10 Pemilik Toko Ditegur Tim Razia Gabungan

* Terbukti mengedarkan makanan tak teregistrasi dan berbahaya
* Hasnah :  Kalau ada yang membandel, kami proses hukum

Balikpapan, Tribun – Tim razia penertiban makanan tak teregistrasi dan berbahaya gabungan Disperindagkop dan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan menegur sepuluh pemilik toko makanan yang tersebar di Klandasan dan kebun Sayur. Teguran itu terkait tim gabungan tersebut menemukan  toko tersebut menyimpan dan mengedarkan permen White Rabbit Creamy Candy  dan manisan plum yang dilarang beredar oleh Balai POM. Tim menemukan pengedaran 17 paket permen White Rabbit Creamy Candy berisi puluhan bungkus perteman pada sejumlah toko di Pasar Kebun Sayur dan Klandasan. Tiga bungkus Manisan plum juga terjaring saat razia pada satu toko di kawasan Klandasan.
Anggota tim  razia kosmetik dan makanan tak teregistrasi gabungan DKK dan Disperindagkop Hasnah Haerani  mengatakan, sejumlah toko  masih mengedarkan permen dan makanan tak teregistrasi dan berbahaya bagi kesehatan.
“Dari beberapa toko yang didatangi terdapat 10 toko yang memiliki produk tak teregistrasi. Satu toko di Klandasan  masih menjual makanan itu. Yang lain sudah mengamankan barang  tersebut setelah mengetahui pemberlakuan larangan itu dari koran. Kami minta pemilik toko agar segera dikembalikan ke distributor. Kami membuat surat berita acara pengamanan barang tak teregistrasi dan berbahaya yang terdapat di toko tersebutm” katanya, Rabu (1/8).
Pemilik toko diberi  waktu sepekan  untuk pengembalian makanan tak teregistrasi itu ke penyalur langganan  mereka. Tim razia gabungan akan turun kembali secara mendadak untuk memeriksa barang tersebut sudah tidak disimpan dan diedarkan lagi.
Hasnah menjelaskan penertiban peredaran makanan tak teregistrasi itu merupakan bagian public warning kepada pengusaha makanan yang menindaklanjuti larangan peredaran makanan yang dikeluarkan Balai POM Kaltim. Hal itu mengacu pada UU nomor 7 tahun 1996 tentang Pangan.
Tim Razia makanan dan kosmetika Kota Balikpapan siap mengenakan sanksi tegas bagi pemilik toko yang tidak mematuhi anjuran penghapusan makanan tak teregistrasi dalam barang jualan toko.
“Kalau ada yang membandel, kami proses hukum,” ujar Hasnah.(rid)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: