Sosialisasi

Kifli : Bom Ikan Berbahaya dan Merusak Ekosistem
*Polsekta Balikpapan Barat Sosialisasi Kamtibmas
BALIKPAPAN, TRIBUN- Kapolsekta Balikpapan Barat AKP Kifli S Supu menyosialisasikan tentang larangan dan bahaya penggunaan bom ikan di Jl 21 Januari, Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat, Rabu (15/8). Hal itu dilakukan terkait upaya menjaga kondusifitas Kamtibmas dan kejadian di Pasuruan, Jawa Timur.
“Penggunaan bom ikan sangat membahayakan keselamatan jiwa orang dan juga merusak lingkungan laut. Karena tak hanya ikan-ikan besar yang mati, tapi juga ikan-ikan kecil. Untuk itu kami harap para nelayan di sini tidak sekali-kali menggunakan bom ikan saat mencari ikan,” kata Kifli di hadapan puluhan nelayan Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat.
Selama ini belum ditemukan adanya penggunaan bom ikan di wilayah Balikpapan Barat. Namun pihak Polsekta akan tetap melakukan penyelidikan terhadap indikasi adanya penggunaan bahan peledak sebagai alat mencari ikan. Dan, pelakunya akan diproses secara hukum.
Para nelayan yang hadir tampak antusias dengan sosialisasi yang digelar Polsekta Balikpapan Barat tersebut. saat diadakan sesi tanya jawab, salah satu nelayan mengaku mendukung upaya pencegahan penggunaan bahan peledak saat mencari ikan.
“Lebih baik kita mencegah dari pada terjadi ledakan yang menimbulkan korban jiwa. Selain itu, penggunaan bom ikan bisa merugikan nelayan yang menggunakan peralatan tradisional,” katanya yang meminta kepada polisi untuk melakukan pengamanan di dermaga saat para nelayan membongkar ikan dari kapal.
Pengamanan yang diminta para nelayan terkait ada beberapa orang yang meminta ikan kepada para nelayan secara paksa. Menurut Kifli, hal tersebut sudah termasuk tindakan premanisme. Pihaknya berjanji akan mengamankan dermaga saat para nelayan membongkar ikan dari kapal.
Penyelidikan terhadap penggunaan bahan peledak oleh para nelayan di wilayah Balikpapan Barat akan tetap dilakukan. Polisi akan semakin aktif mengawasi aktifitas para nelayan yang dicurigai menggunakan bom ikan tersebut.
Sosilalisasi yang digelar di Langgar Nurul Khair tersebut juga dimanfaatkan oleh Polsekta Balikpapan Barat menyosialisasikan mengenai pentingnya menjaga kondusifitas kamtibmas di Balikpapan Barat.
“Menjaga kamtibmas menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk warga masyarakat itu sendiri. Dan bagi para nelayan diimbau untuk tidak menggunakan bahan peledak saat mencari ikan sebagai salah satu  upaya preventif,” tandas Kifli. (m17)

Pelaku Diancam Hukuman Minimal 10 Tahun Penjara
Penyalahgunaan bahan peledak bisa diancam hukuman penjara minimal 20 tahun bahkan sampai seumur hidup. Hal itu diatur dalam undang-undang darurat No 12 tahun 1951 tentang kepemilikan bahan peledak dan senjata api  ilegal.
Selain itu, bagi nelayan yang menggunakan bahan peledak saat mencari ikan bisa dikenai ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp 200 juta, sesuai dengan UU onservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya tahun 1990 pasal 40.
Apabila bahan peledak yang disimpan, dibawa meledak dan menimbulkan korban jiwa, maka pelaku bisa dijerat dengan pasal 187 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara apabila menimbulkan bahaya nyawa orang lain dan seumur hidup apabila mengakibatkan orang mati. (m17)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: