Status Waspadai Pelayaran Di laut

*Speed Boat Tenggelam Karena Ombak Tinggi

Balikpapan, Tribun -Kantor Administrator Pelabuhan (Adpel) Semayang Balikpapan akhirnya mengeluarkan status waspada, terhadap semua kapal yang berlayar. Hal itu disebabkan karena kondisi cuaca yang kini kurang mendukung, ditambah ombak di peraiaran yang saat ini semakin meningkat. “Himbauan waspada itu sebenarnya sudah kami terima dari atasan kami, dan juga informasi dari pusat yang kami terima melalui telepon atau sms, sejak seminggu yang lalu,” ujar Kepala Bidang Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Gajah Rooseno, Selasa (24/7).

Tidak hanya itu, untuk mengetahui segala perkembangan cuaca di laut, kantor KPLP yang bermakas di depan Pelabuhan Semayang ini selalu berkoordinasi dengan kantor BMG. Bahkan menurut Gajah, saat ini Dirjen Hubla sudah melarang kapal untuk berlayar di beberapa wilayah perairan di kawasan Indonesia Timur. Kebijakan itu dilakukan Dirjen Hubla karena untuk menghindari musibah kecalakaan di laut. Namun sejauh ini, himbauan yang dikeluarkan pemerintah pusat itu masih sebatas lisan, belum sampai ke telegramp. Sebab, bila instruksi itu sudah dikeluarkan dalam bentuk telegramp, maka ia berhak menghentikan setiap kapal yang berlayar, termasuk tidak memberi ijin kapal yang akan berlayar.

“Jadi bila cuaca buruk, kami berhak melarang kapal untuk berlayar. Hingga konidisi cuaca kembali normal,” ujarnya. Dan sebagai instansi yang menangani persoalan di peraiaran, Adpel memiliki kewenangan untuk menghentikan setiap aktivitas pelayaran, sesuai yang ditentukan dalam undang- undang. Buruknya cuaca diperairan, termasuk di wilayah teluk Balikpapan itu dibuktikan dengan adanya kecelakaan yang menimpa dua speed boat, yakni Bunga Lily yang dikemudikan Pandu Setyawan dan Karmila, hingga akhirnya Karmila tenggelam, Senin (23/7) pukul 19.00 Wita.

Meski akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan, namun pengemudi speed boat Karmila yakni Wahyudi (20) menderita luka dibagian dada, termasuk seorang penumpangnya Achyar (28) raga Tanah Grogot. Keduakorban ini kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Pertamina. Menurut pengakuan Pandu, pada saat itu ombak memang cukup tinggi. Hingga akhirnya ia tidak melihat adanya speed boat yang melintas dari arah berlawanan.

Meski belum ada kesepakatan bersama, mengenai siapa yang akan bertanggung jawab terhadap musibah kecelakaan itu, namun Kapolsek KP3 Pelabuhan Semayang AKP Nurhadi mengatakan bahwa, masalah itu akan diselesaikan secara kekeluargaan. “Hari ini (Rabu ‘red) mereka akan bertemu lagi. Kita dari KP3 hanya bisa sebagai mediator,” kata Nurhadi. Menurut Nurhadi, kecelakaan yang menimpa dua speed boat itu tidak perlu diselesaikan sampai ke kantor Adpel, atau petugas KPLP.

Karena jenis kapal yang celaka adalah speed boat, yang hanya memiliki gross tonase (GT) dibawah tujuh. “Musibah atau kecelakaan kapal yang kita tangani hanya pada kapal yang memilki GT di atas 7. Sedangkan untuk kapal-kapal dibahwa GT 7 biasanya ditangai oleh KP3 atau Dinas Perhubungan,” ujarnya.(joi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: