TNI AU akan Tambah 600 Personel

 

Tarakan, Tribun – Kadis Pamsan TNI AU Cilangkap Marsekal Pertama TNI Rudi M Nur mengatakan rencana pembangunan Pangkalan Udara (Lanud) Tipe C di Kota Tarakan akan segera dilaksanakan secara bertahap 2007-2012. “Kendala lahan yang selama ini mengadang telah bisa diatasi, Mabes TNI AU telah memberikan dukungan. Mudah-mudahan proses pembayaran untuk pembebasan lahan sudah bisa dilakukan secara bertahap selama beberapa hari,” ujar Rudi seusai melakukan pertemuan dengan Walikota Tarakan dr Jusuf SK di Bandara Juwata Tarakan, Senin (30/7).

Rudi mengatakan setelah masalah lahan terselesaikan maka secepatnya pembangunan fisik dilaksanakan. Pekerjaan fisik harus dilaksanakan tahun ini karena anggaran pembangunan Lanud Tarakan telah tersedia mulai tahun anggaran 2007. Dia mengatakan Lanud Tarakan yang memiliki Tipe C merupakan pangkalan untuk operasional TNI AU bagi pengawasan pulau-pulau terluar.

Keberadaannya setiap saat mampu menampung pesawat-pesawat jenis angkut dan tempur atau fighter. Dengan demikian kemungkinan adanya jet tempur yang masuk Tarakan sangat besar seperti pesawat Hawk 200, F16 dan Sukhoi. Disebutkan pula pesawat tempur yang dimiliki TNI AU bisa stand by di Tarakan tergantung pimpinan yang mengambil keputusan.

“Panjang landasan pacu di Bandara Juwata Tarakan saat ini telah memenuhi syarat karena telah diperpanjang menjadi 2.250 meter. Dengan demikian memungkinkan pesawat tempur milik TNI AU bisa landing dan take off di Tarakan,” ujarnya.

Dia mengatakan, pembangunan fisik Lanud direncanakan secara bertahap. Hal itu tergantung dari kemampuan anggaran pemerintah. Hal utama yang diprioritaskan untuk dibangun berupa pembangunan fasilitas semisal kantor dan perumahan bagi personel yang akan ditempatkan serta fasilitas parkir bagi pesawat tempur TNI AU.

Rudi mengatakan dengan perubahan status secara otomatis akan ada penambanhan personel TNI AU di Tarakan. Diperkirakan untuk Lanud Tipe C dibutuhkan personel sekitar 600 orang dan akan diambil dari tempat lain. Sebab personel untuk Lanud dengan Radar yang saat ini dimiliki TNI AU di Tarakan akan berbeda.

Keduanya berbeda satuan dan memiliki tugas dan fungsi yang berbeda. Dia mengatakan pada awalnya Lanud Tarakan akan membutuhkan lahan seluas 168 hektare. Namun pada perjalanannya kebutuhan lahan seluas 40 hektare dinilai cukup untuk memulai pembangunan tahap awal.

Diharapkan kebutuhan lahan secara keseluruhan bisa terpenuhi tetapi semuanya tergantung kemampuan anggaran pemerintah. Rudi mengatakan pertimbangan peningkatan status menjadi Lanud Tarakan, dikarenakan Kota Tarakan merupakan daerah paling luar di wilayah Utara Kaltim yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia. Selama ini operasi pengamanan untuk mempertahankan NKRI dilakukan dari home base Lanud Balikpapan dan Makassar.

Itu dinilai kurang efektif karena jarak yang ditempuh pesawat tempur relatif jauh. Selain itu secara umum fasilitas infrastruktur yang dimiliki Kota Tarakan cukup memadai untuk dijadikan lanud. (drm)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: