung-apung di laut. Setelah dilakukan pendataan, Dedi kemudian diserahkan ke Mapolsek KP3 Semayang.

Kapolsek KP3 AKP Nurhadi mengatakan, saat ini Dedi sudah dititipkan di paguyuban warga Madura, yang beralamat di Jl Ars Muhammad. “Kami sudah berkoordinasi dengan Adpel dan SAR, tapi kemungkinan Tim SAR dari daerah terdekat yang akan mengevakuasi,” kata Nurhad, saat dimintai konfirmasi, Rabu (27/6).(joi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: