KPID Tertibkan Puluhan Radio Tak Berijin

* 16 kanal frekwensi diisi 30 frewensi radio
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Timur segera menertibkan keberadaan radio illegal yang tidak memiliki ijin siaran. Penindakan terhadap radiio gelap ini bekaitan penggunaan frekwensi siaran  yang memakan kapasitas kanal yang tersedia.
“Kesemrawutan frekwensi siaran marak terjadi di Samarinda. Dari 16 kanal yang tersedia, ada 30 radio 30 yang memakai kanal tersebut,” kata  Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Timur  Haerul Akbar yang ditemui  usai Evaluasi Dengar Pendapat KPID Kaltim dan Radio IDC FM di Rumah Jabatan Walikota Balikpapan, Selasa (11/9).
KPID menilai, kesemrawutan frekwensi ini menganggu kelangsungan siaran lembaga penyiaran resmi serta berpotensi keselamatan penumpang pesawat. Pasalnya, frekwensi yang digunakan radio tanpa ijin itu sudah menyentuh gelombang frekwensi penerbangan pesawat di bandara Samarinda. Selain itu, ada beberapa frekwensi radio gelap yang memakai gelombang frekwensi TVRI.
“Kami sudah bawa  masalah ini ke  badan monmitor lembaga dibawah Depkominko (Departemen Komunikasi dan Informasi-red) membicarakan untuk menertibkan semua yang tidak sesuai ijin,” ujarnya.
KPID bekerjasama dengan balai monitor penyiaran dan KPI pusat dan instansi terkait untuk menertibkan frekwensi tersebut paling lambat tahun 2008. KPID juga akan melakukan pembenahan terhadap pengoperasian lembaga penyiaran resmi UU 32 tahun 2002. Sampai September KPID telah memberikan sejumlah rekomendasi mengenai kelayakan usulan penetiban ijin lembaga penyiaran swasta yang sedang digodok di Komisi Penyiaran Indonesia Pusat dan Departemen Komunikasi dan Informasi RI.

KPID Gagas Gerakan Gemas
* Kampanye Siaran Yang Mendidik
Balikpapan, Tribun – Maraknya tontonan berbau pornografi dan siaran radio yang berbau vulgar membuat gerah Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Timur. KPID menganggap siaran semacam itu tidak mendidik masyarakat.
Gerakan siaran bermutu kini bakal dikampanyekan lembaga regulasi perijinan penyiaran tersebut melalui Gerakan Gemas (Gerakan menonton sehat dan cerdas). Gerakan ini menitikberatkan sosialisasi kepada seluruh lembaga penyiaran agar menyiarkan materi siaran yang mencerdaskan bangsa. Gagasan Gerakan Gemes ini dikemukakan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Timur  Haerul Akbar yang ditemui  di Rumah Jabatan Walikota Balikpapan, Selasa (11/9).
“Kami menggagas gerakan gemas yang akan melakukan protab mengajak masyarakat untuk menonton secara cerdas dan sehat,” katanya.
Kampanye Gerakan Gemas itu menitikberatkan menggugah masyarakat agar selektif dalam memilih siaran radio dan tontonan yang berkualitas. KPID mengajak  partisipasi seluruh lembaga penyiaran swasta agar memuat content (isi siaran) yang sifatnya mendidik dan tidak mengarah pada unsur pornografi maupun pornoaksi. Gerakan tersebut siap dijalankan setelah tersedia anggaran yang saat ini tengah dipersiapkan.(rid)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: