Tuli rentan menyerang korban Kecelakaan

Balikpapan, Tribun – Dalam setiap kecelakaan, korban khususnya anak-anak potensial mengalami kecacatan secara syarat sampai tuli. Kerusakan indra pendengaran itu terjadi apabila terjadi kerusakan gendang telinga, keretakan pada tulang telinga khususnya koklea dan sensori neural. Hal ini dikemukakan Dr Jenny Bashiruddin  peneliti dari Departemen Neurotologi THT FKUI dan rumah sakit Cipta Mangunkusumo Jakarta saat ditemui usai workshop Audiologi Pediatri, Timpanometri, Bera dan OAE di aula Sakura Rumah Sakit Umum Kanujoso Djatiwibowo, Minggu (1/7).
“Kalau terjadi fraktur di daerah tulang temporal, kan koklea ada dalam situ bisa terjadi tuli,” ujarnya.
Jenny menerangkan, kerusakan gendang telinga itu memiliki derajat ketulisan dari yang ringan, sedang, berat dan berat sekali. Tingkatan ringan dan sedang terjadi pada gangguan telinga luar dan tengah yang dikenal ketulian konduktif.  Pada tingkatan ini masih bisa diperbaiki melalui terapi.
Gangguan pendengaran yang parah terjadi pada tuli sensori neural. Ketika  sel rambut dan rumah siputnya dalam gendang  telinga rusak membuat sulit penyembuhannya (irreversible).
Gangguan pendengaran pada anak dapat menimbulkan ganguan perkembangan bicara, sosial dan emosional.  Hal yang perlu diwaspadai  daya pendengaran pada bayi di bawah lima tahun (Balita) antara lain bayi tidak terganggu tidurnya walau gaduh, tidak kaget terhadap bunyi keras, usia 6 bulan belum mengoceh, tidak dapat segera mencari sumber bunyi.
“Kalau dia kurang respon bunyi-bunyian, kemudian dia dipanggil tak menoleh atau laporan gurunya bahwa rapornya menurun. itu harus diwaspasdai,” jelasnya.
Pemeriksaan masalah pendengarna ini dapat dilakukan melalui screening, tes OAE (Oto Acoustic Emission), Tes Audiometry Impedance.
Pembicara seminar lainnya  Dr Brastno Bramantyo, Dr Widayat Alviandi  S Faisa Abiratno mengungkapkan masalah gangguan pendengaran terdeteksi melalui serangkaian pemeriksaan dan tes Timpanometri, BERA dan OAR melalui pendekatan Otoacoustic Emission, Acoustic Immitance dan Auditory Brainsystem Response.(rid)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: