Syaukani segera Disidang

Jakarta, Tribun — Dua peka lagi sidang perdana kasus dugaan korupsi dengan tersangka Bupati Kutai Kartanegara Syaukani Hasan Rais digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Rabu (11/7) kemarin, berkas Syaukani telah dilimpahkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Dengan dilimpahkannya berkas perkara dari penyidik ke penuntutan, kini tahanan Syaukani juga beralih ke JPU.

Saat ini kita punya waktu 14 hari atau 2 minggu untuk menyusun dakwaan dan mengajukan berkas perkara Syaukani ke Pengadilan Tipikor,” ujar JPU Khadir Ramly yang menangani berkas perkara Syaukani, saat diwawancarai Tribun di kantor KPK, kemarin. Syaukani dijerat dengan pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 jo UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan perbuatan memperkaya diri secara melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang atau jabatan. Dalam berkas perkara setebal lebih 300 halaman itu, juga terungkap hasil perkembangan baru penyidik mengenai kerugian negara.

Kalau sebelumnya jumlah dugaan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi Syaukani yang dipublikasikan KPK adalah Rp 40,75 miliar, namun sekarang angkanya membengkak menjadi hampir 3 kali lipatnya, yaitu menjadi sekitar 120 miliar. Peningkatan dugaan kerugian negara paling tinggi terjadi pada kasus korupsi upah pungut dana permibangan minyak dan gas bumi, mencapai sekitar Rp 93 miliar. “Memang benar bahwa dugaan kerugian negara meningkat.

Kalau dulu Rp 40,75 miliar sekarang menjadi Rp 120 miliar lebih. Saya tidak hapal berapa besar peningkatannya dalam setiap kasus. Tapi yang paling tinggi peningkatannya untuk korupsi upah pungut Migas yang menjadi sekitar Rp 93 miliar,” ujar Juru Bicara KPK Johan Budi.

Pelimpahan berkas perkara Syaukani ditandai dengan penandatanganan berita acara penyerahan tersangka dan barang bukti oleh Syaukani. Sekitar pukul 12.40 WIB kemarin, 3 penyidik KPK menjemput Bupati terkaya di Kaltim itu dari tempat ia ditahan selama ini, ruang tahanan Polda Metro Jaya.

Seperti biasa, kemarin Syaukani datang didamping pengacaranya seperti Erman Umar, Dody, dan beberapa pengacara muda asuhan pengacara kondang OC Kaligis. Turut hadir juga 4 sampai 5 orang pengawal setia Syaukani, yang mengikuti mobil tahanan Syaukani sejak dibawa dari Polda Metro Jaya. Sementara itu, R Andri, jubir Syaukani, mengaku menyambut baik pelimpahan berkas perkara ke tahap penuntutan.

Karena ini berarti bahwa sidang perkara korupsi Syaukani akan digelar tidak lama lagi. “Kita senang dengan semakin cepatnya proses hukum di KPK. Hari ini dengan pelimpahan berkas ke penuntutan berarti dalam waktu 2 minggu ke depan, atau paling tidak akhir bulan ini, sidang sudah dimulai,” ujar Andri, usai mendampingi Syaukani di KPK.

Ketika ditanya mengenai angka dugaan kerugian negara yang bertambah dalam kasus Syaukani, Andri belum bisa berkomentar. Menurutnya, penyidik selama ini tidak mengungkap hal itu kepada Syaukani. “Saya belum bisa berkomentar.

Tapi rasa-rasanya selama ini Pak Syaukani tidak pernah diberitahukan soal itu, dan angka kerugian yang pernah disebutkan itu hanya yang beredar di media selama ini, sekitar Rp 40,75 miliar,” kata Andri. Untuk kasus dugaan korupsi Syaukani yang dilidik KPK sendiri, seluruhnya berjumlah 4 kasus. Pertama, dugaan korupsi pada dana pembebasan lahan untuk pembangunan bandara di Kecamatan Loa Kulu, Kukar.

Kedua, dugaan korupsi pada proyek studi kelayakan atau feasibility study bandara, dugaan korupsi pada dana bantuan sosial yang masuk ke rekening pribadi Syaukani, terakhir adalah dugaan korupsi pada upah pungut Migas, dengan nilai korupsi sekitar Rp 93 miliar. (JBP/bdu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: