DKK Kumpulkan 30 contoh Makanan

* Pengujian kandungan Zat pewarna berbahaya dan pemanis buatan berbahaya

Balikpapan, Tribun – Dinas Kesehatan Kota Balikpapan melakukan pengawasan intensif terhadap peredaran makanan berbahaya yang dijual pedagang terutama di pasar ramadhan dan pasar tradisonal selama bulan ramadhan hingga lebaran. Pemantauan itu bertujuan untu menghindari beredarnya makanan dan minuman yang mengandung karsinogenik dan siklamat dosis tinggi yang menimbulkan penyakit kanker, gangguan kandungan hingga penyakit batu dan alergi.
Kepala Seksi  Farmasi Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Hasnah Haerani  mengatakan, telah diturunkan 4 petugas instansi tersebut untuk memeriksa kandungan makanan dan minuman yang dijual pedagang.
“Kami melaksanakan pengumpulan sampling pada enam wilayah pada kawasan damai, pasar baru, puskib, rapak, kebun sayu, ring road. Pengawasan itu terutama pada makanan dan minuman yang dijual di pasar ramadhan. Ada 30 jenis barang konsumsi yang kami kumpulnya sampelnya,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (20/9).
Jenis makanan dan minuman yang dijadikan sample pengujian kandungan antara lain agar-gar, es buah, sirop, kolak, dan penangan kecil jajanan pembuka puasa. Pengampilan sample itu dilakukan secara random yang diambil dari 30 pedagang. Aksi pengumpulan contoh makanan dan minuman itu dilaksanakan pada Minggu (16/9).
Seluruh contoh makanan dan minuman itu sedang diuji di laboratorium Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kaltim. Pengujian sample itu diprioritaskan pada pemeriksaan kandungan zat pewarna sintetis dan pemanis dosis tinggi.
Dua jenis zat itu diyakin berbahaya bagi kesehatan manusia. Zat pewarna tekstil mengandung zat karsinogenik yang menimbulkan kanker dan infeksi kandungan. Pemanis buatan yang kadarnya berlebihan  mengandung siklamat dosis tinggi yang menimbulkan penyakit batuk dan alergi bagi yang mengkonsumsinya.
“Pengujian terhadap kandungan pemanis dan zat pewarna tekstil yang dipakai untuk pewarna makanan ini merupakan langkah pembinaan dan pengawasan kami agar jangan sampai zat berbahaya tersebut dikonsumsi masyarakat,” jelasnya.
Hasnah Haerani menerangkan ada sebagian oknum  pedagang yang kurang peduli terhadap pemakaian zat pengawet dan pewarna dalam makanan dan minuman yang diproduksinya. Pemicunya antara lain ketidak tahuan atau faktor lain.
Dinkes Balikpapan siap-siap untuk menindak pedagang yang kedapatan menggunakan zat berbahaya tersebut. Tindakan itu akan dilakukan setelah menerima hasil uji laboratorium yang diterima minggu depan.(rid)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: