Ikatan Sarjana Ekonomi INdonesia

Event, Pembagian tempat, Jadwal seminar, Daftar Pembicara, Pesan Keynot Speaker,
Gubernur BI Buka Sidang Pleno ISEI
– Malam ini di Novotel Balikpapan
Balikpapan, Tribun – Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) yang juga Gubernur Bank Indonesia, Burhanuddin Abdullah direncanakan akan membuka Sidang Pleno ISEI ke XII di Borneo Ballroom Hotel Novotel Balikpapan, malam ini. Tak hanya Gubernur BI, tetapi para ekonom papan atas tingkat nasional juga akan hadir dalam acara pembukaan sidang pleno yang dirangkaikan dengan seminar ISEI bertema Kebangkitan Ekonomi Indonesia : 10 Tahun Paska Krisis.
Meski telah dibuka malam ini, namun pelaksanaan sidang pleno maupun seminar ISEI akan berlangsung keesokan harinya, yakni Kamis dan Jumat (19-20/7). Karena sebagian pembicara ada yang baru datang pada hari ini maupun besok.
“Secara bertahap, mulai hari ini (kemarin, red) sekitar 700 peserta yang merupakan pengurus dan anggota 49 cabang ISEI se Indonesia akan datang ke Balikpapan. Khusus untuk pengurus pusat dan kepala cabang diprioritaskan bermalam di Hotel Novotel tempat berlangsungnya acara,” ungkap Ketua ISEI Cabang Samarinda yang juga Koordinator ISEI Kaltim, Dr Haryanto Bachroel, Selasa (17/7).
Dalam sidang kali ini, lanjut Bachroel, ISEI Kaltim akan mengajukan usulan pembangunan infrastruktur lebih terfokus pada wilayah Kabupaten Nunukan dan Kota Balikpapan. “Kedua kawasan tersebut memiliki potensi untuk memajukan daerah-daerah di sekitarnya. Sehingga bila keduanya lebih maju, maka perekonomian Kaltim secara keseluruhan juga akan tumbuh pesat,” ujar Bachroel.
Tetapi yang terpenting dalam mewujudkannya, lanjut Bachroel, bagaimana pemerintah bisa memberi fasilitas pada investor. Maksudnya, kemampuan pemerintah pusat, daerah juga daerah tingkat II untuk menyediakan sarana infrastruktur dan kepastian hukum bagi para investor yang akan emnanamkan modalnya di Kaltim. Selain mencari cara mujarab untuk mengundang investor luar masuk ke Kaltim. “APBD tidak bisa diandalkan untuk memajukan pembangunan secara keseluruhan. Kita memerlukan peran investor untuk membangun dan menciptakan lapangan kerja. Multiplier effect yang dirasakan juga lebih luas nantinya,” ungkap Bachroel.(sar)

Seminar ISEI :
Rabu, 18 Juli 2007 : Pembukaan oleh Gubernur BI, Burhanuddin Abdullah
Kamis, 19 Juli 2007 :
Panel I : Paradigma Baru Ekonomi
Penyaji :
> Dr Djisman S Simanjuntak (PP-ISEI) materi : Perubahan paradigma perekonomian
> Dr Rhenald Kasali (FE UI) materi : Peran Sektor Swasta
> Dr Ninasapti Triaswati (PP-ISEI) materi : Peran Pemerintah
Panel II : Membangun kembali daya saing Indonesia
Penyaji :
> Adolf Warouw dengan materi : Membangun Daya Saing Sektor Swasta
> Drs John Ritonga dengan materi : Membangun Daya Saing Sektor Pertanian
> Dr Haryo Aswicahyo dengan materi : Membangun Daya Saing Industri
Panel III : Pembangunan Berkelanjutan
Penyaji :
> Dr Mubariq Ahmad dengan materi : Pembangunan Berkelanjutan
> Prof Dr Ir H Ach Arrifin Bratawinata dengan materi Pembangunan daerah yang berkelanjutan
> Prof Bustanul Arifin dengan materi Peran sektor pertanian dalam pembangunan berkelanjutan
Panel IV : Reformasi pelayanan publik
Penyaji :
> Dr Safruddin Karimi dengan materi reformasi sektor publik untuk peningkatan SDM
> H Imdaad Hamid SE dengan materi Reformasi sektor publik
> Prof Dr Prijono Tjiptoherijanto dengan materi Reformasi sektor publik : Sistem perlindungan sosial
Jumat, 20 Juli 2007
Panel V : Menata Kelembagaan Ekonomi Baru
Penyaji :
> Faisal Basri SE MA, materi : Menata institusi dalam perekonomian Indonesia
> Dr Nunung Nuryartono, materi : Reformasi Institusi di Serktor Pertanian
> Mirza Adityaswara, materi : Reformasi Institusi di Sektor Keuangan
Panel VI : Visis dan Misis Indonesia 2030
Penyaji :
> Dr Paskah Suzetta, materi : Rencana Pembangunan Jangka Panjang
> Drg Chairul Tanjung MBA, materi : Visi dan Misi Indonesia 2030
Pembahas : Dr Adrianus Mooy (Mantan Gubernur BI dan Senior ISEI)
Prof Peter Mc Cawley (Australia National University) (sar)

Novotel Kebagian 120 Kamar
TAK hanya kebagian tugas menyiapkan tempat kegiatan, Hotel Novotel Balikpapan juga kebagian pemesanan kamar hingga 120 unit kamar. “Dua hari belakangan ini kamar kita full book. ISEI sudah memesan 120 kamar untuk tamu mereka yang menginap di Balikpapan. Tadinya, minta lebih tapi kami tidak bisa karena ada tamu juga pelanggan lain yang harus kami layani pula,” ungkap Anik Andriani Sales Executive Hotel Novotel Balikpapan, Selasa (17/7).
Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua ISEI Cabang Samarinda yang juga Koordinator ISEI Kaltim, Dr Haryanto Bachroel. Kebetulan untuk pengurus pusat dan para ketua cabang ISEI mendapat fasilitas menginap di Hotel Novotel. Sementara peserta lainnya, berpencar di beberapa hotel di Balikpapan. Antara lain, Adika Hotel Bahtera, Blue Sky Hotel, Grand Tiga Mustika, Le Grandeur serta Comfort Hotel Sagita.
“Kami mendapatkan tamu ISEI dari beberapa daerah. Tetapi langsung dari tamunya sendiri. Tergantung bagaimana kami menggaet tamu di bandara saja. Sebab kami dengar tidak semua tamu mendapat fasilitas penginapan dari ISEI,” ujar Executive Secretary & Public Relations Comfort Hotel Sagita Balikpapan, Yunita Pratiwi.
Hampir senada, Public Relation Manager Hotel Le Grandeur, Visi Firman mengatakan hotelnya juga kebanjiran tamu dalam pekan ini. ak hanya tamu ISEI, tetapi adapula tamu ISEI yang kebetulan bergabung dalam kegiatan lain di Balikpapan mempercayakan Le Grandeur sebagai tempat menginap. (sar)

Pembicara Gubernur BI dan Menkeu
> Ratusan Ekonom Kumpul di Balikpapan

Balikpapan, Tribun – Kota Balikpapan akan menjadi ajang pertemuan para pakar ekonomi seluruh Indonesia untuk membicarakan satu dasawarsa paska krisis multi dimensi yang melanda Indonesia. Hal ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Pusat, yang menunjuk Kota Balikpapan sebagai tuan rumah penyelenggara Sidang Pleno ke XII tahun ini.
Kegiatan ini mengambil tempat di Borneo Ballroom Hotel Novotel pada 19 – 20 Juli 2007 mendatang. Sementara pembukaannya sendiri akan berlangsung, Rabu (18/7).
Para ekonom yang sedang duduk dalam kabinet Indonesia Bersatu seperti, Burhanuddin Abdullah, Sri Mulyani, Mar’ie Pangestu dan Marzuki Usman, menurut Bachroel, direncanakan hadir sebagai pembicara, dalam ajang yang diikuti sedikitnya 500 peserta meliputi 90 pengurus ISEI Pusat dan 49 anggota cabang ISEI di seluruh Indonesia serta beberapa pakar ekonomi nasional lainnya.
Ketua ISEI Cabang Samarinda yang juga Koordinator ISEI Kaltim, Dr Haryanto Bachroel mengatakan penunjukan Kota Balikpapan sebagai tuan rumah sejalan dengan usulan ISEI Cabang Samarinda Koordinator Kaltim. Alasannya, Balikpapan merupakan kawasan industri dalam rangka menghadapi era pasar Pasifik, selain Kota Nunukan sebagai Pusat Kawasan Industri dalam menghadapi era pasar ASEAN.
“Ini merupakan amanah kongres ISEI ke XVI di Manado, tahun 2006 lalu. Kota Balikpapan terpilih menjadi tuan rumah Sidang Pleno ISEI ke XII tahun ini yang mengangkat tema Kebangkitan Ekonomi Indonesia : 10 Tahun Paska Krisis,” ungkap Bachroel, Senin (16/7).
Tak itu, Mufidah Kalla yang tak lain istri Wapres Jusuf Kalla setelah dikonfirmasi mengatakan bersedia hadir dalam kegiatan tersebut. Sebab, panitia bersama Pengurus Persatuan Istri Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (PI ISEI) juga akan menyelenggarakan tour pariwisata ke Kota Raja Tenggarong. “Kebetulan kegiatan kami ini tak hanya sidang saja, tetapi adapula kegiatan bagi Persatuan Istri (PI) ISEI. Dan ibu Mufidah merupakan anggota PI ISEI. Ketika kami konfirmasi, beliau mengatakan akan hadir,” ungkapnya.
Bachroel berharap pemerintah, masyarakat serta pelaku usaha dapat terlibat dan berperan aktif untuk mensukseskan acara tersebut. Sebab, Sidang ISEI kali ini akan sekaligus menjadi ajang promosi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Pariwisata di Kaltim. “Semua hotel di Balikpapan rencananya akan dipergunakan untuk mensukseskan Sidang Pleno ISEI kali ini,” kata Bachroel.(sar)

Harus Dorong Kebangkitan Ekonomi
> Burhanuddin Buka Sidang Pleno ke XII ISEI
Balikpapan, Tribun – Pemukulan gong oleh Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) yang juga Gubernur BI, Burhanuddin Abdullah didampingi Walikota Balikpapan, Imdaad Hamid dan Ketua ISEI Cabang Samarinda yang juga Koordinator ISEI Kaltim, Dr Haryanto Bachroel menandai telah dibukanya Sidang Pleno ke XII sekaligus diresmikannya website ISEI, Rabu (18/7) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Burhanuddin mengatakan Perekonomian Indonesia masih diwarnai oleh fenomena paradox of growth, yaitu memiliki kemampuan tumbuh namun tanpa dibarengi dengan peningkatan kualitas dalam mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan.
“Sistem ekonomi pasar yang kita anut, turut berperan dalam membatasi distribusi kesempatan ekonomi dan pendapatan masyarakt. Etos persaingan bebas belum diikuti dengan prakondisi kepastian dan kejelasan aturan secara mapan, yang ujung-ujungnya berpihak pada sebagian masyarakat berprivileges. Sehingga akses terhadap sumber daya ekonomi menjadi terkonsentrasi,” kata Burhanuddin.
Kondisi ini, lanjut Burhanuddin, bila dibiarkan akan menyebabkan efek menetas ke atas dalam perekonomian, atau trickle up economy. Sebuah dinamika antithesis dari teori ekonomi pembangunan yang seharusnya. “Perlu upaya yang sistematis untuk meredistribusi ulang akses yang terkonsentrasi agar perekonomian tidak mengarah pada perlombaan menuju keterpurukan,” ujar Burhanuddin.
ISEI, kata Burhanuddin, dihadapkan pada tanggung jawab sosial yang tidak ringan sebagai organisasi profesi di bidang ekonomi. Ketajaman intuisi, keluasan pandangan dan kedalaman pikiran kolektif dari para ekonom anggota ISEI, harus dapat menjadi satu di antara kekuatan yang mampu mendorong proses kebangkitan ekonomi bangsa, untuk keluar dari semua permasalahan yang dihadapinya selama ini.
“Saya berharap, melalui sidang pleno kali ini yang mengangkat tema Kebangkitan Ekonomi Indonesia : 10 Tahun Paska Krisis, dapat menyumbangkan rumusan saran dan masukan kongkrit pada para pengambil keputusan. Terutama dalam meletakkan dasar-dasar, arah, strategi, kebijakan dan program- program pembangunan ekonomi ke depan,” ungkap Burhanuddin.
Selain, para pengurus ISEI Pusat dan perwakila 49 cabang di seluruh Indonesia, tampak pula Deputi Gubernur BI Senior Miranda Gultom dan Dirjen Pajak RI Darmin Nasution. Sementara Profesor Emil Salim, Menteri Keuangan Sri Mulyani direncanakan tiba di Balikpapan hari ini. (sar)

Seminar ISEI hari ini :
Panel I : Paradigma Baru Ekonomi
Penyaji :
> Dr Djisman S Simanjuntak (PP-ISEI) materi : Perubahan paradigma perekonomian
> Dr Rhenald Kasali (FE UI) materi : Peran Sektor Swasta
> Dr Ninasapti Triaswati (PP-ISEI) materi : Peran Pemerintah
Panel II : Membangun kembali daya saing Indonesia
Penyaji :
> Adolf Warouw dengan materi : Membangun Daya Saing Sektor Swasta
> Drs John Ritonga dengan materi : Membangun Daya Saing Sektor Pertanian
> Dr Haryo Aswicahyo dengan materi : Membangun Daya Saing Industri
Panel III : Pembangunan Berkelanjutan
Penyaji :
> Dr Mubariq Ahmad dengan materi : Pembangunan Berkelanjutan
> Prof Dr Ir H Ach Arrifin Bratawinata dengan materi Pembangunan daerah yang berkelanjutan
> Prof Bustanul Arifin dengan materi Peran sektor pertanian dalam pembangunan berkelanjutan
Panel IV : Reformasi pelayanan publik
Penyaji :
> Dr Safruddin Karimi dengan materi reformasi sektor publik untuk peningkatan SDM
> H Imdaad Hamid SE dengan materi Reformasi sektor publik
> Prof Dr Prijono Tjiptoherijanto dengan materi Reformasi sektor publik : Sistem perlindungan sosial (sar)

Lanjut Even ISEI

Website ISEI Diresmikan

Balikpapan, tribun – Sidang pleno XII Ikatan Sarjana Ekoni Indonsia resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh ketua ISEI yang juga gubernur BI burhanuddin Abdullah, Rabu (18/7) malam di hotel Novotel Balikpapan. Sidang baiak irangkai rapat kerja persatuan istri ISEI. Sekitar 700 peserta bakal meramaikan perhelatan ini.

Usai membuka sedan, Burhanudi sempat memberikan padnagan tentang kondisi peresmikonomian Indonesia saat ini yang masih diwarnai fenome paradox of Growth.

Lampu Padam saat Pleno ISEI

Balikpapan, Tribun – Insiden lampu padam mewarnai Sidang Pleno XII Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) yang berlangsung di Borneo Ballroom Hotel Novotel Balikpapan, Kamis (19/7). Lampu padam ini terjadi tepat saat Walikota Balikpapan Imdaad Hamid tampil sebagai pembicara. “Wah ini sepertinya ada kesengajaan.

Mungkin tahu di sini sedang kumpul para ekonom,” ucap Imdaad dengan kesal karena listrik padam ditengah-tengah giliran presentasinya. Dalam beberapa detik, lampu kembali menyala. Imdaad pun langsung menyinggung soal pasokan listrik di Balikpapan.

“Balikpapan ini kota energi, tapi listriknya hidup mati. Balikpapan juga kota minyak, tapi warganya antre beli minyak tanah. Ini sangat tragis.

Saya malu sama orang-orang yang datang ke Balikpapan, apalagi sama orang asing,” ungkapnya. Imdaad pun berharap melalui sidang ISEI ini, muncul usulan-usulan untuk mengatasi masalah listrik. “Jangan hanya menatap dan mendiamkan persoalan ini.

Supaya jangan ada salah urus lagi,” ujarnya. Sebelum insiden lampu padam ini, masalah listrik sempat dibahas di sidang ini, meski hanya mendapatkan porsi sedikit. Beberapa ekonom yang sempat Tribun minta komentarnya, mengusulkan perlunya melirik sumber daya lain, diantaranya air.

“Di Indonesia kita tidak kekurangan air. Tapi sarana untuk menahan dan menyimpan air ini yang makin berkurang,” kata Prof. Bustanul Arifin.

Maksud Bustanul adalah kawasan hutan Indonesia makin gundul. Bahkan menurut Waris, Dosen Universitas Mulawarman, sungai di Kaltim punya potensi dijadikan pembangkit listrik. “Potensi listrik yang dihasilkan bisa mencapai sekitar 6.

500 megawatt. Itu cukup buat Kaltim,” katanya. Potensi ini tak mengada-ada, menurut Waris, data tentang potensi tersebut sudah ada.

Dan ia menyayangkan, ketika pemerintah daerah tidak memanfaatkan ini untuk ditawarkan dalam program pembangunan pembangkit 10.000 megawatt secara nasional yang saat ini sedang berlangsung. “Memang cukup disayangkan energi batu bara dan migas di Kaltim bukan energi rakyat.

Sehingga rakyat tidak bisa membuat pembangkit sendiri dan menyediakan listrik buat seluruh masyarakat Kaltim,” komentar Penasehat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) yang juga mantan Ketua Umum ISEI dan Menteri Kehutanan tahun 2001 lalu, Marzuki Usman. Pernyataan senada dilontarkan Ketua Umum Yayasan Indonesia Forum yang juga bos Bank Mega dan Trans Corp, Chairil Tanjung. “Seharusnya, karena Kaltim menjadi pusatnya produksi Batubara, haram hukumnya menyandang predikat krisis listrik,” kata Chairil.

Saat ini, lanjut Chairil, sudah ada investor listrik swasta. Itu yang harus dikembang terus menerus di daerah terutama di Kaltim. Dengan memberikan kemudahan bagi masuknya investor kelistrikan, dapat dipastikan krisis listrik bisa tertangulangi.

Terkait dengan itu, Mubariq Ahmad, dari WWF Indonesia langsung memberikan solusi tegas. “Kurangi subsidi untuk bahan bakar fosil, dan create insentif untuk bahan bakar non-fosil. Investor akan masuk,” katanya.

(lia/sar/aka) Agustus, Peletakan Batu Pembangkit KIK MENYINGGUNG soal program pengembangan infrastruktur listrik di Balikpapan, Walikota Imdaad Hamid, mengatakan untuk Kawasan Industri Kariangau (KIK) peletakan batu pertama untuk pembangkit listrik berdaya 2×25 MW akan dilaksanakan Agustus 2007. Ditargetkan tambahan daya sebesar 6×25 MW segera terwujud dua tahun kemudian. Untuk tahap awal baru dilakukan 2×25 MW.

“Memang 6×25 MW itu hanya untuk memenuhi kawasan Karingau saja. Kalau ada sisa baru dialokasikan kepada masyarakat,” tuturnya. Seperti diketahui PT Gunung Bayan melalui anak perusahaanya Bayan Coal Terminal (BCT) siap membangun pembangkit listrik berdaya 2×25 Megawatt (MW).

Untuk pengelolaan kelebihan daya listrik akan diserahkan pengelolaannya kepada Perusda Balikpapan yang berperan sebagai mitra pemasaran. Hasil kajian tim menyatakan untuk satu kawasan tersebut akan dibutuhkan sekitar 52 MW. Rinciannya 12 MW untuk PT Gunung Bayan dan 40 MW kawasan kariangau.

Karena total rencana daya listrik 6×25 MW, maka kelebihan tersebut akan dijual kepada masyarakat.(lia) .

Raih Omzet hingga Rp 1 juta
* Pengusaha manfaakan perhelatan ISEI
Balikpapan, Tribun – Sidang pleno XII Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) yang berakhir hari ini, Jumat (20/7). Rupaya membawa keberuntungan bagi pengusaha mikro kecil menengah. Mengambil tempat di lobi Borneo Ballroom Hotel Novotel dimana tempat acara berlangsung merkea bisa meraih omzet antara Rp 100.000 hingga Rp 1 juta.


Sidang ISEI ditutup hari ini
Rangkaian panel yang menjadi bagian kegiatan Sidang Pleno XII ISI masih terus berlanjut hinggga hari ini.

“Pengamat ekonomi Failsa basri pasit akan datang untuk membawakan makalah berjudul Menata Institut dalam perekonomian Indonesia” ujar ketua panitia Rudjito.

 

ISEI: Ekonomi akan Tumbuh 7 Persen

Balikpapan, Tribun – Sidang Pleno XII Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) yang berakhir Jumat (20/7), berkesimpulan, percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal terwujud dan pada 2008 berada pada kisaran hingga 6,5 sampai 7 persen. Ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan ketenagakerjaan dan kemiskinan. Indikator -indikator terkini di dalam semester I (hingga Juni) tahun 2007, menurut Ketua Umum ISEI, Burhanuddin Abdullah sudah mengarah pada pertumbuhan yang lebih berkualitas.

Hal ini terbukti dari berkurangnya jumlah pengangguran dan menyempitnya jumlah rakyat miskin serta distribusi pendapatan yang lebih merata. Dari kegiatan yang digelar di Hotel Novotel Balikpapan dan diikuti 49 cabang ISEI se-Indonesia itu merekomendasikan beberapa usulan. Di antaranya pelaksanaan pembangunan sektoral untuk meningkatkan daya saing sektor jasa dan industri.

“Prioritas harus diberikan pada reformasi regulasi yang dapat menurunkan biaya produksi, menjamin kepastian usaha dan menjamin pelaksanaan good governance serta beberapa sektor unggulan,” ujar Burhanuddin, Jumat (20/7). Lalu pembangunan pelayanan publik yang lebih berkualitas melalui reformasi jaminan sosial dan birokrasi secara efektif. Sehingga menurunkan tingkat korupsi baik di sektor publik maupun swasta, di samping meningkatkan kesejahteraan pekerja secara keseluruhan tanpa membebani sektor swasta secara berlebihan.

Ketika ditanya seberapa manjur rekomendasi ISEI bagi daerah, Burhanuddin mengatakan, proses reformasi yang berjalan tentu perlu penguatan-penguatan ekonomi. “Apabila diinginkan, butir- butir yang ada dalam rekomendasi kami bisa dipergunakan di daerah,” kata Burhanuddin. Selain itu, ditambahkan Ketua ISEI Cabang Samarinda yang juga Koordinator ISEI Kaltim, Dr Haryanto Bachroel, dalam sidang ini juga ditetapkan, pelaksanaan Sidang Pleno ke XIII tahun depan, akan digelar di Mataram.(sar) .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: