Tidak Memiliki Gedung Kesenian

Balikpapan, Tribun -Kerukunan Keluarga Etam Koetai (KKEK) merupakan komunitas masyarakat Kutai Kartanegara di Balikpapan. Saat ini jumlah anggota paguyuban yang sudah 20 tahun berdiri di Balikpapan ini sudah sekitar 3000 orang. Pada setiap even-even kesenian budaya yang diadakan pemerintah Balikpapan, KKEK yang kental dengan adat budanya tidak pernah absen dalam berpartisipasi menyuguhkan keseniannya.

Berbagai kesenian rakyat Kutai dari mulai tingkilan, jepen, tarian perang bahkan tarian hudoq-hudoq yang identik dengan suara mendesisnya kerap kali ikut meramaiakan kota ini pada even-even budaya. Sehingga penampilan barisan KKEK pada pawai budaya bulan Februari lalu ini benar-benar memukau penonton, terutama warga luar Kaltim.

“Sebagai orang yang memiliki garis keturunan kesultanan Kutai, saya merasa punya bertanggung jawab untuk ikut melestarikan dan mewariskan budaya ini. Sehingga tidak akan pupus pada era globalisasi nanti,” kata sekeretaris dan Plt KKEK Balikpapan, Adji Winda Vanesya. Tidak hanya aktif di paguyuban, sebagai putra daerah Adji juga kerap kali berperan dalam berbagai pementasan terutama pada seni tari. Maklum, Adji termasuk keturunan keluarga penari keraton, jadi wajar kalau kini ia mewarisinya.

“Tarian gong itu berkisah tentang seorangputri yang diperebutkan oleh beberapa lelaki. Akhirnya laki-laki itu berperang dan si putri terdesak naik ke atas gong,” kata Adji mengisahkan. Sedangkan tarian lain yang biasa ditampilkan di keraton adalah tarian khusus, yakni tari topeng, tari kanjar laki dan bini, serta tari ganjur yang biasa di hadirkan pada saat pesta adat Erau.

Kedepannya, lanjut Adji, paguyuban KKEK akan dikembangkan tidak di bidang ekonomi, melainkan juga kearah lain seperti perekonomian, yang intinya bisa mensejahterkan keluarga besar KKEK. “Yang perlu digaris bawahi adalah untuk mengangkat harkat dan martabat orang Kutai yang selama ini terisolir,” ujarnya. Yang disayangkan lagi oleh Adji, pemerintah kurang begitu peduli dengan adanya keragaman budaya di Balikpapan, seperti tidak adana fasilitas gedung kesenian dan dana pembinaan bagi seni budaya.(joi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: