Hargailah Perasaan Model

*Teknik Photography ala Hary Subastian

Balikpapan, Tribun -Sebagai seorang fotografer, sosok seorang model merupakan obyek paling menarik untuk dijadikan hiasan lensa. Apalagi fotografer yang berkecimpung di dunia fashion photograpy. Wanita cantik seolah-olah memiliki daya tarik tersendiri, apalagi saat berpose di depan lensa kamera. Namun, keberadaan seorang model harus tetap menjadi sebuah icon yang harus dihargai.
Itu lantaran profesinya yang juga manusia biasa seperti kita.

Dengan demikian, seorang fotografer itu harus bisa menghargai dan menjaga perasaan setiap model yang dipotretnya, agar tidak tersinggung. Demikian dikatakan Hary Subastian, dalam Photography workshop yang diselenggarakan Total Photography Club (TPC), di Ballroom Hotel Blue Sky, Balikpapan, Sabtu (23/6). Dihadapan sekitar 50 pecinta fotograpy di Balikpapan, Hary menceritakan berbagai pengalamannya di dunia potret memotret.

“Jadi, kalau dia (model ‘red) cantik terus terang saja katakan cantik. Kalau ada bagian tubuhnya yang menarik, katakan apa adanya, agar model bisa lebih senang dan percaya diri,” kata lelaki yang juga ftografer majalah Cosmopolitan ini. Namun sebaliknya juga demikian, lanjut Hary, bila sang model itu ada yang kurang atau kurang bagus, maka katakanlah apa adanya. Tetapi yang wajar, yang tidak menyinggung perasaannya. Menurut Hary, metode seperti itu tidak pernah ada dalam teori, tetapi  berdasarkan pengalamannya, yakni untuk menjalin hubungan yang baik antara fotografer dan model.
“Jadi, bila sang model haus, ya diambilkan minum,” ujarnya.

Workshop yang mengambil tema Fashion and Glamour Photography itu, Hary memaparkan lebih  dalam lagi dunia permodelan. Bila terjun di dunia swim wear photograpy, ungkap Harry, seorang fotografer harus memiliki sentuhan khusus, dan jangan pernah berfikir ‘ke arah situ’. “Bersikaplah secara wajar dan jangan nafsu. Bila nafsu, jangan ditunjukkan,” katanya. Karena, menurut Hary, terkadang ada model yang tidak cocok dengan cara-cara fotografer memotret.

Dalam workshop itu, Hary juga menjelaskan secara detail teknik memotret model, tata rias, busana dan komposisi bagroud yang tepat, sehingga menghasilkan gambar yang bagus. Acara workshop itu juga diisi dengan sesi pemotretan model. Dua sesi ini dilakukan di dalam dan di luar ruangan, seperti di sesi pemotretan di kolam renang Hotel Blue Sky.

Ketua Panitia workshop photography TPC Ali Ridwan sebelumnya mengatakan, kemampuan seorang fotografer dinilai dari hasil fotonya. Apakah hasilnya mampu mengangkat atau menjual apa yang dipotretnya. Dalam pemotretan fashion and glamour, fotografer harus bisa menampilkan keindahan seorang model, pakaian yang ia kenakan, pernak-perniknya dan tata rias yang ia kenakan.(joi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: