PLN Minta 2 X 100 MW

> Atasi Krisis Listrik di Sistem Mahakam
BALIKPAPAN, TRIBUN – Mengatasi krisis listrik di Sistem Mahakam yang sudah sedemikian parahnya, PT PLN Wilayah Kalimantan Timur tengah mengajukan usulan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 X 100 MegaWatt, mengambil lokasi berdampingan dengan  Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tanjung Batu Kabupaten Kutai Kertanegara. “Saya tidak perlu tahu apakah nantinya akan masuk crash program atau dari relokasi proyek. Saat ini saya butuh minimal 2 X100 MW di sistem Mahakam dan telah saya usulkan ke pusat,” kata GM PT PLN Wilayah Kaltim, Arifin Syah, Selasa (7/8).
Usulan tersebut, lanjut Arifin telah mendapat lampu hijau dan segera dilakukan pembangunan. “Lokasi saya sudah punya. Ada tanah saya seluas 200 hektar di dekat PLTGU Tanjung Batu. Untuk pembangunan 2 X 200 MW paling menghabiskan lahan sekitar 20 hektar saja,” ujar Arifin.
Dituturkannya, kondisi kelistrikan di Sistem Mahakam sudah akrab dengan istilah byar pet. Hal ini ditenggarai adanya beberapa permasalahan seputar pembangunan maupun pasokan energi atau bahan bakar. Antara lain, belum selesainya pembangunan PLTU Tanjung Batu oleh PT Cahaya Fajar Kaltim (konsorsium antara Perusda Kelistrikan Kaltim dengan Jawa Pos Group), berhentinya pasokan gas dari Medco ke PLTGU Tanjung Batu, usia pembangkit diesel yang sudah tua, serta ketidakmampuan PLN investasi pembangkit. Selain itu, sampai saat ini PLN belum memiliki mesin pembangkit cadangan, sehingga pembangkit yang ada beroperasi secara terus menerus.
Proyek pembangkit yang masuk crash program versi Kementrian ESDM meliputi PLTU 2 X 25 MW di Samboja dan PLTU 2 X 65 MW di sekitar Penajam, yang keduanya masuk dalam Sistem Mahakam. Serta PLTU 2 X 7 MW di Kabupaten Nunukan. Tapi pembangunannya ternyata mengalami kendala. Makanya saya minta ada peninjauan kembali,” kata Arifin.
Dari tiga proyek pembangunan PLTU tersebut, @ X 65 di sekitar Penajam baru masuk ke tahap penentuan lokasi pembangunan. Sementara untuk PLTU di Samboja dan Nunukan, progresnya masih nol.
Meski demikian, Arifin mengaku PLN juga tak berdiam diri saja menunggu eksekusi dari usulan 2 X 100 MW tersebut. Pasalnya, di beberapa kabupaten/kota yang mengalami krisis listrik, mulai teratasi dengan pengadaan pembangkit diesel.(sar)

Progress Pembangunan Pembangkit di Kaltim :
> Pembangkit diesel 40 MW akan beroperasi mulai Agustus hingga Desember 2007.
> Pembangkit diesel 11 MW tersebar di :
– Melak 3 MW (dijadwalkan rampung Desember 2007)
– Sengata 3 MW (sudah selesai)
– Bontang 2 MW (sudah selesai) ditambah PLTG 2 x 7 MW (selesai Agustus 2007)
– Tanah Grogot 1 MW (sudah selesai)
– Nunukan 2 MW (selesai Desember 2007)
> PLTD Batakan 40 MW (selesai Desember 2008)
> PLTU CFK 2 x 25 MW (direncanakan selesai Juni 2008)
> PLTG GT 4 (selesai Maret 2009) (sar)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: