Tahun 2008 PPNI berlakukan uji kompetensi

* Standarisasi keahlian perawat

Balikpapan, Tribun – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) memberlakukan sistem baru dalam standarisasi keahlian perawat yang bekerja pada pusat kesehatan di seluruh Indonesia termasuk Balikpapan. Kemampuan medis  perawat diukur melalui uji kompetensi. Penerapan uji kompetensi pasda perawat itu ditargetkan berlaku mulai tahun 2008.
Harif  Fadhillah, Sekertaris PPNI mengatakan, penambahan lulusan perawat dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi belum terpantau mengenai sejauhmana kompetensinya. Sebagai organisasi keperawatan, PPNI saat ini sedang membangun sistem standariasi keahlian yang nanti akan diterapkan untuk sistem sertifikasi keahlian perawat.
“PPNI  bersama Departemen Kesehatan sedang membangun sistem keahlian melalui uji kompetensi. Ditargetkan tahun 2008 uji kompetensi diterapkan pada seluruh perawat. Hal ini diperlukan karena  karena pendidikan perawatan berasal dari mana-mana. Standarisasi kompetensi untuk melindungi  masyarakat.  Melalui uji kompetensi kami  akan menyaring perawat berkualitas untuk bisa melayani masyarakat sesuai kompetensinya,” kata Harif di Hotel Bintang, Minggu (22/7).
Penyetaraan keahlian perawat dilakukan untuk menghindari mal praktek di kalangan perawat terutama perlakuan layanan medis yang di  luar kewenangannya. Dari beberapa laporan yang masuk,  PPNI menerima oknum perawat melangkahi kewenangan dokter terkait  aborsi.
Harif menjelaskan saat ini telah berdiri lembaga uji kompetensi nasional yang berlaku bagi seluruh kalangan medis. Ke depan keberadaan lembaga itu akan dilengkapi penerapan sistem uji kompetensi yang berlaku nasional.
PPNI mempersilahkan daerah menerapkan lebih dulu uji kompetensi itu. Namun penerapan uji kompetensi itu harus disesuaikan dengan kebijakan pemerintah setempat. Uji kompetensi sudah diatur oleh  badan nasional sertifikasi profesi BNSP yang melalui perangkat UU 13/2003 tentang ketenga kerjaan.
PPNI juga akan melakukan penataan ulang kewenangan tenaga perawat sesuai lulusan pendidikan masing-masing. Tiap perawat akan dibedakan dalam klasifikasi kewenangan melayani pasien yang dijenjang berdasarkan tignkat pendidikan diploma satu tahun, D3 dan S1.  Dari klasifikasi itu akan dibedakan batasan tanggung jawab dan kewenangan yang dapat ditangani perawat. “Selama masa peralihan maka D3 kita anggap perawat profesional,” terangnya.
Dari rapat kerja provinsi I PPNI di Hotel Bintang juga disepakati tentang pelaksanaan Musyawarah Nasional VIII yang akan berlangsung tahun 2010 yang akan dilaksanakan di Balikpapan. Jumlah perawat di seluruh Indonesia mencapai 300.000 orang.(rid)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: