Komisi 4 Usulkan Raperda Kesehatan Lingkungan dan Jamkesda

> Targetkan November Selesai
Balikpapan, Tribun -Komisi 4 DPRD Kota Balikpapan akan mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kesehatan Lingkungan dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Ini dilakukan untuk mencegah menyebarnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Flu burung dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Sementara untuk Raperda Jamkesda, Komisi 4 berharap pelayanan pada pemegang kartu dapat lebih optimal. Demikian dikatakan Ketua Komisi 4 DPRD Kota Balikpapan Ali Mansyur ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (27/7).

“Penyakit-penyakit yang sedang trend (DBD, Flu burung dan AIDS, red) sekarang itu kan disebabkan virus. Nah, virus ini berkembang karena keadaan lingkungan yang tidak bersih, tidak sehat. Karena itu, kami mengusulkan perda kesehatan lingkungan,” katanya. Ali kemudian mencontohkan, masyarakat Balikpapan banyak menampung air. Ini dilakukan karena mereka kesulitan air. Namun, masyarakat tidak memperhatikan apakah di bak atau wadah penampungan itu terdapat jentik nyamuk atau tidak. “Kalau perlu dalam perda itu diatur kalau mempunyai jentik nyamuk akan didenda,” ucapnya.

Sedangkan dalam Raperda Jamkesda, Komisi 4 akan mengusulkan adanya biaya yang dibebankan kepada masyarakat secara sharing. Ini dilakukan agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal, tidak seperti sekarang yang hanya mendapat pelayanan persalinan dan rawat inap. “Dari hasil survey tahun 2007 oleh Ali Gurfon, staf ahli DKK dari UGM, masyarakat tidak keberatan jika dibebankan biaya. Asalkan mereka mendapatkan pelayanan hingga paripurna,” ucapnya. Saat ini, menurut Ali, naskah akademiknya sudah selesai tinggal DPRD menuangkan dalam bentuk Raperda. DPRD menargetkan Raperda Jamkesda selesai November tahun ini agar segera diterapkan pada tahun 2008.

Selain itu, Ali juga berharap agar Pemkot segera merealiasikan Rumah Sakit Tipe C yang diperuntukkan bagi masyarakat menengah ke bawah, yakni peserta Akseskim dan Jamkesda. “Ini sudah dalam tahap Detail In Design (DID). Nantinya, DKK akan dioptimilisasi, apakah ditingkat atau bagaimana. Fasilitasnya juga harus ditingkatkan begitu juga dengan tenaga medisnya,” ucapnya. Letak DKK yang terletak di Pasar Baru dinilainya sangat menguntungkan bagi masyarakat. Ini karena posisinya mudah dijangkau, tidak seperti rumah sakit saat ini yang sulit dijangkau oleh transportasi kota.(m18)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: