9 Pasien keracunan Masih Kritis

* Alami Diare, Sakit Kepala dan Panas Dalam

Balikpapan, Tribun -Dari 57  warga dari lima RT di Kelurahan Sumber Rejo, Balikpapan Tengah diduga keracunan makanan, 30 diantaranya menjalani perawatan intensif  di Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan Rabu (1/8). Puluhan tenaga medis terus memantau perkembangan pasien tersebut yang dirawat di  ruang rawat Mawar, Dahlia, ruang observasi. Dari diagnosa medis, 21 pasien dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. Sementara 9 pasien masih kritis.
Kepala RS Bhayangkara dr Imam Faturrahman SpPd Kepala RS Bhayangkara  mengatakan sembilan pasien  keracunan itu memerlukan penanganan medis beberapa hari lagi.
“Sembilan pasien yang masih dirawat karena mengalami gejala diare,  sakit kepala dan sebagian panas.
Pasien yang menjalani perawatan itu terdiri dari 4 anak dan 5 dewasa,” terangnya ditemui di ruang perawatan RS Bhayangkara, Rabu (1/8).
Sebagian pasien  keracunan usia dewasa yang memerlukan  perawatan lebih lanjut itu adalah pasien yang pengidap hipertensi. enam Dokter dan perawat menerapkan penanganan tertentu  yang mengidap hipertensi melalui pemberian kombinasi obat-obatan dan infus untuk mengobati racun dan mengurangi tekanan darah tinggi.
“Obat-obatan yang diberikan lewat darah dan ada yang diminum,” terangnya.
Menurut Imam Faturrahman, pihak rumah sakit belum mengetahui secara pasti tentang keracunan itu. Karena diagnosa dugaan keracunan itu dilakukan oleh petugas Dinas Kesehatan Kota Balikpapan yang sehari sebelumnya telah mengambil sample yang akan diuji laboratorium. Yang dilakukan tenaga medis saat ini memulihkan kesehatan pasien melalui penanganan layanan kesehatan berdasarkan gejala yang dialami pasien.
Korban keracunan yang memiliki kartu Jamkesda tidak dikenakan biaya selama pengobatan. Untuk pasien Askes Gakin tetap dikenakan biaya. Tapi biaya itu dibebaskan selama pemegang askin gakin itu telah mengurus Jamkesda.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dr Dyah Muryani beluim dapat dikonfirmasi mengenai hal ini. Dari keterangan beberapa petugas dinas kesehatan kota Balikpapan terungkap bahwa uji laboratorium atas sample makanan dan minuman di Samarinda itu memerlukan waktu beberapa hari. Dari rapid test sample itu mengandung kuman basilus. Untuk mengetahui jenis basil apa yang terkandung didalamnya akan diungkap dari hasil laboratorium Samarinda.(rid)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: