Terdakwa tak ajukan bantahan

* Sidang Perdana kasus Narkoba dengan terdakwa Yh

* Anggota DPRD taraka didakwa konsumsi Ineks

Tarakan, Tribun –

Kasus dugaan penggunaan Ineks yang melibakan YH anggota DPRD tarakan bersam enam rekanya mjulai disiangkan di pengaidlan negri tarakan, ,selasa (3/7). Dalam siding perdana ketuju terdakwa duduk berdampingan mendengarkan pembacaan dakwaan yang dibacakan secara bergiliran oleh JPU masingmasing haryono SH, Eko SH, Joko SH, Yulianto SH dan Yenita SH.

Sidang yang dipimin Majelis Hakim HM Asnun SH didampingi Hakim anggota Daryanto dan Zulkifli dimulai sekitar pukul 10.00. Pembacaan dakwaan hanya berlangung sekitar satu setengah jam. Pasalnya ketua majelis hakim meinta JPU membacakan secara ringaks kronologi dan pasaln yangmenderat terdakwa.

Dalam persidangan yang dipadati pengunjung, juga dihadiri rekan terdakwa YH di DPRD Tarakan yaiut Bismark Sanusi, Abdul Khair, Hj Laila dan Abu Ramsyah.

Dalam dakwaannya, JPU menjerat ketujuh terdakwa dengan pasal 59 ayat 2 pasal 60 ayat 5 dan pasal 65 UU RI nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika. Dalam dakwaan dijelaskan, erawal ari salah satu tempat hiburan di Jalan Sulwesi terpatnya di ruang VIP nomor 7, SA mengajak YH dan Boy untuk bertemu Minggu (8/4). Sa mengajak temanny auntuk konsumsi narkoba dengan membawa empat perempuan rekan mereka.

Setelah berada dalam ruangan, SA membagikan ineks kepada Boy dan empat wanita dua butir ineks kepada Li adan sisanya ia konsumsi

Namun kerna Li telah meminum setenah butir sebelumnya YH kemudian menyimpan setengahnya dalam bungkusan permen.

Ineks yang disimpan iu akhirnya menjadi barang bukti pollisi dari satuan narkoba Polres Tarakan yang melakukan penggerebekan. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa 1,5 butir ineks yaitu setenah butir yang tenah dipegang li , setengah butir lainnya di temkan dilantai dan sisanya berhasil ditemukan di balik sofa.

Setelah dakwaan dibacakan, Ketua majelis menanyakan apakah tim kuasa hokum terdakwa yang berjumlah empat orang tapi yang hadi dua orang yaitu Thamrin dan nunung akan memberikan tanggapan atau eksepsi, terdakwa meminta langsung dilanjutkan menghadirkan saksi.

Namun karena JPU memperkirakan terdakwa akan mengajukan eksepsi, JPU belum bisa memanggil para saksi.

Selanjutnya penasihat hokum terdakwa mminta untuk menghadirkan tiga saksi semua ari personel Polres Tarakan pada sildang lanjutan Selasa (10/7).

Sementara itu kuasa huku terdakwa Thamrin Palondongan SH mengatakan pihaknya tidak melakukan eksepsi karena setelah dipaljari dakwan yang diajukan telah dianggap sempurna.

Apakah telah meminta penangguhan penahan ? Thamrin mengataka n untuk sementara tidak ada. “

“percuma kita minta penangguhan penahanan. Jika tidak dikabulkan. Sebab kasus narkoba merupakan hal prioritas para penegak hokum,” ujarnya.(drm)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: