Usia Tua Lebih Susah Dioperasi

*YSB Lakukan Bedah Rekonstruksi Perdana

Balikapapan, Tribun -Puluhan pasang mata siang itu terbelalak menatap televisi layar lebar, di sebuah ruang tunggu lantai lima Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan, Jumat (3/8). Mereka para keluarga pasien bibir sumbing ini sedang menyaksikan anggota keluarganya, yang sedang menjalani bedah rekonstruksi bibir sumbing dan langit-langit di ruang bedah. Sementara itu, di dalam televisi flat berukuran 29 inchi nampak para dokter bedah dan asistennya sedang sibuk melakukan operasi.
Dengan diterangi sinar lampu operasi, tim dokter yang mengenakan pakaian operasi beserta masker dan penutup kepala lengkap. Operasi ini dilakukan di dua tempat, di tempat lain dalam lantai yang sama itu dr Eugene Tan  spesialis bedah dari Craniofacial Institute Adelaide Australia juga melakukan praktiknya.
Untungnya, dokter spesialis bedah plastik Prof DR dr Djohansjah Marzoeki dr Djohan Wirawan SpBP berhasil ditemui di ruang kerjanya beberapa menit setelah keluar dari ruang operasi. Djohansyah mengatakan, baru saja ia mengoperasi pasien bibir sumbing berumur 18 tahun. Menurutnya, bedah rekonstruksi pada pasien berumur 18 tahun lebih susah dibanding dengan pasien berumur di bawah sepuluh tahun. “Kalau pasien bibir sumbing se usia ini biasanya akan mengalami pendarahan lebih banyak,” kata profesor yang mengajar di fakultas kedokteran Unair Surabaya ini.
Pasein berusia 18 tahun bernama Isni itu menjalai operasi untuk yang kedua kalinya. Sebelumnya warga Panajam ini sudah pernah melakukan operasi di bagian bibirnya. Namun kali ini ia menjalani operasi bedah di bagian langit-langitnya. Di bagian langit-langitnya itulah ditemukan celah yang sudah melebar. Sehingga ia harus berupaya keras menutup rongga yang menganga di langit-langitnya. Tetapi celah pada langit-langit seperti ini tidak bisa terus dibiarkan. Menurut Djohansjah, pasien yang bagian langit-langitnya terbelah akan kesulitan dalam mengkonsumsi minuman, karena air selalu keluar dari lubang hidungnya.
Selain itu, terbelahnya bagian langit-langit itu juga menyebabkan suara penderitanya sengau. “Jadi harusnya pasien ini sudah dioperasi pada umur 10 bulan atau pada saat ia berusia dibawah 10 tahun,” ujarnya. usai menjalani operasi langit-langit, pasien ini akan dilatih berbicara.
Selain Isni, di ruang pra operasi itu juga terdapat beberapa pasien bibir sumbing lainnya seperti Odziah, balita berumur 1 tahun yang sudah pernah menjalani operasi bibir sumbing. Meski saat ini ia tinggal menjalani operasi pada bagian langit-langitnya, balita asal Samarinda ini kini sudah bisa tersenyum cantik. Bekas operasi yang pernah ia lakukan pada saat masih berusia 3 bulan juga tidak terlalu nampak.
Operasi ini merupakan yang pertama kalinya sejak yayasan ini berdiri, yakni sehari sebelumnya, Kamis (2/8).(joi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: