Antara pria dan Wanita

Beberapa penelitian membuktikan tingkat depresi, stress, dan kecemasan pria lebih parah ketimbang wanita pasca putus cinta. Dilansir yahoo, Jumat (20/4/2007), hal ini kemungkinan disebabkan karena karakteristik sifat pria. Simak penjelasannya:

1. Pria Kerap Menutupi Sakit Hatinya

Hey, masa seorang pria nangis. Mungkin begitulah yang terlintas di benak pria. Pelampiasannya paling pergi bersama beberapa teman pria dan berakhir mabuk-mabukan. Intinya, pria kadang enggan menunjukkan perasaan sedihnya ketika putus dengan sang kekasih. Ia merasa harus selalu tampak tegar.

Sedangkan wanita kebanyakan langsung menangis atau curhat pada sahabat begitu cintanya diputus. Begitu juga ketika memutuskan cinta, wanita biasanya berbicara apa adanya dan langsung mengeluarkan apa isi hatinya. Intinya, wanita berani menghadapi rasa sedihnya sedangkan pria banyak menahan reaksi atau perasaannya. Alhasil, semuanya menumpuk dan sulit dibuang.

2. Pria Tidak Punya Banyak Teman

Begitu mengalami patah hati, hampir seluruh wanita langsung mengungkapkan isi hati atau bercerita kepada teman terdekatnya. Teman tersebut bisa saja ibu, sahabat, tetangga, teman kantor, atau bahkan supir taksi yang dinaikinya setelah meninggalkan sang pacar. Penelitian membuktikan pria kerap menggantungkan kedekatan emosionalnya pada sang pacar. Sedangkan wanita punya sejuta tempat selain sang kekasih.

Pria lebih sering memendam perasaannya dan berusaha meyakinkan dirinya
sendiri kalau ia baik-baik saja. Setidaknya baru enam bulan kemudian pria tersebut menyadari dan berani mengungkapkan pada teman-teman dekatnya kalau ia ingin kembali pada sang kekasih.

3.Pria Benci Awal yang Baru

Begitu putus, pria umumnya merasakan sedikit kegembiran. Bisa berkencan dan menggoda banyak wanita. Berburu kekasih baru dan lain-lain. Tapi setelah kencan pertama, kedua, dan ketiga, akhirnya rasa jenuh pun melanda. Ia pun menyadari masih panjang jalannya untuk menemukan kenyamanan yang sama seperti pada kekasihnya dulu.

Menurut penelitian, secara mental umumnya wanita lebih siap menghadapi putus cinta sedangkan pria jarang berpikir hubungan akan berakhir. Dan umumnya, pria baru menyadari betapa berharga mantan kekasihnya dan betapa ia kehilangan dirinya setelah berbulan-bulan putus cinta. Hasilnya, sang wanita sudah jauh memulihkan diri dan semuanya sudah terlambat.

4. Pria Berpatok Pada Khayalan

Putus cinta juga kerap disebabkan karena pria merasa bosan dengan kekasihnya, kencan yang sama, pertengkaran yang sama, dan hal-hal lain yang lama-lama membuatnya jenuh. Begitu putus, ia berpikir akan langsung bertemu dan berkencan dengan banyak wanita. Walau mimpi tersebut benar-benar terjadi diam-diam ia merasa kehilangan keintiman dan kenyamanan yang sebelumnya ia dapat dari sang mantan pacar.

Penelitian membuktikan, wanita umumnya lebih cepat menyadari kalau fondasi dari hubungan yang awet adalah keintiman. Sedangkan pria umumnya lebih memikirkan seks sehingga akhirnya mereka salah orientasi.(Detikhot.com, ta/fta)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: