Anwar dan Nurhayati Juara I Keluarga Sakinah

Nyaris Cerai di Tahun Ketujuh Pernikahan SEBUAH pernikahan tidak selamanya bisa berjalan mulus.Terkadang di awal atau pertengahan ada saja yang merintangi. Tak terkecuali pemenang keluarga sakinah teladan.

Juara satu keluarga sakinah H Anwar Achmad dan Hj Nurhayati mengakui hal itu, usai dinobatkan sebagai keluarga sakinah di gedung Nasional, Selasa (10/7). Nurhayati menuturkan rumah tangganya hampir hancur berantakan pada tahun ke tujuh pernikahannya. Wanita Idaman Lain muncul diantara mereka.

Keputusan cerai sudah mereka tetapkan. Namun, selama enam bulan berpisah sementara keduanya mencoba merenung kembali. “Kami tak mau mengorbankan anak-anak.

Kami sadar tak selamanya pernikahan berjalan mulus. Mungkin itu cobaan, kami coba bertahan. Seiring waktu saya berusaha mempercayai Bapak.

Sampai saat ini kepercayaan itu masih kuat. Bapak memberi ruang agar saya mempercayai dia,” tutur Ibu lima anak ini. Tak mudah melupakan kenangan.

Agaknya itu pula yang akhirnya menyatukan mereka kembali. Berawal dari pertemuan keluarga keduanya sepakat memutuskan pacaran. Karena kedua orangtua saling kenal, arah ke jenjang pernikahan pun berjalan tanpa sandungan.

“Bapak terlihat kebapakan, mengayomi dan bisa melindungi. Itulah yang membuat saya jatuh cinta,” tutur lulusan SMEA Negeri Balikpapan ini. Berjuang selama 30 tahun berumah tangga, Nurhayati dan Anwar berhasil membawa anak- anaknya sebagai sarjana.

Anak pertama dan kedua yakni Fery A dan Rini Susanti telah sukses menyelesaikan strata satu dan kini telah bekerja. Sedangkan yang ketiga Lina Mariana yang merupakan lulusan D3 Keperawatan kini menjadi PNS. Anak keempat dan kelima yakni Rizki Yanwar dan Julidar masih duduk di bangku kuliah semester delapan dan tiga di sebuah Perguruan Tinggi di Malang.

“Usaha kecil kami yang bisa membiayai semuanya. Usahanya kami mulai dari bawah, sekarang menjadi aktivitas Bapak di pabrik Tegel Malang Indah,” ujar Nurhayati. Nurhayati dan Anwar Achmad merupakan pasangan yang mewakili Balikpapan Tengah.

Mereka berhasil mengalahkan empat lainnya yang mewakili kecamatan masing-masing. Keduanya akan mewakili Balikpapan pada pemilihan keluarga sakinah tingkat provinsi 13 Juli 2007. Dalam sambutannya Wakil Walikota Rizal Effendi mengatakan, keluarga sakinah memang tak mudah diwujudkan meski itu adalah impian semua orang.

Di tengah carut marutnya negara, keluarga sakinah dapat menjadi oase. Karena jika keluarga bahagia maka akan berdampak pula pada RT dan berlanjut kepada Lurah dan Camat. Ia akui angka perceraian di Balikpapan 800 kasus per tahun atau sekitar 70 kasus per bulan.

Olehnya itu, keluarga-keluarga lebih menelaah secara kritis.”Harapan kepada pemenang agar bisa menjaga amanah itu dalam aktivitas bermasayarkat, tapi jangan terbebani,” kata Rizal.(lia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: