Patok Perbatasan Area Konservasi Dirusak

*Diduga untuk Jalan Pertambangan

Balikpapan, Tribun -Puluhan patok yang membatasi area konservasi Hutan Lindung Sungai Wain (HSLW) rusak berat. Kerusakan patok dan pagar pembatas area konservasi itu disebabkan oleh aktivitas pembukaan dan pelebaran jalan, di batas wilayah antara Balikpapan dan Kutai Kartanegara. Jalan sekat bakar yang biasa digunakan patroli petugas Pengamanan Hutan (Pamhut) HLSW, kini lebarnya sudah berubah menjadi lima hingga delapan meter. Tidak hanya itu, beberapa patok pembatas  kawasan konservasi yakni dari patok 66 hingga patok 29 rusak, dan sebagian teruruk tanah akibat ulah alat berat buldoser.

Aktivitas yang diduga untuk jalan pertambangan itu juga merusak beberapa pagar kawat berduri yang membatasi kawasan HLSW, yakni kira-kira masuk 15 km dari ruas jalan utama JL Sukarno-Hatta Km 25. Dari hasil pantauan Tribun di lapangan Sabtu (28/7), ulah buldoser yang membuka kawasan itu semakin berani, karena ditemukan beberapa patok tapal batas yang membatasi wilayah Balikpapan-Kukar rusak dan tertimbun tanah. “Tapi sayang, setiap kita berpatroli kesini, pelakunya sudah tidak ada. Kalaupun tertangkap basah, kita akan proses pelakunya ke jalur hukum,” ujar Kepala Unit Pengamana HLSW Agusdin, yang saat itu bersama petugas TNI/Polri meluncur menuju kawasan berlumpur itu.

Nomor patok tapal batas wilayah yang rusak dan tidak ditemukan adalah 1602/048 dan 1602/047. Temuan itu bermula pada tanggal 10 Juli 2007 lalu, ketika petugas Pamhut HLSW berpatroli di kawasan tersebut. Saat itu petugas hanya mendapati jalan sekat bakar yang terbuka, panjangnya  sekitar 800 meter. Selanjutnya pada 15 Juli 2007, petugas mendapat laporan warga sekitar bahwa terdapat aktivitas pelabaran jalan yang dilakukan oleh alat-alat berat.

Namun petugas kesulitan mencari pelaku, karena kendaraan yang digunakan tidak mampu menjangkau area itu lebih dalam. Kondisi itu diperparah lagi dengan cuaca yang menyebabkan jalanan menjadi  berlumpur dan digenagi air seperti sungai. Karena tidak mau kecolongan, petugas berpatroli lagi pada tanggal 18 Juli. Namun kala itu petugas juga tidak menemukan pelaku, karena kendaraan yang digunakan mogok ditengah jalan.

Pada Kamis (26/7) lalu, petugas kembali berpatroli dan mendapati jalan sekat bakar itu sudah terbuka hingga merusak pagar pembatas kawasan konservasi, serta merusak patok perbatsan. Hingga kini petugas terus mencari siapa pelaku atau orang yang melakukan aktivitas tersebut. Karena selain berdampak pada semakin maraknya penjarahan hutan, pelebaran jalan di kawasan konservasi itu juga bisa memicu meluasnya perburuan dan pemukiman, yang dapat merusak HLSW.

Untuk mengamankan pagar dan patok yang rusak itu, sementara ini petugas memberi tanda police line di kawasan tersebut.(joi)

Kronologi kejadian :
-10/7    Petugas Pengamanan Hutan (Pamhut) HLSW berpatroli di area konservasi km 25, menemukan     jalan yang sedianya hanya berukuran satu kendaraan kecil dibuka lebar dengan alat berat.     Namun panjang pembukaan jalan baru ini hanya 800 meter, dan tidak menyentuh pagar     pembatas.
-15/7    Ada laporan warga Kelurahan Karang Joang adanya pelebaran jalan di lokasi batas wilayah     konservasi itu semakin meluas. Petugas patroli tidak bisa menemukan pelaku pelebaran jalan,     karena motor yang dikendarai petugas tidak bisa menempuh wilayah itu.
-18/7    Petugas Pamhut HLSW kembali berpatroli, namun kendaraan yang digunakan tidak mampu     menempuh batas wilayah kosnervasi yang dilebarkan.
-26/7    Petugas kembali berpatroli dan menemukan pembukaan dan pelebaran jalan, yang merusak     patok dan pagar pembatas wilayah konservasi HLSW. Tetapi tidak mendapati pelaku     peleberan dan perusakan batas wilayah.
-28/7    Bersama rekan wartawan media cetak, petugas Pamhut HLSW kembali berpatroli, dan     mendapati patok yang membatasi kota Balikpapan dan Kabupaten Kukar rusak dan         hilang.(joi)

Akibat pelabaran jalan sekat api yang membatasi wilayah konservasi itu :
-Pelaku ilegal logging dapat semakin mudah memasuki wilayah itu, karena sudah bisa ditempuh kendaraan besar.
-Aktivitas pemburuan semakin meluas.
-Meluasnya pemukiman di area konservasi sehingga mengakibatkan kerusakan di area HLSW.(joi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: