Narapidana Bom Bali M Yunus Keluar dari LP

Balikpapan, Tribun – Narapidana Bom Bali Muhammad Yunus keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Balikpapan memperoleh pembebasan bersyarat dari Dirjen Pemasyarakatan RI berdasarkan salinan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor E4.IV.828.PK.04.05 tahun 2007. Yunus keluar dari LP sejak kemarin (16/3).
Kasi Bimbingan Napi Eko Agus Supriyanto mengatakan keluarnya M Yunus itu tidak berarti dia bebas dari ancaman hukuman pidana yang seharusnya dia jalani. Karena  tanggal bebas murninya 24 Oktober 2008. Dia tetap menjalani wajib lapor ke Balai Pemasyarakatan bebas bersyaratan yang dihitung  masa percobaan berakhir 24 Oktober 2009. Yunus mendapat bebas bersyarat  karena dijamin anggota keluarganya.Dalam hukuman pidana 7 tahun sampai bebas bersyarat, Yunus mendapat remisi 15 bulan
“Apabila selama masa bebas bersyarat dia melanggar, maka dia menjalani sisa pidana yang dihitung sejak dia bebas bersyarat dari 16-3-2007 sampai dengan 24 Oktober 2008 dan hukuman pidana lain” katanya saat ditemui di LP Balikpapan Rabu (21/3).
Jumlah narapidana LP yang mendapat pembebasan bersyarat sebanyak 11 orang termasuk Muhammad Yunus. Dari jumlah tersebut tinggal 3 narapidana yang kini belum turun surat Pembebasan bersyaratnya.  Mereka yang berhak diajukan pembebasan bersyarat adalah narapindana yang telah menjalani dua pertiga hukuman pidana.(rid)

Tiga Napi Lawe-lawe Belum Bisa  Berkeliaran Ikuti Binker

Balikpapan, Tribun –
Petugas Lembaga Pemasyarakatan Balikpapan  bersikap hati-hati  menghadapi tiga narapidana yang tersandung kasus lawe-lawe yaitu Tarmuji, Iskandar dan Muhammad Arsyad.  Tiga narapidana itu tetap dikunci dalam sel tahanan masing-masing  dan tidak dibolehkan berkeliaran mengikuti bimbingan kerja (Binker) lapangan di luar LP seperti narapidana lain yang telah menjalani masa tahanan lebih lama.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Balikpapan  Drs Poppy Sutandar BcIp mengatakan semua prosedur pengawasan dan bimbingan narapidana yang mendekam di LP ditangani oleh masing-masing satuan kerja di  lingkungan LP.

Kepala Seksi Bimbingan Napi / Anak Didik Lembaga Pemasyarakatan  Balikpapan Eko Agus Suprianto SH mengatakan pemberlakuan semua narapidana yang mendekam di LP Balikpapan mengacu pada standar prosedur penempatan sel tahanan. Tiap tahanan ditempatkan pada beberapa lokasi sel tahanan disesuikan dengan masa hukuman yang dijalani. Masa hukuman yang dijalani tiap narapindana itu dibedakan dalam Maximum, Medium dan Minimum Security. Tiap status masa tahanan itu berpengaruh pada ketat longgarnya  pengawasan terhadap nara pidana tersebut.

Untuk narapidana  kasus lawe-lawe yaitu Tarmuji, Iskandar dan Muhammad Arsyad kini masih mendapat pengawasan ketat. karena dari catatan masa pidana, tiga narapindana tersebut belum mencapai dua pertiga  masa tahanan sehingga statusnya masuk golongan Maximal Security

“Tiga napi lawe-lawe masuk maksimal security. sehingga belum dipindahkan untuk menempati ruangan minimum security” katanya senin (5/2)

Dijelaskan, berdasarkan catatan LP Balikpapan, Tarmiji dinyatakan masuk menjalani setengah masa hukuman pidana tangal 4 Januari 2008,  Iskandar dinyatakan menyelesaikan setengah masa hukuman pidana 6 apri 2008 dan Muhammad Arsyad pada tangga 11 september 2008.

Tiga Napi Lawe-lawe itu dapat diusulkan untuk memasuki ruangan minimum security apabila sudah menyelesaikan setengah masa hukuman pidana dengan syarat berkelakuan  baik selama di LP.
Selama tiga narapidana lawe-lawe itu belum pindah ke ruangan minimum security maka mereka tidak boleh berkeliaran bebas untuk mengikuti bimbingan kerja lapangan seperti narapidana lain

“usulan itu akan diajukan ke kantor wilayah 6 bulan sebelum mencapai 2/3 masa pidana” jelasnya

Dijelaskan, Tiga narapidana kasus lawe-lawe itu tidak harus  menjalani seluruh masa hukuman. masa hukuman bisa berkurang apabila mendapat pengurangan remisi yang biasa dikeluarkan pada hari kemerdekaan 17 agustus dan hari raya keagamaan.(rid)
=================================——————

M Yunus Ditugaskan jadi Guru Ngaji
* Sebelum Keluar putusan pembebasan bersyarat

Balikpapan, Tribun –
Dibandingkan tiga narapindana kasus lawe-lawe, narapidana Kasus Bom Bali II M Yunus Bin Samijan justru lebih diperlonggar pengawasan masa hukumannya. Hal itu terkait masa tahanan M Yunus yang sudah menjalani dua per tiga masa tahanan dan kini bakal menghirup udara besar setelah keluar putusan pembebasan bersyarat

Kepala Seksi Bimbingan Napi / Anak Didik Lembaga Pemasyarakatan  Balikpapan Eko Agus Suprianto SH mengatakan narapindana Bom Bali II M Yunus sudah menempati ruangan minimum security yang membuat Yunus bisa mengikuti bimbingan kerja lapangan di luar LP. pemberlakuan bagi Yunus itu  terkait rencana keluarnya pembebasan bersyarat (PB).

Sudah diusulkan pembebasan bersyarat  oleh kepala lembaga Balakpapan Nomor surat 13.Ea.Pk.04.05-20 tanggal 4 Januari 2007. Diusulkan ke Kanwil Departemen Hukumd an HAM Kaltim. Kakanwil Lembaga pemasyarakatn Kaltkim sudah meenruskan surat itu  ke Dirjen Pmasyarakat Jakarta nomor B13.Pk.04.05-0047 tanggal 10 januari 2007.

“Pembebasan bersyaratn sudah diusulkan kepada kepala wilayah dan diteruskan kepada kanwil dan kini nasib Yunus tinggal menunggu sk dari dirjen” katanya Senin (5/2)

Usulan pembebasan bersyarat itu sehubungan masa hukuman yang dijalani Yunus sudah melewati dua pertiga masa pidana. usulan pembebasan bersyarat itu sudah diajukan ke Dirjen Pemasyarakatan Jakarta.

Kelonggaran pengawasan tahanan untuk Yunus ini membuat dia kini bisa mengikuti bimbingan kerja lapangan di luar maupun dalam LP.selama ini bimbingan kerja yang diberikan antara lain cuci mobil, berkebun dan bimbingan kerja praktis lain.

Dari bimbingan kerja yang diberlakukan di LP ternyata Yunus lebih suka mengajar ngaji dan membersihkan masjid LP. melihat kelakuan Yunus itu membuat petugas LP menugaskan Yunus untuk mengajarkan mengaji para narapidana yang mendekam di lembaga pemasyarakat tersebut. “Biasanya dia ngajar ngaji tiap hari rabu” jelasnya

Kepala Satuan pengamanan LP Balikpapan Ruslan mengatakan Yunus dan tahanan lain yang sudah menjalani dua pertiga masa hukuman pidana mengikuti bimbingan kerja lapangan mulai jam 8 sampai 16.00.(rid)

19 Napi dan Tahanan bebas dari LP Balikpapan
* Sebagian tidak jalani seluruh masa pidana
* Dapat Fasilitas PB dan  Bebas Murni

Balikpapan, Tribun – Dalam dua bulan terakhir 19 Narapidana dan Tahanan  bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Balikpapan. Sebagian dari mereka bebas murni setelah menjalani masa hukuman pidana. Sisanya bebas dari fasilitas pembebasan bersyarat (PB)  dan tidak menjelani seluruh masa hukuman pidana
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana LP Balikpapan Eko Agus Suprianto mengatakan napi dan tahanan yang bebas dari LP dalam dua bulan terakhir itu adalah pelaku kasus pembunuhan dan kasus susila. Mereka dibebaskan karena telah menjalani seluruh masa hukuman pidana tapi ada juga yang bisa bebas dari fasilitas  pembebasan bersyarat
“Pada bulan Januari yang memperoleh PB dan bebas murni  ada 8 orang. Bulan Februari yang bebas murni dan PB sebanyak 10 orang. Dari awal  bulan Maret sampai hari ini ada 1 orang. yang bebas murni” katanya saat ditemui di ruang kerjanya Senin (5/3).
Napi dan Tahanan dapat bebas dari LP melalui fasilitas pembebasan bersyarat (PB) apabila terbit surat keputusan dari  Dirjen Pemasyarakatan RI.  Pihak LP Balikpapan  mengajukan PB tersebut kepada Dirjen Pemasyarakatan RI apabila napi dan tahanan telah melewati dua per tiga  masa hukuman pidana. Kelayakan pengajuan usulan PB itu didasarkan pada penilaian  perilaku narapidana dan tahanan selama mengikuti masa pembinaan dalam lingkungan LP. Mereka yang memperoleh fasilitas pembebasan bersyarat dan bebas ini dalam dua bulan terakhir ini adalah pelaku kasus pembunuhan,  kasus susila dan kasus pelanggaran pidana ringan.
Eko Agus Suprianto menerangkan mereka yang bebas melalui fasilitas PB ini merupakan sebagian dari usulan Pembebasan bersyarat yang diajukan LP kepada Dirjen Pemasyarakatan RI. Untuk periode tahun 2007 pihak LP telah mengajukan surat Pembebasan Bersyarat kepada 11 narapidana. sehingga  masih ada 6 napi yang sampai kemarin belum memperoleh keputusan diterima atau tidaknya usulan PB itu termasuk didalamnya napi kasus Bom Bali M Yunus.
Usulan lain juga sudah diajukan LP kepada Kantor LP wilayah Kaltim tentang cuti menjelang bebas (CMB) untuk tiga narapidana. Cuti Menjelang Bebas itu diusulkan bagi  narapidana yang  dinilai berperilaku baik selama menjalani pembinaan dan memiliki sisa hukuman 6 bulan lagi. Bagi mereka yang mendapat fasilitasi CMB tetap diberlakukan wajib lapor setiap bulan hingga terbit surat bebas.(rid)

Daftar Napi dan Tahanan yang Bebas Dari LP S/d 5 Maret  2007
Bulan             Bebas Bersyarat            Bebas Murni
Januari                2                    6
Februari            5                    5
s/d 5 Maret                                 1
Sumber : Lembaga Pemasyarakatan Balikpapan.(rid)

Tahanan Berstatus F Terancam  Kehilangan Hak Remisi

Balikpapan, Tribun –  Sejumlah tahanan yang mendekam di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Balikpapan terancam kehilangan hak mendapatkan remisi dari departemen hukum dan hak Asasi Manusia terkait pelanggaran aturan Rutan. Mereka yang kehilangan hak remisi itu adalah yang melakukan pelanggaran  dan masuk daftar letter F. Pelanggaran berat yang tidak dapat ditolerir menerima remisi adalah tahanan yang tersangkut kasus dalam tahanan khususnya  pengedaran narkoba,  kekerasan, penyimpanan sajam dan tidnak pidana lain.
Kepala Rutan balikpapan Edi Hardoyo Bc.Ip menerangkan, sejak Januari sampai Juni terdapat dua kasus peredaran narkoba. Kasus terakhir terungkap dari razia yang menangkap tahanan yang kedapatan mengedarkan LL. Para tahanan yang terlibat nakroba di lingkungan Rutan sedang proses hukum. Dari Razia rutin secara berkala juga diamankan banyak senjata tajam dan pelanggaran lain.
Semua pelanggaran tersebut terus diawasi. Bagi tindak pidana yang melanggar disiplin Rutan dikenakan sanksi.  Sanksi paling berat dalah penetapan tahanan  status letter F.
“Kalau pelanggaran disiplin yang kena Letter F, maka dicabut hak remisinya,” jelasnya di kantornya, Rabu (27/6).
Penetapan letter itu diawasi langsung dari Departemen Hukum dan HAM RI. Pihak Rutan terus melakukan kordinasi mengenai inventarisasi  status letter F ini melalui razia dan pengawasan berkala terhadap pelanggaran dalam Rutan. Selain itu Rutan juga melakukan pembinaan agar tahanan tidak terkena sanksi penggolongan letter F.
“Ternyata mereka menyadari karena remisi bagi mereka hal yang ssngat penting. Karena ada remisi 17, keagamana kalau sampai di cabut rugi,” ujarnya.(rid)

Tiga Tahanan Pengidap HIV Diasingkan dalam  Sel Khusus
* Antisipasi penularan HIV ADIS
* Di Blok C Rutan Balikpapan

Balikpapan, Tribun – Tiga tahanan Rumah Tahanan Negara (Rutan)  Balikpapan diasingkan di sel khusus. Hal ini terkait penyakit yang diderita tahanan tersebut yang positif mengidap AIDS. Untuk antisipasi meluasnya penularan AIDS, pihak Rutan melakukan pengawasan ketat terhadap segala potensi penularan terhadap perbuatah homoseksual, sodomi pada anak dan pemakaian jarum suntik.
Kepala Rutan Edy Hardoyo Bc.IP mengatakan, pencegahan penularan AIDS di lingkungan Rutan bekerjasama dengan KPA (Komisi pemberantasan dan penanggulangan AIDS) Kota Balikpapan. Secara berkala minimal sebulan sekali, petugas Rutan dan KPA melakukan pemeriksaan darah hingga konsultasi dan  pengobatan rutin bagi tahanan atau napi yang mengidap AIDS. Bagi yang terdiagnosa positif HIV AIDS diterapkan  perlakuan khusus.
“Kita pisahkan mereka dengan tahanan atau napi lain. Ada sel pengasingan untuk orang sakit, yang melanggar disiplin. Tapi masing-masing tahanan ditempatkan pada sel tersendiri. Agar tidak menular. Ada 10 sel di blok C yang dikhususkan untuk itu,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (27/6).
Jumlah tahanan yang mengidap AIDS saat ini  berkurang dibanding tahun lalu. Pada tahun 2005 terdeteksi lima tahanan dan narapidana Rutan yang terdiagnosa positif AIDS. Dalam kurun waktu dua tahun sudah dua tahanan yang bebas dan yang tersisa tiga tahanan. Pihak Rutan tidak tahu lagi perkembangan tahanan yang sudah bebas. Alasannya, mereka tidak berurusan lagi dengan pihak Rutan dan sekarang sulit pemantauannya.
Pihak Rutan kini lebih menaruh perhatian pada tiga tahanan pengidap AIDS yang menjalani hukuman.  Diduga mereka sudah terinfeksi AIDS sebelum masuk Rutan. karena penyakit itu baru terdeteksi dari pemeriksaan darah yang rutin ketika mereka masuk Rutan.
“Ada satu yang lumayan parah. walau diobati terus menerus keliatan begitu saja perkembangan. Kondisi kondisi pangidap AIDS yaitu  kulit timbul bercak-bercak. Lemas, tak bertenaga. sangat menurun staminanya,” jelasnya.
Beberapa kegiatan pencegahan penularan AIDS yang digiatkan dalam Rutan antara lain mengawasi penggunaan jarum suntik terutama dalam pelayanan  pengobatan yang dilakukan dokter.  Satu jarum suntik digunakan untuk pengobatan satu pasien yang memberikan suntikan penanggulangan penyakit. Antisipasi lain adalah pengawasan  aktifitas homoseksual  atau sodomi terhadap anak di bawah umur.
“Kami selalu  mengadakan pengontrolan terus menerus. Kita awasi tahanan  agar tidak dipakai mereka. Kalau tahanan anak memang ditempatkan di lapas II A khusus anak. Sama seperti tahanan wnaita yang ditempatkan di sel khusus,” terangnya.
Ada kendala yang dihadapi pihak Rutan mengenai pencegahan AIDS antara lain kekurangan tenaga medis. Bantuan tenaga medis dari puskesmas yang datang semigngu sekali dinilai belum memasdai untuk menangkal penularan AIDS dan penyakit lain.
“Minimal Rutan memiliki satu dokter dan satu perawat yang stand-by terus. Apalagi AIDS yang memerlukan pengawasan dan pengobaetan khusus,” tandasnya.
Keberadaan dokter tetap di Rutan itu makin dibutuhkan seiring jumlah tahanan dan napi yang meningkat melebihi daya tampung maksimal.(rid)

Kondisi Rutan Balikpapan
Daya Tampung Maksimal : 144 Tahanan
Jumlah Penghuni Rutan : 542 tahanan dan Napi
Sumber : Rutan Balikpapan.(rid)

ISPA dan Iritasi Kulit  Jangkiti Napi dan Rutan

Balikpapan, Tribun –
Penyakit Infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) dan gangguan penyakit kulit merupakan penyakit yang mewabah di lingkungan lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara (Rutan) Balikpapan.  Banyak narapidana dan tahanan yang tertular penyakit itu  dan terdeteksi dari pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan dokter LP setiap Minggu.
Karunia Nente Dokter Rutan dan LP Balikpapan mengatakan, penyebaran penyakit tersebut diketahui setelah banyak pasien yang konsultasi menderita penyakit tersebut. Meskipun jumlah pasien penyakit ISPA dan kulit itu cendrung meningkat namun belum ada yang dirujuk ke rumah sakit. Penderita masih dapat ditangani melalui pemberian obat-obat ayng tersedia di klinik.
“Penyakit yang paling banyak menjangkiti mereka adalah penyakit gatal kulit dan ISPA seprti batuk, pilek. Dari kunjungan tiap minggu, yang berobat di Rutan 20-30 orang. sedangkan di LP sekitar 30-40 orang,”katanya saat ditemui di LP Balikpapan Rabu (11/4).
Kasi bimbingan Napi LP Balikpapan Eko Supriyanto mengatakan masalah penyakit yang diderita pasien Narapidana difasilitasi oleh penyediaan obat-obatan di Klinik LP. Jenis obat-obatan yang tersedia mencapai 40 jenis obat.(rid)

20 Napi LP Ikuti Ujian Paket B

Balikpapan, Tribun – Sebanyak 20 narapidana Lembaga Pemasyarakatan Balikpapan akan mengikuti ujian nasional pendidikan kesetaraan paket B setara SMP yang dijadwakan digelar 26-28 Juni 2007. Pelaksanaan ujian bagi para napi bertempat di Ruko Sepinggan Berdikari, Balikpapan. Beberapa persiapan menyambut ujian kini telah dilakukan narapidana yang akan mengikuti ujian.
Kordinator penyelenggaran ujian dari LP Balikpapan Edi mengatakan, narapidana yang mengikuti ujian paket B adalah mereka yang telah melewati proses  kegiatan belajar yang telah menyelesaikan materi kurikulum yang berlaku.  Untuk memudahkan pengerjaan soal-soal ujian, pihak LP kini menggiatkan latihan dan bimbingan belajar.
“Pembelajaran dilaksanakan Senin, Selasa dan Rabu. Kesiapan lainnya lebih pada latihan pengerjaan  LJK (lembar jawaban komputer-red) yang sudah beberapa kali dilakukan,” katanya, Rabu (16/5).
Untuk penyelenggaraan ujian paket B bagi napi ini akan menggunakan dua ruangan ujian yang akan dipantau oleh pengawas ujian. Pelaksanan lebih lanjut penyelenggaraan Ujian paket untuk para narapidana itu akan dijalankan berdasarkan prosedur pelaksanakaan yang ditetapkan dari pemerintah.
Sampai sekarang pihak LP masih menunggu petunjuk lebih lanjut mengenai tata cara penyelenggaraan ujian untuk kalangan napi, karena sampai sekarang surat yang menerangkan prosedur dan penyelenggaraan ujian dari pemerintah belum diterima.(rid)

127 Napi Kejar Paket Penyetaran Pendidikan
* Didukung 240 Koleksi Buku Pelajaran

Balikpapan, Tribun – Meskipun menjalani hukuman pidana di LP Balikpapan namun tidak menghalangi hak seluruh narapidana menamatkan pendidikan melalui program paket A,B dan C hingga penguasaan baca tulis  yang merupakan program penyetaraan pendidikan luar sekolah.  Hingga Februari 2007 terdapat 127 narapidana mengikuti proses penyetaraan pendidikan luar sekolah yang dikemas dalam program pendidikan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Katua PKBM LP Balikpapan yang juga Kasubsi Registrasi LP Balikpapan Edy mengatakan paket penyetaraan pendidikan yang diminati narapidana mulai dari Program Keaksaraan fungsional  hingga program Paket A dan B. Paket keaksaraan fungsional dikhususkan bagi narapidana buta huruf yang tidak bisa membaca dan menulis. Narapidana yang belum menamatkan pendidikan tingkat SD hingga SMP bisa mengikuti program paket A dan B.
“Kegiatan PKBM ini dilaksanakan tiga kali seminggu. Guru pengajarnya didatangkan dari luar dan guru dari petugas LP. Ada 7 guru yagn didatangkan dari luar dan 8 guru yang mengajar dari dalam lingkugnan LP” katanya saat ditemui di sela-sela penyuluhan hukum di aula serba Guna LP Balikpapan Selasa (20/2)
Pelajaran yang diajarkan pada kegiatan penyetaran pendidikan melalui program PKBM ini sama seperti materi pelajaran yang diajarkan  siswa peserta paket A,B dan C yang berlaku secara nasional. Kegiatan pembelajaran bagi narapidana itu diselenggarakan pada dua ruangan belajar.  Proses belajar mengajar di lingkungan LP didukung ketersediaan perpustakaan LP yang memiliki lebih dari 240 koleksi buku pelajaran yang disediakan bagi seluruh narapidana yang akan mengikuti proses belajar mengajar.(rid)

Daftar  Narapidana Lp Balikpapan yang mengikuti program PKBM
Jenis Penyetaraan Pendidikan        Jumlah Napi
1.. Program keaksanaan fungsional     20

2. Paket A (setara SD)        81
terdiri dari
21 napi mengikuti pelajaran kelas 5 SD
60 napi mengikuti pelajaran kelas Kelas 6 SD

3. Paket B (setara SMP        26
Sumber : Panitia PKBM LP Balikpapan.(rid)

Pencurian Dominasi Kasus Kriminal Anak
* 28 Kasus Kriminal Anak Masuk dalam Litmas

Balikpapan, Tribun – Kasus pencurian berada di peringkat tertinggi kejadian kriminalitas yang melibatkan anak dalam dua tahun terakhir. Sejak Januari sampai Maret 2007 ada 17 kasus dari 28 kasus yang ditangani Balai Pemasyarakatan (Bapas) Balikpapan yang kasusnya dilakukan melalui penyusunan penelitian kemasyarakatan.  pada tahun 2006 kasus kriminal anak sebanyak 78 kasus.
Kepala Bapas Balikpapan R Nurwulan Hadi mengatakan penyusunan penelitian kemasyarakatan (Litmas) bagi kasus kriminal yang melibatkan anak itu dilakukan atas permintaan kepolisian, kejaksanaan dan pengadilan. Laporan litmas tersebut dihimpun dari keterangan berbagai sumber mulai dari keterangan anak yang terlibat kriminal, tanggapan keluarganya, penelitian kondisi lingkungan anak, tangapan dari korban serta banyak hal lain.  pengumpulan data itu dilaksanakan oleh petugas Pembimbing Kemasyarakatan (PK). Data-data yang terhimpun itu kemudian dibahas dalam rapat TPP (Tim pembimbing pemasyarakatan (TPP).
“Dari laporan Litmas itu menyampaikan saran dan rekomendasi kepada polisi, kejaksanaan dan majelis hakim pengadilan. Litmas ini juga menjadi pertimbangan  hakim dan bahan penyidikan hingga penuntutan.  Pedoman penyusunan litmas itu pada UU 3/1997,” katanya di kantornya Selasa (20/3).
Kasus Pencurian, Narkotika, Penganiayaan mendominasi kasus kriminal yang melibatkan anak. Dari analisa Litmas menunjukkan kasus kriminal anak itu umumnya dipengaruhi faktor lingkungan, minuman keras dan  pengaruh obat terlarang. Wilayah kerja Bapas penanganan kriminal anak mencakup jangkauan Balikpapan, Penajam Pasir Utara, Tanah Grogot, Bulungan,  Tarakan dan Nunukan.  “Bahaya narkoba dan minuman keras itu merangsang anak melakukan tindakan kriminal,” jelasnya
Dalam dua tahun terakhir, ada seorang anak yang direkomendasikan masuk LP anak yang terletak di Blitar. Anak yang menjalani hukuman di LP anak mengikuti kegiatan ketrampilan dan pendidikan maksimal sampai usia 18 tahun. Bapas juga menangani verifikasi penilaian pembebasan bersyarat bagi narapidana dewasa. Sampai Maret 2007 jumlah litmas untuk pembebasan bersyarat untuk narapidnana dewaasa mencapai 181 berkas. Untuk Balikpapan ada 105 orang.(rid)

Data Kasus Kriminal yang melibatkan anak Januari – Maret 2007
Januari 2007 ada 9
pencurian 6
Psikotropika 1
Penganiayaan 3

Februari 2007 14
Pencurian 8
Priskotropika 1
Penganiayaan 1
Pengeroyokan 1
Lakalantas 3

Maret 2007 ada 5
Pencurian 3
Pencabulan/susila 1
Penganiyaan / pembunuhan 1
Sumber : Bapas Balikpapan.(rid)

Data Kasus dan Litmas Bapas Balikpapan
Pembebasan Bersyarat        Balikpapan    Pasir dan Penajam    Tarakan dan Nunukan
Dewasa            105        15            61
Anak

Asimliasi
Dewasa            2        –            –
ANak

Pembuatan Litmas
Pengadilan anak        3        4                –
LP                9        –                –
Sumber : Bapas Balikpapan.(rid)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: