HUT Kodam VI Tanjung Pura

Profil,

Profil Mayjen GR Situmeang : Tak ada Separatis di Kalimantan

*Hari ini HUT ke-57 KODAM VI tanjungpura
Hari ini Kodam Vi Tanjungpura memperingat ulang tahun ke-52. Ulang tahun merupakan sarana instropeksi evaluasi kemajuan kodim VI Tpr kodam dalam menjalank tugas di wilayah kalimantan yang terdiri dari empat provinsi. Salah satu tugas pokok Jidan ubu adalah mengamankan garis perbatasn Indoensia dan malaysia di wilayah kalimantan

Pangdam Vi Tanjungpura Mayor Jenderal TNI George Robert Situmeang memaparkan kondisi terkini di garus perbatasn mulaidar imasalah pemuda disana hingga separatis di Kalimantan.
Pangdam menernagkan di wilayah Kodam VI tidak menemukan separatis.

“Kayu Illegal Diangkut pakai helikopter”
* Kodam VI/Tpr Bangun pos dekat gunung Lasantuyan
Keterbatasan infrastruktur transporasi di perbatasan menyulitkan TNI memberantas illegal logging.
Bahkan pembalakan liat diduga dilakukan cukong dari Malaysia yang ditemukan aparat di lapangan menggunakan helikopter.” Ada juga karyu besar diangkut pakai helikopter mengangkut balok kayu tebang pilih,” kata Pangdam VI Tanjungpura Mayjen TNI George Robert Situmeang, Kamis (19/7).

“Artis Ibukota Goyang lapangan sudirman
Salah satu hiburan menyemarakkan peringatan HUT ke-57 Kodam VI/TPR yaitu mengelar panggung prajurit yang dilaksanan di lapangan Sudirman balikpapan Sabtu (21/7). Artis ibukota yang akan hadir antaranya Cici Andini, Aida Saskia dan artis lain diiringi band lokal. Hadir Grup lawak Dirno, Eko Londo dan kawan-kawan.

TNI Kirim Satu Peleton ke Perbatasan
Balikpapan, Tribun Kodam VI/Tpr berencana mengirim satu peleton pasukannya ke wilayah perbatasan. Penambahan pasukan itu sekaligus melengkapi dua batalyon pasukan TNI, yang kini bertugas di wilayah perbatasan RI-Malaysia, yang masing-masing di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Demikian dikatakan Panglima Kodam VI/Tpr Mayjen TNI George Robet Situmeang, usai menggelar upacara peringatan hari jadi Kodam VI/Tpr ke-57, Jumat (20/7). Menurut Situmeang, penambahan satu peleton pasukan itu untuk mengantisipasi perambahan hutan di wilkayah yang kini belum dikusiasi TNI.
“Dari hasil pantauan kami di lapangan beberapa waktu lalu, saat ini para pelaku ilegal logging sudah mulai bergerak ke wilayah Gunung Lasantiyan, Kutai Barat. Lokasi itu kira-kira bisa ditempuh dengan jalan kaki selama 6 hari dari Long Apari. Dan untuk mengatasi penjarahan hutan yang belum kita kuasai itu, maka kami akan bangun pos dan kirim satu peleton pasukan kesana,” ujar jenderal berbintang dua ini. Sampai saat ini, dua batlyon pasukan TNI di perbatasan RI-Malaysia mendiami 41 pos, yang dibangun tersebar di sepanjang 2004 km.
Dalam kunjungannya ke lokasi tersebut, Situmeang juga melihat adanya jalan-jalan logging yang dibangun di perbatasan Malaysia, namun kayu yang diangkut berasal dari Indonesia. Karena di wilayah Kubar itu sendiri belum ada jaringan jalan. Masalah itu belum termasuk patok. Di wilayah itu juga banyak dijumpai patok-patok perbatasan, yang sudah patah dan bergeser ke wilayah Indonesia. Patok-patok itu sudah ptah karena tertabrak jalan logging, dan dipasang lagi agak bergeser ke wilayah kita.
“Pergeseran patok yang berada di daerah blank spot itu kira-kira mencapai 300 km. Dan itu sangat merugikan kita. Namun masalah ini akan kita angkat ke forum join border committee dengan Malaysia,” ujarnya. Ditanya mengenai kerjasama dengan pihak Malaysia, Situmeang mengatakan pihaknya selalu berkomitmen untuk menjalin kerjasama, dan saling koordinasi dalam mengatasi wilayah perbatasan. Seperti rapat operasi di Balikpapan, yang dihadiri Tentara Diraja Malaysia (TDM) beberapa waktu lalu. “Saya pikir TDM juga sangat mendukung sekali pemberantasan pelaku ilegal logging di wilayah perbatasan itu,” Panglima usai menjadi inspektur upcara HUT Kodam VI/Tpr ke-57.
Dalam upacara turut hadir Wakil Gubernur Kaltim Yurnalis Ngayoh, Kapolda Kaltim Irjen Pol Indarto, Walikota Balikpapan Imdaad Hamid beserta jajaran Muspida, Komandan Lanud Letkol (Pnb) F Indrajaya, Komandan Lanal Letkol Laut (P) Ahmadi Heri Purwono, Kapolresta Balikpapan Gde Sugianyar, serta para pengusaha dan pimpinan perusahaan di Balikpapan.(joi)

Anggota yang Terlibat Narkoba Dipecat
Balikpapan, Tribun -Panglima Kodam VI/Tpr Mayjen George Robet Situmeang akan menindak tegas angotanya yang terlibat narkoba. Komentar itu dikeluarkan Situmeang usai upcara peringatan hari jadi Kodam VI/Tpr ke-57, Juamat (20/7). Menanggapi prajuritnya yang tersandung kasus sabu-sabu, yakni anggota Paldam Sertu Omri Sanjai, yang ditangkap jajaran Unit Narkoba Polresta Balikpapan, Kamis (19/7) malam, Situmeang akan memecat anak buahnya itu jika memang benar-benar terbukti.
“Sesuai dengan isntruksi Kepala Staf Angkatan Darat, bila ada anggota AD yang terlibat narkoba kan akan dipecat,” ujar Situmeang. Menurut jenderal berbintang dua itu, saat ini kasus yang menimpa Sertu Omri Sanjai masih dalam pemeriksaan.
“Sampai kini masih diperiksa, jadi hasil pemeriksaan urinya sepertinya ia pemakai. Ini merupakan hasil koordinasi dengan TNI dan Polri, informasi juga dari perwira Paldam Sendiri,” ujar Situmeang. Sebelumnya, Omri ditangkap oleh Satuan Narkoba dalam penggerbekan di rumah kos kawasan Prapatan, Kelurahan Telagasari, Balikpapan Selatan. Aksi penggerebakan itu sempat menggegerkan warga sekitar.
Banyak masyarakat di sekitar yang berkerumun ingin menyaksikan. Mereka berhenti dari kendaraanya karena penasaran melihat apa yang terjadi pada Kamis malam itu. Seorang warga bernama Andi mengatakan, beberapa petugas berpakaian preman mendatangi rumah kos yang diduga sebagai tempat peredaran narkoba.
Namun tak berapa lama para petugas tersebut kembali pulang. Warga yang berkerumun pun turut membubarkan diri. Sementara itu pihak Polresta Balikpapan yang dikonfirmasi mengenai keterlibatan anggota TNI, tak mau berkomentar.(joi/m17)

“Malaysia Caplok Pantai RI”
* Pangdam Vi/Tanjungpura : persoalan Perbatasan Bukan Hanya Ambalat
Balikpapan – Tak kurang dari 648 ribu menter persegi atau 64,8 hektar wilayaha pantai RI di Tanjung Datu, Kalimantan Timur dicaplok Negara tetangga. Jiran yang sering bermanis mulut itu telah mencari gara-gara dengan provokasi di perairan Ambalat.Mayjen TNI GR Situmeang menyebutkan pada pengecekan ujung pantai Tanjung Datu, Kalbar ditemukan patok Malaysia yang bergeser masuk ke wilayah Indonesia dengan kode SRTP.01 (serawak topografi01). Patik itu berada pada kordinat 02/04’53,8” Northing dan 109/38’ 41,8” Easting. Ini tak sesuai patok bersama Inodnesia-Malaysia dengan kode A1 yang adalah di kordinat 02/04’52,8” Northing dan 109/38’ 41,7” Easting. Sumber Kaltimpost

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: