Menciptakan kelainan

Lihat semula gambar di bawah. Bagaimana Planet Hollywood & Hard Rock walaupun sebelah menyebelah, keduanya berjaya mendapat pelanggan yang tinggi?
Ini kerana, persaingan yang berlaku BUKAN pada “mencari KELEMAHAN dan ciptakan kelainan”. Seperti saya sebut di atas, sekiranya kita cari KELEMAHAN, pesaing juga akan berusaha MEMPERBETULKAN KELEMAHAN TERSEBUT.

jawapan kepada soalan semalam adalah mencari kelainan dari KEKUATAN PESAING!

1. Contoh, kekuatan Hard Rock Cafe adalah pada MUZIK. Hard rock menggunakan MUZIK sebagai tema restaurantnya. Itu adalah KEKUATAN pada Hard Rock dari dulu hingga kini. Untuk bersaing, Planet Hollywood mengetahui KEKUATAN tersebut, dan mencipta tema FILEM. Apabila mencipta KELAINAN DARI KEKUATAN, pesaing tidak boleh buat apa apa. Bak kata, takkan Hard Rock cafe, nak bersaing dengan mengubah jadi Hard Film Cafe?

2. Contoh, kekuatan KFC adalah pada fast food berkonsepkan ayam. AYAM adalah KEKUATAN KFC dari dulu hingga kini. Fast food seperti McDonalds mengetahui kekuatan ini, lalu mencipta kelainan dengan membuka restaurant bertemakan BURGER. Apabila mencipta KELAINAN DARI KEKUATAN, pesaing tidak boleh buat apa apa. Bak kata, takkan KFC, nak bersaing dengan mengubah jadi KFB (Kentucky Fried Burger??)?

3. Contoh, kekuatan Baskin Robbins adalah pada konsep FUN & COLORFUL ICE-CREAM. Ice-cream dicipta 32 perisa berkonsepkan COLORFUL & FUN. Dengan perisa apple, rainbow, strawberry dan sebagainya yang menarik. FUN & COLORFUL adalah kekuatan Baskin Robbins dari dulu hingga kini. Untuk bersaing, Haagan Dazs mengetahui KEKUATAN ini, lalu mencipta ice cream yang kaya dengan perisa, pekat, mahal, prestige dan sebagainya yang berkaitan pada kemewahan. Apabila mencipta KELAINAN DARI KEKUATAN, pesaing tidak boleh buat apa apa. Bak kata, takkan Baskin Robbins, nak bersaing dengan mengubah jadikan kesemua ICE CREAM FUN & COLORFULnya jadi mahal & prestige?

nampak tak konsep ini?🙂

Sekiranya “mencari KELEMAHAN dan mencipta KELAINAN”, pesaing juga boleh memperbetulkan KELEMAHAN mereka- seperti harga rendah, kualiti rendah, penghantaran lambat dan lain-lain. Tetapi, sekiranya “mencari KEKUATAN dan mencipta KELAINAN” daripada KEKUATAN tersebut, pesaing tidak boleh ubah KEKUATAN MEREKA!

Perniagaan besar-besaran dan berpengalaman ramai yang tahu keadaan ini dan menggunakan strategi ini, iaitu “mencipta kelainan dari KEKUATAN pesaing”. Sebab itu, persaingan mereka adalah cara sihat. Mereka berjaya mencapai pasaran yang berbeza, walaupun industri yang sama. Sama-sama dapat bersaing dan mendapat keuntungan yang berganda, walaupun dilokasi yang sama seperti 3 contoh diatas!

Perniagaan kecil-kecilan tetap menjadi kecil apabila bersaing pada kelemahan pesaing.
Pendapat Anda?

# Tip Satu Minit yang berkaitan: Mencari kelemahan pesaing dan ciptakan kelainan? Tidak!
# Pesaing memburukkan & menjatuhkan anda… (bhg 2)
# Pesaing memburukkan & menjatuhkan anda…
# Apakah 5 kekuatan anda?

http://www.irfankhairi.com/blog/perniagaan/pesaing-memburukkan-menjatuhkan-anda/

5 Sumber Kekuatan Kita
Jawapan saya adalah:

1. Fokus

Mempunyai daya fokus yang kuat. Apabila menetapkan matlamat, saya memberi fokus yang amat hebat kepada matlamat tersebut. Perkara-perkara lain yang tidak membawa kepada pencapaian matlamat itu akan menjadi sebagai “gangguan”…

2. Mencari ilmu

Saya agak rajin mencari ilmu dengan cara membaca dan juga bertanya pada mereka yang lebih pakar…

3: Bijak mencari peluang

Saya banyak berfikir dan mencari peluang. Setiap hari saya akan fikirkan beberapa idea perniagaan. Bila tidak ada benda nak buat, saya akan fikir peluang-peluang menambahkan pendapatan…

4: Kreatif

Bukan sahaja kreatif dari segi rekacipta, tetapi, kreatif dalam cara pendekatan. Saya sering mencari idea-idea baru dalam pendekatan perniagaan atau konsep. Sebagai contoh, menggunakan pendekatan “Tip Satu Minit” untuk blog.

5: Kesabaran

Untuk berjaya, sememangnya terdapat banyak cabaran. Cabaran dalam perniagaan, cabaran dalam usaha, tak lupa juga cabaran dari segi mental apaila terdapat segelintir dikeliling kita cuba menjatuhkan dan melemahkan usaha kita.

Resolusi 1: Identifikasi Keunikan. Agar kita ataupun perusahaan kita bisa tampil menonjol dibandingkan dengan yang lain, kita perlu memiliki keunikan (yang tidak dimiliki pihak lain). Tanpa keunikan, kita tidak akan ”terlihat” dan ”dipilih” oleh orang lain.
Jika kita belum menemukan keunikan kita di tahun yang lalu, tahun ini kita perlu memiliki tekad dan upaya untuk menemukan keunikan tersebut. Jika keunikan telah berhasil kita temukan, kita perlu memperlihatkan dan mempromosikan keunikan tersebut kepada orang lain.
Untuk itu kita bisa belajar dari sinetron Bajaj Bajuri. Ketika sinetron lain menawarkan hal-hal yang serupa (kemewahan, perseteruan bisnis, perselingkuhan, cerita mistik), Bajaj Bajuri berani melawan arus dengan menawarkan kesederhanaan hidup rakyat banyak yang dibumbui humor segar.
Keunikan inilah yang membuat Bajaj Bajuri ”dilirik” banyak pemirsa dan pemasang iklan. Keunikan yang telah berhasil kita temukan perlu senantiasa kita perbaharui dengan variasi dan inovasi baru, karena begitu keunikan kita ditiru oleh orang lain, maka keunikan tersebut, menjadi hal yang biasa.
Resolusi 5: Lakukanlah yang terbaik. Selain memiliki keunikan, kita juga perlu melakukan yang terbaik dan menjadi yang terbaik pada bidang yang kita tekuni. Jika kita tidak bisa menjadi yang terbaik, kita juga tidak akan terlihat unggul.
Keunggulan inilah yang akan membentuk reputasi kita. Kualitas diri (reputasi) akan selalu diingat orang. Jika kita tidak senantiasa berusaha melakukan yang terbaik, maka orang tidak akan menaruh kepercayaan pada kita.
Sebaliknya, dengan senantiasa berusaha melakukan yang terbaik, orang akan melihat keseriusan kita dan kualitas kita yang sebenarnya, dan orangpun akan percaya untuk berbisnis dengan kita. Jadi, janganlah pernah mau melakukan hal-hal yang kualitasnya berada di bawah kemampuan kita. Jangan juga mengorbankan kualitas terbaik kita hanya karena uang ataupun keterbatasan waktu.
Dengan menawarkan ataupun menunjukkan kualitas yang rendah, orang akan percaya bahwa itulah kualitas terbaik kita (padahal kita bisa melakukan yang lebih baik dari itu). Intinya: Lakukan yang terbaik sesuai dengan kualitas diri kita sebenarnya, karena kualitas diri merupakan modal kita untuk berbisnis ataupun beraktivitas dalam masyarakat di bidang apapun yang kita tekuni.
Resolusi 6: Kendalikan Kelemahan. Selain keunggulan ataupun keunikan, setiap orang pasti punya kelemahan. Tugas kita tidak berhenti pada upaya meningkatkan keunggulan saja, tetapi juga mengendalikan kelemahan, karena kelemahan ini bisa menjadi batu sandungan untuk kejatuhan kita jika tidak dikendalikan dengan baik.
Apa yang bisa kita lakukan dengan kelemahan ini? Paling tidak ada dua hal yang bisa kita lakukan. Yang pertama adalah mengubah kelemahan menjadi kekuatan seperti yang dilakukan oleh Charlie Chaplin.
Chaplin mengubah kelemahan fisik dan sifatnya yang pemalu menjadi ciri-ciri khasnya dalam film-film komedi yang dibintanginya. Yang kedua adalah ”mengalahkan” kelemahan sehingga kelemahan bukan menjadi penghalang untuk sukses, seperti yang dilakukan oleh Hellen Keller.
Dengan ”mengalahkan” kelemahan fisiknya dengan tidak menyerah untuk belajar berkomunikasi dengan orang lain, Hellen berhasil meraih sukses dalam menyelesaikan studinya di perguruan tinggi, bahkan meraih sukses pula dalam karirnya sebagai pembicara yang memberikan motivasi dan inspirasi pada banyak orang, terutama penderita cacat ganda untuk tidak putus asa dalam meraih sukses.
Resolusi 7: Berikan Penghargaan. Semangat juang kita untuk melakukan yang terbaik dalam meraih sukses bisa saja mengalami pasang surut. Untuk terus memompakan semangat, kita perlu juga memberikan penghargaan pada kesuksesan-kesuksesan ”kecil” yang berhasil kita raih dalam perjalanan menuju kesuksesan besar.
Banyak hal bisa kita lakukan untuk memberikan penghargaan pada diri sendiri. Ketika kita berhasil menyelesaikan sebuah artikel, kita bisa memberikan penghargaan berupa kesempatan untuk memainkan computer game yang kita senangi untuk beberapa ronde.
Setelah berhasil menyelesaikan sebuah tugas, kita bisa memberikan penghargan ”segelas es krim” atau ”sepotong coklat” untuk kita nikmati. Setelah kita berhasil menyelesaikan sebuah tugas besar yang terus menerus dilakukan secara maraton dalam tiga bulan, kita bisa mengambil ”cuti” untuk beristirahat di rumah atau berakhir pekan ke luar kota.
Jadi, penghargaan tidak harus selalu berupa uang atau barang berharga. Penghargaan ini bisa kita tentukan terlebih dahulu, sebelum memulai suatu tugas atau pekerjaan. Dengan demikian, kita memilki semangat tinggi untuk menyelesaikan tugas tersebut dengan harapan dapat menikmati ”penghargaan” di akhir tugas.
Kepedihan dari kegagalan, masalah, dan musibah yang kita alami di tahun yang lalu tidak perlu kita ingat lagi. Yang perlu kita ingat adalah pelajaran yang bisa kita petik dari pengalaman-pengalaman tersebut. Tahun ini, dengan semangat baru, kita bisa membuka lembaran baru untuk bangkit kembali meraih kemenangan. Sukses untuk kita semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: