Hamil Tua dan Lansia Tunda Berlayar

*Dampak Cuaca Buruk di Perairan Indonesia

Balikpapan, Tribun -Cuaca tidak bersahabat yang terjadi di hampir seluruh peraiaran wilayah Indonesia saat ini, membuat beberapa perusahaan pelayaran menjadi ekstra waspada. Bahkan sejumlah kapal yang akan menempuh rute pelayaran pun, terpaksa harus menunda pelayarannya jika cuaca buruk. Seperti yang dikatakan Kepala Cabang PT Prima Vista Balikpapan Joko Muis, Rabu (25/7). “Kami selalu berkoordinasi dengan kantor Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), untuk memantau kondisi cuaca, baik itu mengenai gelombang tinggi di laut maupaun  angin, sebelum kapal kami berangkat, hingga dua hari kedepan selama kapal kami berkayar,” kata Joko.

Menurut Joko, meski hingga kini belum da kapalnya yang tertunda keberangkatannya akibat cuaca, namun tingginya gelombang laut dan kencangnya arus di perairan membuat perjalanan kapal-kapalnya terhambat. Seperti pada pelayaran jurusan Surabaya-Balikpapan yang molor sampai 4 hingga 5 jam, dan juga pelayarab dari arah Makassar-Balikpapan, yaitu sekitar 2 hingga 3 jam. Penyebabnya adalah, kapal yang sedang berlayar harus bergerak berlawanan dengan arus peraiaran yang kencang, sehingga mengurangi kecepatan kapal.

“Jadi lasing (pengikatan) kendaraan dalam kapal sekarang kita perkuat lagi, agar kendaraan yang diangkut tidak bergeser,” ujar Joko. Tidak hanya itu, menurut petugas medis di kapalnya, Prima Vista menyarankan kepada penumpang lanjut usia atau yang sedang hamil tua, untuk menunda keberangkatannya menggunakan kapal laut. Hal itu dapat mengawatirkan perjalannya. “Petugas medis dan peralatan, serta persalinan pun sebenarnya sudah ada dalam kapal. Tapi untuk menghindari segala kemungkinan buruk, terutama bagi lansia dan ibu hamil tua diatas 7 bulan, lebih baik menunda keberangkatannya dulu,” ujarnya.

Demikian pula dengan PT Dharma Lautan Utama. Perusahaan pelayaran swasta yang satu ini juga menghimbau kepada calon penumpang lansia dan ibu hamil tua untuk menunda keberangkatannya. Karena dikuatirkan akan mabuk laut, stress, hingga akhirnya melahirkan diusia kandungan tujuh bulan. “Dari informasi yang kita perolah, saat ini tinggi ombak di laut jawa sudah mulai menurun, yakni sekitar 1,5 meter. Sebelumnya, tiga hari yang lalu gelombang di peraiaran ini cukup tinggi, yaitu mencapai3 meter,” kata Kepala Cabang PT Dharma Lautan Utama Herman Fajar.

Namun di tangah-tengah buruknya cuaca sekarang ini, kedua perusahaan pelayaran itu selalu berkoordinasi dengan nahkoda kapal, apabila kondisi tidak memungkinkan agar segera merapat di pelabuhan terdekat.(joi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: