Askes Penduduk Miskin Naik Jadi 60 Juta Jiwa

Jakarta – Departemen Kesehatan (Depkes) menaikkan jumlah penduduk miskin yang menerima premis asuransi kesehatan (askes) secara gratis yang semula pada Januari 2005 sebanyak 36 juta jiwa dinaikkan menjadi 60 juta jiwa, kata Menkes Siti Fadilah Supari.
”Kenaikan jumlah penduduk miskin didasarkan hasil pendataan dari BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) dan pemda (pemerintah daerah) kabupaten/kota, sedang data 36 juta jiwa penduduk miskin berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS),” katanya di Jakarta, Kamis (7/4).
Seusai peringatan Hari Kesehatan Sedunia (HKS) di Puskesmas Rawa Badak, Jakarta Utara, Menkes mengatakan, premi askes yang semula Rp2,1 trilyun dari dana program kompensasi pengurangan subsidi (PKPS) BBM (Bahan Bakar Minyak) sektor kesehatan 2005 untuk 36 juta jiwa dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) menjadi Rp3,7 triliun untuk 60 juta jiwa penduduk miskin.
”Pemberian premi askes itu agar sekitar 60 juta jiwa penduduk miskin mendapat pelayanan kesehatan secara gratis dengan membawa kartu askes ke rumah sakit (RS) pemerintah dan Puskemas,” kata dia.
Dalam HKS 2005 yang bertema ”Ibu Sehat, Anak Sehat, Setiap Saat”, Menkes mengatakan, jumlah ibu hamil yang meninggal di Indonesia per tahun mencapai 13.700 orang per tahun dan jumlah kematian anak balita mencapai 206.000 jiwa per tahun.
”Tingginya jumlah kematian ibu melahirkan dan balita antara lain karena keluarganya terlambat membawa ke Puskemas dan RS,” katanya.
Karena itu, melalui pemberian kartu askes secara gratis bagi 60 juta jiwa penduduk miskin ke Puskesmas dan RS, akan dapat menurunkan kematian ibu melahirkan dan anak balita.
Menkes minta pemerintah provinsi, kabupaten/kota, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), organisasi profesi dan media massa untuk ikut mendukung kampanye penurunan jumlah kematian ibu melahirkan dan balita bagi penduduk miskin agar bersedia menggunakan kartus askes gratis ke RS.
Selain itu, Depkes pada awal 2005 menempatkan 456 dokter umum, 77 dokter gigi dan 1.651 bidan ke daerah terpencil di seluruh Indonesia untuk memberikan pelayanan kesehatan khususnya bagi ibu hamil dan anak balita agar terjamin kesehatannya.
Acara HKS 2005 di DKI juga ditandai pemberian kartu jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat – keluarga miskin (JPKM-Gakin) bagi penduduk miskin di DKI dan pengobatan gratis.
Hadir dalam acara itu, Kepala Perwakilan WHO George Petersen, Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Depkes Azrul Azwar, Dirjen Pelayanan Medik Depkes Sri Astuti Suparmanto dan Kepala Dinas Kesehatan DKI A Chalik Masulili. (ant)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: