DKK dan BPOM Segera Razia Parcel dan Makanan Kadaluarsa

* Termasuk penertiban terhadap kemasan makanan yang rusak.
Dinas Kesehatan Kota Balikpapan (DKK) bekerjasama dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (Balai POM) Kalimantan Timur  segera mengadakan razia terhadap peredaran makanan dan minuman kadalursa pada  tokoh kelontong dan makanan di Balikpapan dalam waktu dekat. Penertiban terhadap makanan kadaluarsa itu  dilakukan dengan menurunkan tim gabungan yang memeriksa masa berlaku makanan dan minuman kemasan yang dijual pedagang. DKK akan menerapkan sanksi apabila ditemukan makanan dan minuman kadaluarsa di lapangan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan drg Dyah Muryani mengatakan, pengawasan peredaran makanan tak layak konsumsi itu sudah dilakukan dengan monitoring makanan dan minuman untuk buka puasa yang dijual pada berbagai pasar ramadhan di Balikpapan. Pemantauan makanan dan minuman ini segera dilanjutkan untuk parcel dan produk kemasan yang dijual toko dan pedagang.
“Mulai minggu depan  kami akan menurunkan tim bersama BPOM untuk mengawasi parsel dan pengawasan terhadap barang  kadaluarsa. Dari DKK akan diturunkan tiga orang ditambah petugas balai POM yang memeriksa semua toko besar dan toko kecil yang menjual makanan dan minuman termasuk parcel,” katanya, Sabtu (15/9).
Pengawasan ketat terhadap peredaran parcel yang didalamnya juga terdapat makanan dan minuman kemas itu bertujuan untuk mencegah  peredaran makanan dan minuman kadaluarsa yang dimasukkan pedagang dalam parcel dan dijual kepada masyarakat. Hal ini didasarkan pada pemantauan Dinkes pada tahun lalu yang mencium indikasi produk kadaluarsa dalam parcel yang dibeli konsumen  pada lebaran tahun lalu.
Munculnya produk kadaluarsa yang terdapat dalam parcel itu disebabkan kelalaian pedagang saat memeriksa stok makanan dan minuman yang dijual kepada masyarakat. Terindikasi beberapa pedagang yang lalai memisahkan produk lewat batas masa konsumsi itu dari persediaan barang dagangannya. Hal itu diketahui dari masa layak konsumsi (expired date) yang masih dijual pedagang.
Beredarnya barang makanan dan minuman kadaluarsa itu tak lepas dari keteledoran distributor yang lamban mengontrol barang dagangannya yang dititipkan ke pedagang. Dari pemantauan Dinkes selama ini terindikasi distributor membiarkan barang kadaluarsa itu ditumpuk di gudang pedagang dan tidak mengambil tepat waktu. Dinkes mengimbau agar peadsgang menegmbalikan barang kadaluarsa kepada distributornya.
Dyah Muryani menjelaskan, razia terhadap barang konsumsi juga dilakukan terhadap makanan dan minuman yang kemasannya rusak. Kemasan produk yang rusak diyakini turut mempengaruhi layak tidaknya dikonsumsi. Pasalnya, kemasan rusak termasuk kemasan kaleng yang penyok membuat kualitas makanan dan minuman tak steril dan mudah dimasukan bakteri. Kaleng makanan  yang penyok  yang kemasannya tidak sempurna menimbulkan kebocoran yang bisa menimbulkan pembusukan makanan. “Kemasan yang rusak tidak boleh dikonsumsi karena tidak safety,” jelasnya.
Ada sanksi bagi pedagang yang nekad menjual makanan dan minuman kadarluasa termasuk parcel.
Penemuan produk kadaluarsa dalam partai besar pengenaan sanksinya akan diproses secara hukum. Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dan BPOM akan menyerahkan temuan makanan dan minuman yang ditemukan dalam partai besar  yang kasusnya diserahkan kepada pihak yang berwenang untuk proses hukum. Untuk penemuan barang konsumsi kadarlusa  dalam partai kecil akan diterapkan sanksi berupa pemusnahan makanan dan minuman kadarlusa tersebut.

Bisa Diare dan Muntah-Muntah
Masyarakat Balikpapan terutama yang menjalankan ibadah puasa disarankan untuk menghindari menikmati makanan dan minuman kadaluarsa saat berbuka puasa maupun untuk pemenuhan kebutuhan jelang lebaran nanti. Hal itu untuk menghindari efek negatif dari konsumsi barang yang habis masa konsumsinya itu antara lain diare dan muntah-muntah. Hal ini dikemukakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan drg Dyah Muryani.
“Orang yang berpuasa harus memilih makanan yang sehat. Jangan sampai terkena diare dan muntah-muntah.Masyarakat dalam konsumsi makanan harus cermati meneliti kelayakan konsumsi makanan,” katanya, Sabtu (15/9).
Beberapa jenis makanan yang harus diwaspadai adalah barang konsumsi yang habis masa berlaku konsumsinya yaitu kadaluarsa (expired date). Ketidaklayakan makanan dan minuman khususnya produk kemasan dapat dilihat dari label masa berlaku yang tercantum pada kemasan. Juga diwaspadai terhadap bahan makanan yang mengandung formalin, pemanis berbahaya dan pengawet berbahaya lain. Masyarakat diajak agar tidak membeli produk kadaluarsa tersebut.
Agar barang tak layak konsumsi itu tak sampai ke tangan konsumen, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan menginstruksikan kepada seluruh pedagang agar memeriksa kembali barang dagangan yang akan dijual ke konsumen dan mengembalikan baang kadaluarsa kepasda distributor pemasok.
“Kadang ada pedagang yang kecolongan juga saat menjual. Karena umumnya mereka tak gunakan Sistem FIFO (First In Fist Out-red) dalam memantau barangannya,” jelasnya.
Menurut dia, Pedagang dapat berpartisipasi untuk menghindari menjual barang kadaluarsa dengan cara mengutamakan menjual barang yang diterima lebih dulu dari distributor  dengan sistem FIFO. Barang konsumsi yang diterima lebih awal diprioriaskan penjualannya dibandingkan stok barang lain yang datang belakangan.
Meskipun dengan sistem FIFO itu tak menutup kemungkinan masuk barang kadaluarsa yang sengaja dimasukkan oknum distributor nakal. Oleh karena itu pedagang perlu memeriksa kembali barang yang diterima dari distributor. Apabila menemukan barang yang kadaluarsa segera kembalikan kepada distributor pemasoknya.
Menurut Dyah Muryani, makanan dan minuman kemasan yang layak dikonsumsi adalah yang memiliki masa penjualan enam bulan sebelum habis masa kadaluarsa yang tercantum pada label makanan. Produk makanan itu juga dinyatakan sehat apabila terdaftar dalam Depkes RI.
“Pedagang sebaiknya memperhatikan makanan yang dibuat dan dijual harus betul-betul sesuai aturan,”jelasnya.
Dinkes Balikpapan mengajak partisipasi masyarakat dalam memantau peredaran produk konsumsi terutama parcel. “Bila ditemukan parcel yang masa expired-date dibawah 6 bulan segera laporkan kepada DKK,” jelasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: