Kodam IV/Tpr Waspadai Eksodus Pemuda Perbatasan Ke Malaysia

* Berkaitan Perekrutan Menjadi Tentara  Malaysia
* Proses Perekrutan Tentara dari Pemuda Perbatasan Terkendana Dana Transportasi
*  Canangkan 10 persen jatah bagi pemuda perbatasan pada Seleksi Sidang Caba 48 orang

Balikpapan, Tribun –  Pangdam VI/Tanjung Pura Mayjen TNI George Robert Situmeang mengatakan,  kondisi perbatasan Indonesia-Malaysia yang saat ini sedang diwaspadai Kodam VI/Tpr adalah migrasi pemuda perbatasan yang pindah ke Malaysia untuk dipekerjakan menjadi tentara malaysia. Perpindahan pemuda perbatasan ke Malaysia  akan mempengaruhi kekuatan pertahanan perbatasan di wilayah negara Republik Indonesia yang selama ini terkendala jumlah persnonel yang terbatas. Kodam VI Tanjung pura menerapkan kebijakan baru untuk pemberdayaan pemuda perbatasan itu untuk meredam eksodus pemuda perbatasan tersebut.
“Kita menghadapi malaysia yang sedang giat-giatnya kampanyekan brigade perbatasan laskar wataniah yang  menjaga perbatasan ada brigabe perbatasan. Rencananya tahun 2010 akan merekrut pemuda di perbatasan. bisa terjadi kemungkinan pemuda kita tersedot ke sana. Kalau sampai itu direkrut kan bisa lari ke sana pemuda kita. Makanya kebijakan mengutamakan pemuda perbatasan ini kaitannya dengan hal tadi,” katanya, Rabu (19/9).
Pernyataan dikemukakan Pangdam saat ditemui pada seleksi penilaian terakhir daerah calon bintara Prajurit Karir 2007 (Pantukhirda Caba) di aula Makodam VI/Tpr, Rabu (19/9).
Menyikapi ancaman eksodus pemuda perbatasan itulah Kodam VI/ Tanjung Pura memberikan kesempatan khusus kepada pemuda perbatasan berkarir sebagai bintara prajurit karir TNI yang diseleksi melalui penerimaan Calon Bintara (caba) tahun 2007. Dialokasikan minimal jatah 10 persen bagi pemuda perbatasan untuk penerimaan caba tersebut.
GR Situmeang menerangkan, kendala yang dihadapi pemuda perbatasan dalam seleksi itu antara lain minimnya pengetahuan putra daerah dalam mengikuti proses ujian dan seleksi. Hal ini berkaitan minimnya fasilitas publik dan pendidikan membuat putra daerah kalah bersaing dibandingkan peserta daerah lain.
GR Situmeang membantah ada perlakuan istimewa bagi pemuda darah terkait prioritas penerimaan pemuda perbatasan itu. Yang dilakukan kodam untuk memperbesar peluang penerimaan dari putra daerah adalah training khusus bagi putra daerah untuk mengatasi kesenjangan dengan peserta daerah lain.  Sebelum pemuda perbatasan akan diberangkatkan mengikuti seleksi di Jakarta, mereka  lebih  mendapatkan penataran dan pendidikan dari koramil setempat. Masing-masing koramil mendidik dan mengajarkan putra daerah untuk mencapai  standar seleksi  Calon Bintara. “Kami bantu membuat program penataran itu. Kita biayai dan tampung sendiri,” jelasnya
Kendala yang dihadapi untuk perekrutan putra daerah di perbatasan Indonesia-Malaysia itu antara lain masalah mahalnya transportasi. Selama ini upaya seleksi terhadap putra darah di perbatasan untuk direktutr menjadi bintara difasilitasi Kodam dengan menyediakan pesawat yang mengangkut mereka menuju lokasi seleksi penerimaan. Jatah penerimaan bintara dari putra daerah yang tinggal di perbatasan Indonesia-Malaysia itu mencapai 10 persen.
GR Situmeang menerangkan, target penerimaan prajurit karir dari pemuda perbatasan dua negara itu berkaitan peningkatan pembangunan kekuatan di perbatasan yang mengutamakan pemberdayaan dari tentara lokal. Penempatan prajurit dari putra daerah itu diharapkan tak ada lagi tentara yang pindah pindah dari tempat tugasnya. Di perbatasan dua negara itu sudah dibangun dua brigade. Ditempatkan  dua batalyon di Putusibo, Malinau dan simanggaris. Sejauh ini telah ditempatkan 650 personel di perbatasan Kalimantan Timur, dan  kalbar untuk menjaga perbatasan sepanjang  204 kilometer. Ada 42 pos dimana tiap pos ditempatkan personel yang jumlahnya variasi antara 20-30 orang.
Penjagaan perbatasan itu kini diperkuat oleh pengerahan brigade mobil di Kutai Barat yang bergerak secara berpindah untuk mengawasi perbatasan termasuk  memonitor dan memberantasan aksi pencurian kayu.
Kepala Penerangan Kodam VI / Tanjung Pura Letkol Inf Andi Suyuti  mengatakan sidang seleksi penilaian terakhir daerah wilayah seluruh kalimantan. Dari Kalimantan Timur diikuti 182 peserta terdiri dari  152 calon bintara  dari Balikpapan dan 30 caba dari Tarakan. Peserta yang mengikuti sidang seleksi Pantukhirda  dari Kalimantan Selatan sebanyak 143 orang. Dari Kalimantan Kalimantan Barat sebanyak 46 orang dan 61 calon bintara dari Kalimantan Tengah.
Calon bintara yang lulus seleksi penilaian terakhir daerah Kalimantan akan dikirim mengikuti seleksi tingkat pusat yang akan bersaing memperebutkan jatah formasi penerimaan tahun 2007 yang ditetapkan 250 orang.(rid/lia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: