Tiga Pengidap HIV Diasingkan ke Sel Khusus

Balikpapan, Tribun-Tiga tahanan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Balikpapan diasingkan ke sel khusus. Sebab, mereka positif mengidap AIDS. Sebagai langkah antisipasi untuk mencegah penularan penyakit mematikan tersebut, pihak Rutan melakukan tindakan preventif dengan mengasingkan tiga tahan tersebut.

Kepala Rutan Edy Hardoyo Bc IP mengatakan, untuk mencegah penularan AIDS di Rutan, pihaknya akan bekerja sama dengan Komisi pemberantasan dan penanggulangan AIDS (KPA) Kota Balikpapan. Secara berkala minimal sebulan sekali, petugas Rutan dan KPA akan melakukan pemeriksaan darah, konsultasi dan pengobatan rutin bagi tahanan atau napi yang mengidap AIDS. Bagi yang terdiagnosa positif HIV AIDS akan diterapkan perlakuan khusus.

“Kita pisahkan mereka dengan tahanan atau napi lain. Ada sel pengasingan untuk orang sakit dan melanggar disiplin. Tapi masing-masing tahanan ditempatkan pada sel terpisah.

Ada 10 sel di blok C yang dikhususkan untuk itu,” katanya di Ruang Kerjanya, Rabu (27/6). Jumlah tahanan yang mengidap AIDS saat ini berkurang dibanding tahun lalu. Pada 2005 terdeteksi lima tahanan dan narapidana Rutan yang terdiagnosa positif AIDS.

Dalam kurun waktu dua tahun sudah dua tahanan yang bebas, sehingga yang tersisa hanya tiga tahanan. Pihak Rutan kini lebih menaruh perhatian kepada tiga tahanan pengidap AIDS yang masih menjalani hukuman. Diduga mereka sudah terinfeksi AIDS sebelum masuk Rutan.

Karena, penyakit itu terdeteksi saat pemeriksaan darah rutin ketika mereka masuk Rutan. “Ada satu yang lumayan parah.Walaupun diobati terus-menerus kelihatan tak perkembangan yang signifikan,” jelasnya.

Beberapa aktivitas pencegahan penularan AIDS yang digiatkan di Rutan antara lain mengawasi penggunaan jarum suntik terutama saat dokter mengobati penghuni Rutan. Satu jarum suntik hanya digunakan untuk seorang pasien. Antisipasi lain adalah mengawasi aktivitas homoseksual atau menyodomi anak di bawah umur.

Namun, ada kendala yang dihadapi Rutan terkait pencegahan AIDS di antaranya kekurangan tenaga medis. Bantuan tenaga medis dari puskesmas yang datang seminggu sekali dianggap belum memadai untuk menangkal penularan AIDS dan penyakit lain. “Minimal Rutan memiliki satu dokter dan satu perawat yang stand-by terus.

Apalagi AIDS memerlukan pengawasan dan pengobatan khusus,” katanya. Keberadaan dokter tetap di Rutan semakin dibutuhkan seiring jumlah tahanan dan napi yang meningkat melebihi daya tampung. (rid).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: