Boeing 737-900 ER Layani Balikpapan-Jakarta Satu kali setiap Hari

Balikpapan, Tribun – Tepat pukul 12.55, pesawat terbaru milik maskapai penerbangan Lion Air, Boeing 737-900 ER, yang terbang dari Jakarta mendarat di Bandara Sepinggan Balikpapan, Sabtu (17/6). Pilot dan awak pesawat yang berkapasitas 213 penumpang itu kemudian disambut oleh Walikota Balikpapan Imdaad Hamid dalam acara pengalungan bunga di terminal kedatangan internasional Bandara Sepinggan.

Dalam sambutannya, Imdaad Hamid mengatakan bahwa dengan kehadiran pesawat baru ini, inventarisasi pelayanan bagi masyarakat Balikpapan dan Kalimantan Timur semakin bertambah. Ia juga berharap agar Lion Air tak henti-hentinya melakukan peningkatan pelayanan dan keamanan kepada para penumpang.

“Wujud pelayanan itu dapat berupa keamanan kepada penumpang. Tak usah ragu bila mengumumkan bahwa pesawat mengalami kerusakkan atau kendala cuaca yang dapat menganggu keamanan penerbangan,” katanya. Imdaad kemudian menceritakan pengalamannya di Singapura, bahwa pada saat pesawat terpaksa delay (ditunda, red) dengan alasan cuaca, para penumpang memberikan aplaus. Ini berbeda dengan penumpang di Indonesia yang akan menggerutu apabila mendengar pemberitahuan seperti itu.

“Dalam era reformasi pemerintah dituntut untuk menjadi good govemence, perusahaan juga harus menjadi good corporate govermence. Salah satu unsurnya adalah transparansi, transparansi itu termasuk masalah yang tadi,” ujarnya.

Sementara itu, R Andi Burhan General Manager Services Lion Air menjelaskan bahwa Balikpapan menjadi kota destinasi ketujuh pesawat ini setelah Jakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar, Ambon dan Manado. Balikpapan dipilih karena memiliki potensi pasar yang baik. Setiap harinya, dari tiga penerbangan Lion Air rute Jakarta-Balikpapan load factor (jumlah penumpang berbanding dengan kapasitas kursi, red) mencacapi 90 persen ke atas.

“Pesawat ini didukung dengan teknologi terbaru milik Boeing. Karena itu, bahan bakarnya dapat lebih hemat 15-20 persen. Dengan efisiensi bahan bakar seperti ini, Boeing 737-900 ER memang cocok untuk melayani penerbangan jauh atau penerbangan sekitar 2 jam seperti rute Balikpapan-Jakarta,” katanya.

Dengan begitu, pesawat ini akan melayani rute Balikpapan-Jakarta satu kali setiap harinya. Kedepannya, tambah Burhan, tak hanya didisain untuk kelas ekonomi saja tapi juga kelas bisnis. “Kedatangan pesawat inimerupakan komitmen Lion Air untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi konsumennya,” ujarnya. (m18)

Penerbangan Yang Dilayani Boeing 737-900 ER
Nomor Penerbangan        Dari         Tujuan    Waktu
JT 758                Jakarta    Balikpapan    12.50
JT 751                Balikpapan    Jakarta    13.20 (m18)

Dampak Liburan Sekolah
Kargo Turun Hingga 10 %
Balikpapan, Tribun – Tidak seperti penumpang dan harga tiket pesawat yang mengalami kenaikkan, jumlah barang yang masuk dan keluar dari terminal kargo Bandara Sepinggan Balikpapan selama liburan berlangsung malah menurun. Penurunan sekitar 10 persen ini dipicu berkurangnya kapasitas angkut maskapai penerbangan terhadap barang.

Manajer Operasio SBU Warehousing Bandara Sepinggan Balikpapan F.E Walenta mengatakan pada saat liburan, kargo memang berbanding terbalik dengan jumlah penumpang atau harga tiket pesawat. Kalau liburan, ujarnya, kargo akan sedikit, karena prioritas pertama yang diangkut maskapai adalah penumpang, kemudian barang bawaan (kabin, red) dan yang terakhir baru kargo. “Nah, kalau liburan kan penumpangnya banyak. Jadi ruang angkut untuk kargo semakin kecil,” kata Walenta, Kamis (21/6).

Walenta menyebut penurunan kargo untuk domestik sekitar 7-10 persen. Jika hari normal barang yang masuk sekitar 40 ton, maka saat liburan ini sekitar 36-37 ton. Demikian juga dengan barang keluar, saat hari normal sekitar 20 ton. Kemudian pada liburan sekolah terjadi penurunan sekitar 1-2 ton. Hal Ini juga terjadi pada pergerakkan kargo internasional. Namun, hanya pada barang yang masuk. Pada awal bulan Mei sekitar 10-12 ton , lalu turun hingga 7-10 ton bulan ini.

“Kemarin ada benih ikan tertenu yang akan dikirim ke Tarakan. Namun, karena tidak adanya ruang untuk di pesawat, hingga kini barang tersebut tidak jadi dikirim,” ucapnya. Jumlah barang yang keluar dan masuk akan normal kembali pada saat liburan telah usai. Saat itu, jumlah barang mengalami peningkatan. “Menurut tradisi tahun-tahun sebelumnya, saat lebaran dan tahun baru  kargo memang sepi. Saat itu penumpang lagi rame-ramenya. Tapi, memasuki minggu kedua bulan Januari atau ketika liburan usai, giliran kargo yang membludak,” ujarnya.(m18)

Pergerakkan Barang di Kargo Terminal Bandara Sepinggan Balikpapan
Jumlah Barang Masuk (ton)        Jumlah Barang Keluar (ton)
Mei        Juni            Mei        Juni
Domestik         40         36-37            20        18-19
Internasional         10-12        7-10            4-5        4-5 (m18)

Liburan Sekolah
*Hanya Rute Denpasar yang penuh
Balikpapan, Tribun – Liburan sekolah kali ini ternyata tidak seramai dibanding liburan tahun lalu. Walaupun mengalami lonjakkan sekitar 5 persen dibandingkan hari normal, namun prediksi bahwa penumpang akan membludak ternyata tidak menjadi kenyataan. Hanya rute Balikpapan-Denpasar milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang mengalami full seat (penuh, red).

Rudi, penumpang Garuda Indonesia tujuan Jakarta pada Selasa mengatakan bahwa pesawat yang ia gunakan tidak terisi penuh. Sekitar 10 bangku penumpang masih kosong. Namun, ketika ia pulang semua kursi terisi penuh. Senada dengan Rudi, seorang penumpang Garuda dari Yogyakarta yang enggan disebutkan namanya mengatakan terdapat sekitar 15 kursi kelas ekonomi yang kosong.

Hal itu diakui General Manager Garuda Indonesia untuk Kalimantan Timur Ahmad Syaifuddin. Menurutnya, load factor liburan kali ini hanya sekitar 90-95 persen. Hanya rute Balikpapan-Denpasar saja yang penuh. Puncak penumpang pada Minggu ini terjadi pada hari Kamis (21/6). Saat itu, jumlah penumpang Garuda Indonesia mencapai 875 penumpang. Ini disebabkan rute Balikpapan-Jakarta terisi penuh. “Selama liburan yang berlangsung mulai minggu lalu, hanya rute ke Balikpapan-Denpasar melalui Makassar yang penuh. Lainnya hanya sekitar 90-95 persen,” ujarnya. Untuk rute Denpasar melalui Makassar yang penuh, saat ini pihaknya mengalihkan kelebihan penumpang tersebut melalui Yogyakarta.

Senada dengan Udin, District Manager Sriwijaya Air I Gusti Ngurah Ramajaya mengakui load factor (jumlah penumpang berbanding kapasitas yang ada, red) kali ini hanya sekitar 90-95 persen atau terjadi kenaikkan hanya sekitar 3-5 persen dibanding hari normal. Berbeda dengan tahun lalu  yang rata-rata full seat. Bahkan tahun lalu cadangan penumpang dapat mencapai 5 orang.

Menurutnya, tidak membludaknya jumlah penumpang ini disebabkan semakin banyaknya frekuensi penerbangan di Bandara Sepinggan Balikpapan. “Jumlah penerbangan dalam satu rute kan semakin banyak, artinya kemampuan untuk mengangkut penumpang juga semakin besar. Sehingga jika dulunya penumpang hanya terpusat pada satu maskapai, sekarang tersebar ke maskapai lain yang melayani rute yang sama,” ujarnya.

Sementara itu, District Manager Adam Air untuk Balikpapan I Gede Yogi Jenaka Sunu yakin bahwa izin penerbangan maskapainya tidak akan dicabut. Keyakinan ini berdasarkan pernyataan Dirjen Perhubungan saat peresmian “New Spirit of Adam Air” Sabtu, 9 Juni 2007 yang lalu.

“Menurut Dirjen Perhubungan, maskapai Adam Air tidak akan ditutup. Ini karena kami telah melakukan upaya-upaya perbaikkan sesuai dengan permintaannya bulan Maret yang lalu. Ia juga mengatakan bahwa kami tidak termasuk kategori III lagi, tapi kita tunggu saja keputusan Senin (25/6) nanti,” kata Yogi, Sabtu (23/6), saat menanggapi pemberitaan Tribun Adam Air dan Batavia Air Terancam di tutup.

Upaya-upaya perbaikkan itu kata Yogi seperti pemenuhan persyaratan administrasi, kelayakkan pesawat, persiapan-persiapan teknis lainnya dan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Adam Air. Peningkatan SDM itu dengan cara menyekolahkan mereka sehingga mendapat lisensi sesuai dengan yang dipersyaratkan maskapai penerbangan.

Menurut Yogi, kesempatan upaya perbaikkan itu semakin besar karena Adam Air mendapat suntikkan dana dari pihak PT. Bhakti Investama Indonesia. “Saham Adam Air kini di miliki dua pemegang saham yakni Adam Air dan PT. Bhakti Investama Indonesia. Nah, dukungan finansial ini yang semakin membuat kami lebih siap dalam melakukan perbaikkan dan perubahan ,” ujarnya. (m18)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: