Dedi 30 Hari Terapung di Laut

Balikpapan, Tribun-Seorang anak buah kapal (ABK) kapal kayu yang terapung-apung selama 30 hari di Laut Jawa, berhasil diselamatkan kapal tanker Quito Jaya, Minggu (25/6), pukul 11.00 waktu setempat. ABK bernama Dedi Mulyadi diselamatkan awak kapal tanker pengangkut minyak mentah, yang bergerak dari Dubai menuju Balikpapan.(joi)

Setibanya di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Rabu (27/6) Dedi diserahkan ke Kantor Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Balikpapan. Sementara 13 rekannya dan seorang kapten kapal masih di tengah laut. Kapal KM Eka Jaya yang ditumpangi 14 orang itu mengalami kerusakan mesin sekitar sebulan lalu.

Saat itu, kapal pengangkut sapi tersebut bergerak dari Pelabuhan Kendawangan, Kalimantan Barat (Kalbar) menuju Surabaya. Namun, baru sehari berlayar, mesin kapal kayu itu rusak parah. Sehingga sang kapten Alekdin, terpaksa melego jangkar di laut yang jaraknya sekitar 65 notical mil dari daratan.

“Mesin kapal kami seperti lengket dan tidak bisa digunakan lagi,” kata Dedi. Di laut lepas itulah, Dedi dan 13 rekannya menghabiskan waktu hingga sebulan. Padahal selama terapung-apung banyak sekali kapal, baik itu kapal besar maupun kapal kecil melintas di sekeliling mereka.

“Habis enggak ada kapal yang mau berhenti untuk menolong. Padahal kami sudah mengibarkan bendera putih dan memberi aba-aba meminta pertolongan,” kata Dedi di Kantor KPLP. Untungnya, persedian logistik berupa beras, mie instan dan air masih mencukupi.

Sehingga tidak membuat 14 ABK kelaparan. Saat ditanya tanggal berapa kapalnya bertolak dari Kalbar, Dedi pun tidak bisa menjawab, karena sudah lupa. Beruntung, Minggu (25/6) lalu, sebuah kapal tanker yang bergerak dari Dubai menuju Balikpapan melintas di dekat mereka.

Saat itu pula, para ABK kapal meminta tolongan. Kapal sepanjang 180 meter, yang dikapteni Agustinus Lepong itu juga tidak langsung menolong. Karena waspada dengan aksi perompakan di laut.

Agustinus meminta ABK kapal kayu itu untuk melambaikan bendera merah putih. Setelah bendera itu dinaikkan, salah seorang ABK kapal langsung menembakkan tali ke kapal kayu tersebut. “Awalnya kapal mereka minta ditarik.

Tapi kapal kami tidak didesain untuk menarik kapal lain. Dan kapal kami panjang, sehingga tidak mungkin bisa mendekati mereka, seharusnya kapal mereka (kapal kecil) yang mendekati kami. Tapi karena mesinnya rusak ya terpaksa mereka yang harus berenang ke kapal kami,” kata Agustinus di Anjungan Kapalnya di Teluk Balikpapan.

Setelah mengetahui kondisi aman, akhirnya Agustinus mengevakuasi Dedi. Sedangkan 13 ABK lain masih dibiarkan di tengah laut, untuk menunggu bantuan dari tim SAR. Kapal tanker Quito Jaya tiba di Teluk Balikpapan sekitar pukul 09.

30. Saat itulah Agustinus menginformasikan kejadian tersebut kepada KPLP dan KP3 Semayang. Kemudian personel KP3 Semayang meluncurkan satu unit speedboat untuk menjemput Dedi, karena tanker Quito Jaya tak bisa berlabuh di Teluk Balikpapan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: