“Mahjuziati Tak Bisa Makan Minum”

* Tumor Besar di Leher dan Mulut
* Menderita Tumor Mandibula Abses
Balikpapan, Tribun – Penyakit tumor Mandibula Abses yang dialami  Mahjuziati makin mengganas. Pembengkakan daging akibat tumor yang semula tumbuh di bagian leher   sudah merembet hingga mulutnya. Sejak penjalaran tumor sampai ke mulut itu, wanita usia 36 tahun ini sejak sebulan lalu tidak bisa makan dan minum. Tubuhnya kurus kering dikarenakan penurunan berat badan yang drastis. Kini wanita beranak tiga itu terbaring lemah di ruang Flamboyan nomor 25 Rumah Sakit Umum Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, Rabu (1/8). Sejak masuk rumah sakit kemarin, suaminya Sahran menungguinya selama menjalani perawatan.
Sahran mengatakan, pembengkakan tumor itu dirasakan istrinya sejak enam bulan lalu. Waktu itu istrinya mengeluhkan sakit gigi di rahang yang disertai pembengkakan. Seiring berjalannya waktu, sakit gigi itu tak kunjnug sembuh. Malahan terjadi pembesaran daging yang semakin hari semakni membengkak. Mulanya daging itu membesar di leher.
“Baru satu bulan itu tumor itu membengkak di bagian mulutnya. Saya sudah bawa dia ke puskemas Samboja. Dari keterangan dokter kalau istri saya menderita tumor Mandibula Abses dan dirujuk ke sini. Sejak mulutnya terkena tumor, dia tak bisa makan,” katanya saat ditemui di ruang rawat Flamboyan RSKD.
Untuk kelangsungan hidupnya, Mahjuziati hanya mengandalkan infus dan susu yann diberikan paramedis. Akibat kekurangan asupan makan, staminanya terus menurun dan kurus kering. Berat badannya turun drastis dari  60 kilogram menjadi 30 kilogram. “Saya pernah coba operasi di Banjarmasin tiga bulan lalu. Tapi tumornya kambuh malah  makin besar,” terangnya.
Pakai 6 kali kemo baru dua kali
Saat konsultasi dengan dokter, Sahran mendapat keterangan kalau penyakit yang diderita istrinya itu beresiko tinggi apabila dioperasi. karena aliran darah dan simpul syarafnya sudah menyatu dalam tumor tersebut. Alteranatif terapi yang sedang dijalani istrinya adalah Kemoteraphy. Sudah berjalan dua kali kemoteraphy dari 6 kali terapi yang direkomendasikan tenaga medis.
Sahran kini hanya pasrah menangani cobaan ini  Karena selama ini dirinya tak punya uang cukup untuk membiayai pengobatan tumor ganas yang dialami istrinya. Apalagi selama ini istrinya yang banyak emmbantu menopang  rumah tangga dan membiayai hidup tiga anak mereka. Itu karena Sahran masih menganggur dan hanya bekerja seabutan. Sahran dan keluarganya tinggal di  KM 38 RT 10 Kecamaetan Samboja, Kutai Kartanegara.(rid)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: