Lahan Untuk SMA 9 Masih Dalam Proses

Balikpapan, Tribun – Pembangunan gedung sekolah SMA Negeri 9 Balikpapan sampai saat ini belum terlaksana. “Sebenarnya tahun 2007 ini sudah dialokasikan. Kendala yang kami hadapi sampai sekarang adalah lahan untuk mendirikan bangunan sekolah. Sampai saat ini negosiasi dengan pemilik tanah belum deal. Rencananya nanti akan dibangun persis dipinggir jalan di KM 14 dan terdiri dari 9 kelas, ditambah dengan kantor, ruang TU, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Sebelumnya ada yang sudah cocok, tapi lahannya berjurang-jurang.” ujar Wahyudi Irianto, selaku Kasubid Pandidikan, Mental Spiritual dan Pemerintahan Pemkot Balikpapan, Selasa (24/7).
Bagitu juga yang disampaikan oleh Heronasia selaku Kasubid Cipta Karya PU, “Lahan untuk SMA 9 ini masih dalam proses pembebasan lahan. Saya sih, berharap tahun depan bangunannya sudah jadi. Karena SMA 9 ini kan sudah ada siswanya. Kasihan pengajar dan siswanya kalau menumpang gedung di SMP 17 terus, jadi kami berusaha tahun depan sudah rampung.” katanya.
Heronasia juga mengatakan lahan yang akan digunakan untuk gedung sekolah ini luasnya kurang lebih sekitar 3 hektar. “Untuk masalah luas itu tidak menjadi soal, karena untuk gedung  nantinya akan dibangun bertingkat untuk efisiensi lahan. Jadi kalau mau membangun lagi tidak perlu pembebasan lahan. Selebihnya sisanya akan dibuat penghijauan atau taman-taman yang ditanami tumbuh-tumbuhan. Konsep pembangunan gedungnya nanti di sesuaikan dengan sekolahnya. SMA 9 kan nantinya berbasis sekolah yang  peduli lingkungan hidup. Untuk masalah dana, bangunan ini nantinya akan memakan dana sebesar 15 milyar ” katanya.

Komisi IV Setuju adanya Sekolah Berbasis Peduli Lingkungan di Balikpapan

Ali Mansyur, selaku Kepala Komisi IV Pemkot Balikpapan setuju SMA 9 diterapkan sebagai sekolah  yang berbasis peduli lingkungan. “Hal ini dapat memicu agar siswa-siswi peduli akan lingkungan di sekitarnya. Apalagi SMA 9 terletak di daerah Karang Joang, hal ini merupakan upaya untuk menunjang Hutan Lindung Sungai Wain. Selain itu bina lingkungan juga menjadi efektif, karena sekolah terlibat secara langsung.” katanya.
Program seperti ini sangat cocok diterapkan di Balikpapan, karena Balikpapan masih banyak terdapat hutan-hutan yang perlu di lestarikan. Agar nantinya tidak ada lagi penebangan hutan secara liar. “Akan tetapi sebaiknya diterapkan di sekolah-sekolah yang terletak di Karang Joang, karena kalau sekolah- sekolah yang letaknya di kota sepertinya tidak cocok diterapkan program ini.” lanjut Ali Mansyur. (mg3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: